BAB 5

1327 Words
Keesokan paginya Athena sudah rapi dengan kemeja putih dibalut bazer Navy dengan rok rempel pendek bewarna coklat ciri khas dari asrama Cipta Mulia. Athena mencari aman dengan terus mengikuti Kelly. Kelly sempat bingung dengan sikap Athena yang saat ini sedang menjadi Aleah, karena selama ini yang Kelly tahu Aleah adalah siswi yang pendiam dan jarang sekali bergaul. Ditambah Aleah sering sekali meninggalkan asrama. Kelly juga semakin bingung saat Athena duduk disampingnya biasanya Aleah selalu duduk di bangku paling depan. Tetapi Kelly mencoba bersikap biasa saja. Yang terpenting Aleah saat ini bersikap baik dan ingin berteman. Dengan senang hati Kelly juga akan berteman dengannya. Pelajaran kali ini adalah Matematika. Athena yang sedikit kurang dalam pelajaran ini menjadi kebingungan karena materi yang dia pelajari selama sekolah di Alpen berbeda dengan saat ini. Entahlah apa dia yang lupa atau memang dia yang tidak mengerti dengan pelajaran Matematika. Dan sialnya Guru yang bernama Tiara memintanya ke depan untuk menyelesaikan soal di white board. "Saya?" tanya Athena yang sudah berdiri sambil menunjuk dirinya. "Iya Aleah. Biasanya kamu selalu menunjuk dirimu sendiri untuk maju ke depan" ucap Bu Tiara dengan tersenyum. Athena memaksakan senyumnya. Bagaimana ini dia baru saja masuk dan harus menyelesaikan soal yang sama sekali dia tidak mengerti. Athena melihat Bu Tiara sedang menunggunya untuk maju. Athena benar-benar bingung, apa boleh kalau dia menolaknya? Tetapi kalau dia menolaknya Athena takut sekali Bu Tiara akan tersinggung dan berdampak kepada nilai Aleah nantinya. Dan lebih parahnya lagi William semakin membencinya kalau sampai ini terjadi. Athena menarik nafas panjang dia menatap Kelly sebentar untuk meminta bantuan. Sayangnya Kelly tidak mengerti arti tapan Athena karena yang Kelly tahu Aleah siswa yang pintar dalam pelajaran Matematika. Hanya mendapat senyuman dari Kelly, Athena yang menjadi Aleah memaksakan senyumannya dan melangkah menuju ke depan kelas. Dia menelan salivanya. Dia benar-benar tidak mengerti soal apa yang ada di depannya. Athena memegang spidol dengan tangan gemetar. Berkali-kali dia menelan salivanya. Rasanya saat ini dia berpijak diatas gedung yang sangat tinggi dan jauh dari tanah. Bu Tiara dan semua siswa-siswi menunggu Athena menjawab soal di white board. Athena terus berpikir bagaimana caranya dia menjawab soal dihadapannya. Pemikiran sangat buta tentang ini. "Maaf Bu. Saya sedang tidak fokus hari ini. Lebih baik Ibu hukum saya. Saya tidak bisa mengerjakan soal ini Bu," ucap Athena memberikan spidol kepada Bu Tiara. Perkataan Athena membuat Bu Tiara dan semua teman-temannya menatap Athena tak percaya. Bagaimana seorang Aleah yang mereka kenal tidak bisa menjawab soal seperti ini. Jelas saja yang dihadapan mereka adalah Athena bukan Aleah si gadis pintar matematika. "Kamu masih sakit?" tanya Bu Tiara. Sakit? Athena menatap Bu Tiara yang terlihat khawatir. Athena tersenyum menganggukan kepalanya. Dia berpikir lebih baik mencari aman dulu saat ini. Dia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri. Akhirnya Bu Tiara meminta Athena pergi ke UKS untuk beristirahat. Siang hari saat jam makan siang, beberapa siswa dan siswi menatap Athena dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Athena terus melangkah membawa nampan berisi makanan dan minumannya. Athena mencari Kelly keseluruh ruangan kantin, sayangnya wajah Kelly tak terlihat olehnya. Athena memutuskan duduk di meja kayu persegi. Dia duduk sendiri karena tak ada siswa yang dia kenal selain Kelly. Athena bukannya tidak mau bergaul, tetapi dia takut salah bicara bila bertemu orang yang tidak dia kenal. Seorang siswa pria berbadan cukup berisi dan berkacamata duduk di meja depan Athena. Pria itu terlihat menikmati makannya. Tetapi baru lima menit Athena melihat dia makan dengan sangat cepat. "Kenapa dia makannya cepat sekali?" tanya Athena dalam hatinya. Tiba-tiba datanglah empat orang siswa laki-laki. Tiga orang terlihat berdiri di depan pria berkacamata itu dan yang satu lagi duduk dengan menganggkat kakinya ke atas meja. "Hei, cupu. Loe tahu ini tempat siapa?" tanya siswa laki-laki yang berdiri. "Ta.. Tahu," jawabnya dengan gemetar. "Kenapa masih berani makan dimeja ini?" bentak satu siswa pria yang berdiri. Satu pria yang lain merebut gelas berisi air putih yang ingin diminum oleh siswa berkacamata itu. Dan pria itu dengan sengaja menumpahkan isi gelasnya ke piring yang masih berisi makanan. Athena yang melihat kejadian dihadapannya merasa kesal sekali. Athena kasihan dengan pria yang sedang di bully itu. Athena berdiri dan menghampiri ketiga pria yang mem-bully. "Apa yang kalian lakukan? Ini tempat makan bersama. Dia lebih dulu datang, harusnya kalian cari tempat yang masih kosong jangan menyuruh orang yang sedang makan untuk pindah" bentak Athena yang membuat seisi kantin menatapnya tak percaya. "Well, lihat siapa yang menjadi pahlawan kesiangan hari ini. Gadis berpenyakitan yang tidak bisa menyelesaikan soal matematika" ejek satu pria yang tadi menumpahkan air. "Kalian yang sakit. Kalau kalian sehat harusnya tidak mem-bully sesama siswa disini" bentak Athena tak terima. "Kau berani-beraninya," ucap pria itu lagi. Bruuuk Pria yang duduk menggebrak meja dengan tangannya. Athena yang terkejut menatap pria itu. Athena melebarkan matanya ketika mengingat siapa dia. Ya, dia adalah pria yang sudah membuatnya masuk ke dalam kamar mandi khusus pria. "Kau," desis Athena kesal. "Cupu, katakan siapa yang salah?" tanya pria itu dengan nada datar dan angkuh. "Sa... Saya dan A....leah," ucap pria berkacamata dengan gugup dan takut. Athena yang mendengarnya membuka kedua mulutnya tak percaya. Baru saja Athena ingin berbicara, pria yang dibilang cupu kembali berbicara yang membuat Athena terdiam. "A.. Aleah ha..harusnya ka..mu min...ta maaf kepada Arka dan teman-temannya," ucap pria berkacamata itu lagi. "Minta maaf ya," ucap Athena menahan emosinya. Jadi pria ini namanya Arka. Athena yang sudah kesal sejak pertama melihat Arka menghampirinya. Tiba-tiba saja Athena melakukan perbuatan yang membuat semua orang tercengang. Athena mengambil piring yang sudah berisi air putih lalu menyiramnya ke pangkuan Arka. "In your dream," desis Athena yang berlalu pergi setelah menumpahkannya. Semua yang ada di dalam ruang makan tercengang. Mereka semua terdiam menatap Arka dengan wajah yang dingin menatap Athena. Arka berdiri dan sebelum Athena pergi, Arka menahan tangan Athena. Dan menyeretnya meninggalkan ruang makan itu. Athena berusaha melepaskan tangannya dari Arka. Sayangnya kekuatan Arka lebih besar darinya jadi usahanya untuk melepaskan tangan hanya sia-sia. "Lepas," bentak Athena menahan sakitnya saat Arka sengaja mengecangkan pegangannya. Arka menghempaskan tubuh Athena hingga terjatuh ke lantai. Arka tidak menyangka wanita yang terkenal pendiam berani sekali melawannya. Siapa yang tidak kenal dengan Arka. Pangeran asrama yang terkenal dingin. "Auuw," rintih Athena saat bokongnya jatuh ke lantai. "Berani sekali kamu berurusan denganku," ucap Arka mengejek. "Kamu yang lebih dulu mengerjaiku. Harusnya kamu yang meminta maaf padaku," ucap Athena kesal. "In your dream," desis Arka yang mirip dengan kata yang Athena ucapkan tadi. "Arka tunggu," teriak Athena saat Arka menutup pintu gudang dan menguncinya dari luar. Arka menyeringai dan memasukkan kuncinya ke dalam tempat sampah. Lalu Arka menepuk tangannya menghilangkan debu dan melangkah tanpa rasa bersalah meninggalkan Athena yang berteriak-teriak memanggilnya. "Arka, please don't leave me," teriak Athena yang ketakutan di dalam gudang. Athena terus berteriak dan mengetuk pintu dengan kencang berharap Arka mendengarnya. Telapak tangan Athena yang menyentuh pintu perlahan merosot bersamaan tubuhnya yang jatuh terduduk di lantai. Athena menatap ke belakang dia melihat gudang yang penuh dengan barang-barang tidak terpakai tergeletak sembarangan. Tak ada cahaya tak ada ventilasi yang menyebabkan ruangan itu terasa gelap dan pengap. Athena seketika merasa ketakutan dirinya gemetar, bayangan 10 tahun silam yang sudah dia lupakan kini kembali lagi dalam ingatannya. Flashback On Di dalam ruangan sempit kotor dan gelap Athena terkurung. Dia menangis ketakutan. Jeritannya terus terdengar memanggil kedua orang tuanya. Semalan Atena terkurung di dalam gudang sendiri tidak ada yang menolongnya. Satu persatu mimpi buruk tentang monster-monster yang pernah dia lihat seakan datang menakutinya. Athena semakin menjerit ketakutan apalagi saat monster itu mendekat dan siap memakannya. Flashback off "Help me. Help me please. Papa help," lirih Athena yang seakan kehabisan suara. Ceklek "Aleah," teriak Kelly yang berhasil menemukan kunci yang di buang oleh Arka dan langsung membukakan pintu untuk Athena. Athena yang sudah ketakutan dan kehilangan tenaga, merasa kepalanya berat dan perlahan kesadarannya memudar. Kelly mencoba membangunkan Athena. Dirinya terlihat panik. Kelly terus menepuk pipi Athena dan memanggil namanya agar Athena sadar. "Jo, ayo bawa Aleah ke UKS," ucap Kelly kepada Jojo pria berkacamata yang tadi Athena tolong dari Arka dan teman-temannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD