Ojol 18 Hujan adalah hal yang paling gue benci selama narik, bukan cuma nggak bisa dapet rezeki, tapi gue juga harus sibuk cari tempat berteduh, dan sialnya gue hanya bisa berteduh di sebuah halte yang hanya dipayungi oleh sebuah seng kecil yang cipratan air masih berhasil mengenai ujung kaki gue. Belum lagi suara rintik hujan yang begitu deras membuat telinga gue berdenging karenanya. Sial! Gue melarikan tatapan gue, melihat sekitar jalanan yang terlihat sepi dan hanya dilintasi oleh kendaraan roda empat saja, karena nyatanya banyak pengendara motor yang lebih memilih berteduh, yah gimana lagi, ujan lebat bakal sakit juga kalo kena tangan. Gue melipat tangan di depan d**a, hawa dingin begitu menusuk hingga membuat gambar menggigil, padahal gue masih mengenakan jaket dan celana panjang

