“Maaf telah membunuhmu...” Kata-kata itu terus terngiang di telinga Paul. Malam sudah larut, tapi matanya tetap terbuka. Kalimat itu bukan sekadar ucapan, melainkan jerat yang menyeretnya kembali ke masa lalu, masa yang selama ini ia hindari. Dia memejamkan mata, menghela napas berat. Pelayan pribadinya sudah memberitahu jika Katherine telah pergi. Wanita itu terburu-buru. Dia hanya menikmati semangkuk sup sebelum meninggalkan rumah. Dia juga telah mendengar dari sopir yang diutus untuk mengantar jika Katherine pergi ke rumah sakit. Dia tahu ayah Katherine sedang sakit tapi dia tidak pernah tahu apakah sakitnya parah atau tidak. Apakah ini saatnya mencari tahu apa yang terjadi lima tahun lalu? Apa rahasia yang selama ini dikubur Katherine? Tangannya mengusap wajah, agak kasar. Terla

