Hari ini adalah hari kedua team JCompany di Kota A. mereka diberi kesempatan untuk trip berkeliling Kota A dan izinkan berwisata memasuki Kerajaan Sagara. Ya, itu adalah kediaman atau tempat tinggal keluarga Kerajaan, termasuk Pangeran Athar.
Kerajaan Sagara terkenal dengan kediamannya yang sangat luas dan besar. Istana Kerajaan Sagara adalah Istana terbesar dan termegah di seluruh dunia. Seluruh keluarga Kerajaan memiliki kediaman pribadi di dalam Istana.
Negara Bota terkenal dengan kekayaan alamnya yaitu emas dan minyak yang berlimpah. Karena itu meskipun Negara Bota tidak sebesar Negara yang lain tapi termasuk salah satu Negara terkaya di dunia.
**
Kamar hotel Pangeran Athar. Di dalam closet room.
Pangeran Athar sedang memakai kemejanya di depan kaca, bersiap berangkat kerja.
Duta datang dan sedikit menundukan kepalanya.
"Tuan Muda" sapa Sekertaris Duta.
"bagaimana?" Pangeran Athar langsung bertanya sembari membetulkan kancing pada lengan kemejanya.
"saya sedang melacaknya melalui cctv hotel Tuan Muda. Kita akan segera mengetahuinya" jawab Sekertaris Duta yang langsung paham dengan pertanyaan singkat Athar.
"Aku ingin hari ini juga kalian temukan dia. Dan hari ini juga aku ingin segera menyelesaikan semua pekerjaanku. Besok kita temui wanita itu" perintah Athar.
Terakhir, Athar memasang jam tangan dan berjalan keluar dari hotel untuk segera menemui kliennya. Di ikuti Duta yang selalu setia mengekor di belakang Athar.
**
Asya duduk termenung di kursi yang menghadap kearah luar hotel. Menekuk lututnya untuk menyangga tangan dan kepalanya.
Tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi.
Tingtong~
tingtong~
Asya terkejut dan menoleh pada pintu. Dia ragu untuk membuka pintu.
'Teman-teman kantor pasti sudah berangkat daritadi kan?! Terus itu siapa ya?' batin Asya ketakutan kalau-kalau itu adalah pria jahat semalam.
Belnya terus berbunyi.
Asya dengan perlahan dan gugup berjalan kearah pintu. Kemudian dia mengintip dari lubang pintu siapa yang ada di depan kamarnya.
'hhhuuffftt' nafas Asya lega ketika dia melihat pelayan hotel sedang membawa baki makanan untuknya. Asya lupa kalau tadi Pak Bima sempat bilang akan memesankan Asya makan dari resto hotel.
Segera Asya membuka pintu.
"selamat pagi Nona. Ini pesanan makanannya" ucap pelayan hotel sambil mendorong baki makanan masuk.
"iya.. terimakasih" jawab Asya.
"Nona, jika ada yang kurang atau butuh sesuatu anda bisa langsung melapor lewat sambungan telepon hotel" pelayan menjelaskan dengan sedikit menundukkan kepalanya sopan.
"oke, terimakasih sekali lagi" jawab Asya dengan senyum lemahnya pada pelayan.
Pelayan hotel keluar. segera Asya menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju trolly makanan. Kemudian mulai membuka makanan yang di sediakan hotel dan mulai melahapnya.
Asya memang sangat kelaparan. Tenaganya habis terkuras karena kejadian semalam, jadi tubuhnya sangat lemah dan butuh asupan agar bertenaga lagi.
Sore hari.
Asya masih setia menggulung tubuhnya di dalam selimut. Setelah kenyang makan tadi pagi dia kembali tidur.
Asya bertekad berusaha bangkit dan berusaha melupakan kejadian sial yang menimpanya, walaupun itu tidak mungkin. Dia ingin mulai besok hanya focus memikirkan soal pekerjaan, menyelesaikannya dan segera kembali ke tanah air.
Asya tidak ingin berlama-lama berada di Negara ini. Dia tidak mau sampai bertemu dengan pria itu lagi.
Asya tidak tahu kalau pria jahat yang menghancurkan hidupnya itu adalah Pangeran Athar dan juga CEO Rashaad Company, relasi kerja proyeknya saat ini.
"ya Tuhan, aku mohon jangan pertemukan aku dengan pria itu lagi" doa Asya sesaat setelah bangun dari tidurnya.
Asya menuju kamar mandinya dan mulai membersihkan diri.
**
Di salah satu restaurant mewah di Kota A.
Pangeran Athar baru saja menyelesaikan pertemuan kerjanya dengan salah satu klien dari Negara Inggris.
Pangeran Athar dan Sekertaris Duta berjalan keluar dari restaurant dan menaiki mobilnya yang sudah siap terparkir di lobby. Kembali ke perusahaannya untuk menyelesaikan beberapa dokumen yang harus Athar cek dan tanda tangani.
Di perjalanan menuju perusahaan.
"apa kau sudah dapat informasinya?" Tanya Pangeran Athar.
"sudah Tuan Muda" jawab Sekertaris Duta singkat.
"lalu?" Athar kembali bertanya karena Sekertaris Duta hanya menjawab singkat.
"wanita itu saat ini masih berada di hotel ARO Tuan Muda. Saya yakin dia masih akan menginap di sana untuk beberapa waktu ke depan" terang Duta kemudian menoleh ke belakang menatap Tuannya.
"enggg Tuan Muda.. wanita itu adalah anggota klien kerja kita dari JCompany " sedikit tidak nyaman menyampaikan informasi itu pada tuannya.
"APA??" Pangeran Athar sangat terkejut mendengar informasi dari tangan kanannya itu.
Sekertaris Duta kembali duduk menghadap depan dan meneruskan informasinya
"Dia Asisten Manager Operasional JCompany, namanya Asya Putri Rania. Dipanggil Asya. Usianya 25 tahun dan dia seorang yatim piatu. Tinggal sendiri di kediaman Ibunya di Jakarta Pusat"
"apa berarti dia sudah tahu tentang aku sebelumnya?" Tanya Pangeran Athar.
"saya rasa Nona Asya tidak tahu tentang anda adalah CEO Rashaad Company. Karena dia sudah pergi meninggalkan acara sambutan kemarin sebelum anda datang" jelas Sekertaris Duta.
Athar memang terkenal sebagai Pangeran. Tetapi tidak banyak yang tau bahwa dia adalah CEO di berbagai perusahaan besar. Hanya orang-orang yang memiliki bisnis dan perusahaan besar di dunia yang tahu tentang jabatannya.
"jadwal mereka besok apa?" Athar memastikan.
"besok pagi mereka akan briefing dulu di perusahaan kita sebelum turun survey ke lokasi" Sekertaris Duta menjawab dengan mengecek jadwal para klien di tabletnya.
"oke besok kita kesana" perintah Athar membuat rencana.
"baik Tuan Muda" jawab Duta.
**
Pagi hari di kamar hotel ARO.
Asya baru saja selesai mandi. Kemudian dia berganti baju formal untuk berangkat kerja hari ini.
Hari pertama pergi ke perusahaan Rashaad Company. Atasan kemeja berwarna cream dan rok span hitam dibawah lutut. tidak lupa sepatu semi heels hitam.
Asya memakai skincare rutinnya. Dia tidak begitu suka berdandan. Hanya make up sederhana saja. Asya hanya memakai alis tipis karena alisnya sudah lebat, eyeliner di ujung matanya, lipstick soft nude, dan sedikit warna peach di pipinya agar terlihat lebih segar.
Hari ini Asya hanya memakai jeday di setengah rambutnya dan membiarkan sisa rambut bawahnya terurai lepas. Karena merah-merah di lehernya masih sedikit meninggalkan bekas, walaupun Asya sudah menutupinya dengan foundation dan bedak agar tidak mudah luntur. Tetapi tetap saja Asya takut terlihat.
Selesai bersiap Asya turun menuju lobby hotel. Team mereka sudah janji berkumpul disana sebelum berangkat ke Perusahaan Rashaad.
"pagi guys" sapa Asya setelah sampai di lobby.
"eh mbak Asya udah enakan? Udah gapapa buat kerja mbak?" Tanya Tika.
"udah kok Tik. Kemarin seharian istirahat sama minum vitamin sekarang jadi seger banget." Jawab Asya tersenyum semangat memulai harinya.
Hari ini Asya ingin benar-benar ingin menyibukkan diri dengan pekerjaan. Agar pikiran tentang kejadian malam itu sedikit terlupakan.
"Asya kamu sudah baikan?" tiba-tiba Bima berdiri di samping Asya.
"sudah Pak saya sangat baik. Semoga hari ini sampai selesai nanti proyek kita berjalan lancar tanpa kendala ya Pak" jawab Asya pada Bima.
"ya aku juga berharap kita sukses dengan proyek besar ini" ucap Bima tersenyum pada Asya.
Sementara itu tanpa di ketahui Asya. di kursi agak jauh darinya, seorang pria terus menatapnya dengan tatapan tidak senang.
Dio masih marah pada Asya karena gagal melakukan rencananya yang sudah dia persiapkan sejak ada di Indonesia.
bersambung...