Abizar menekan klakson beberapa kali demi bisa melintas dengan cepat membelah kepadatan ibu kota. Konsekuensinya, ia harus rela diteriaki pengemudi lain karena kegaduhan yang diperbuat. Mau bagaimana lagi? Sang ayah sejak tadi tak juga mengangkat teleponnya membuat lelaki itu semakin panik. Kecurigaannya naik satu tingkat dari sebelumnya. "Please!" Abizar berteriak frustrasi sembari memukul kemudi, berharap orang-orang mau memberinya ruang untuk bergerak. Namun nihil, kendaraan-kendaraan itu tak ubahnya segerombol semut pembawa makanan yang bergerak pelan juga tersendat. Tak hanya ayah juga putranya, Dokter Selly pun mengabaikan telepon darinya. Sedikit banyak Abizar berusaha memaklumi karena perempuan itu pasti sibuk dengan pekerjaan di rumah sakit, mengingat Gema bukan satu-satunya pas

