37. Sisi yang tidak diketahui

1681 Words

"Awan!" Rindang yang merasa mengantuk karena terlalu banyak mendengarkan kata sambutan dari setiap petinggi, langsung menoleh dengan terkejut saat mendengat suara pekikan tertahan. Dia terkejut, reflek menutupi mulutnya dengan sebelah tangan saat melihat tubuh Awan yang sudah jatuh ke tanah dan sedang berusaha diangkat oleh petugas kesehatan yang ada di dekat mereka. Dia tertegun, beberapa saat lalu pria itu dengan percaya diri mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, namun sekarang sosok yang sama malah telah jatuh pingsan dengan wajah yang pucat pasi. "Kenapa.." gumamnya. Dia kemudian langsung menoleh ke samping saat mendengar isakan pelan, ternyata Permata menangis melihat Awan yang jatuh pingsan. Bahkan setelahnya gadis itu langsung berlali keluar barisan setelah meminta izin pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD