38. Undangan

1604 Words

"Tadi Abang lihat kamu enggak nunggu sendirian, sama siapa?" Tadinya Awan hanya sedang fokus dengan grup jurusan yang sedang membahas jadwal bazar besok, namun kemudian langsung menoleh kepada Langit saat Abangnya itu bertanya. "Oh, itu teman satu jurusan. Namanya Rindang," jawab Awan dengan senyum tipis. "Yakin kalau cuma teman?" "Memangnya kenapa?" "Soalnya kamu jawabnya sambil senyum." Awan terkekeh mendengar kesimpulan dari Abangnya itu. Namun dirinya juga tidak bisa menyangkal karena baginya Rindang memang bukan hanya sekedar teman biasa, gadis itu adalah sosok yang dia harapakna untuk menjadi lebih dari sekedar teman. "Tadi kebetulan ketemu pas dia mau pulang dan aku nunggu Abang di depan gerbang, dia bilang kalau di kampus kami itu ada penunggunya, jadi aku minta dia buat eng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD