"Sekeras apa pun kamu mencoba menghindari masa lalu, dia akan tetap berjalan di belakangmu. Kamu tak perlu lagi menghindarinya, berdamailah. Menoleh sesekali; berikan senyum terbaik, buktikan bahwa kamu kini telah berbahagia."—One Last Time [10] LS. *** "Papa." Adam yang semula hendak membatalkan niatnya untuk mengunjungi Gema, kontan berhenti. Ia memutar tubuh dan mendapati putra semata wayangnya berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat. Abizar tersenyum. Setelah beberapa hari akhirnya sang ayah mau juga menjenguk Gema. Satu kemajuan. "Gema udah nunggu Papa di dalam. Masuk aja," ujarnya kemudian sebelum ayahnya berubah pikiran. "Papa ke sini mau bicara sama kamu." Raut kecewa tak bisa Abizar sembunyikan mendengar sanggahan papanya. "Hm, Papa tunggu di dalam aja. Aku mau beli kopi

