“Kayla” panggil seseorang dari arah belakang.
Gadis itu berhenti melangkah, dan berbalik belakang.
“Iya kak? Ada apa?” Tanya Kayla kepada Arga
Arga menatap kedua gadis yang ada di hadapannya, kenapa mereka hanya berdua? di mana Arsha? biasanya Arsha akan bersama Kayla dan Rayna.
Tadi, dirinya sudah mencari ke ruangan perpustakaan. Tapi, Arsha tidak ada di sana. ia pikir Arsha akan ke perpustakaan jika sudah bell istirahat
“Arsha mana?”
“Arsha gak masuk, udah gue hubungin tapi handphone nya gak aktif. dia juga gak ngirim surat ke sekolah” Jawab Kayla dengan nada lesu
Arga mengangguk lesu, berbalik badan dan menunduk kearah tote bag yang sudah ia pegang. rencananya ia akan mengajak Arsha makan siang bersama di taman
Seperti nya rencana dirinya gagal
Lelaki itu langsung melangkah, meninggalkan kedua gadis di belakang yang masih menatapnya dengan tatapan kasihan.
Alex yang kebetulan melewati mereka tak sengaja mendengar percakapan singkat itu.
Hatinya sedikit khawatir, ketika mendengar bahwa gadis itu tidak masuk dan tidak ada kabar sama sekali.
Ah, ada apa dengan dirinya? mengapa ia menjadi mengkhawatirkan gadis itu? Ia sendiri tidak dekat dengannya kan, kenapa ia harus mengkhawatirkannya?
Mengeleng kepala pelan, menyingkirkan pikiran tentang gadis itu, lalu melangkah menuju perpustakaan.
***
Arka, gue takut nanti papa tahu kalo gue tadi gak sekolah. Terus nanti lo juga pasti kena imbasnya” sudah berulang kali gadis itu berucap demikian
Lelaki yang duduk di kursi pengemudi hanya menghembuskan napasnya. kembarannya itu sekarang menjadi ambisius. Bahkan ketika tubuhnya butuh istirahat gadis itu tidak mengistirahatkan tubuhnya sendiri
“Kak, udah tenang. gak papa, itu urusan nanti. Yang penting sekarang kita jalan jalan aja, besok pagi'kan gue mau pulang lagi” jawab Arka menenangkan gadis itu
Arsha menunduk, “Secepat itu, ya, Ar..?”
Secepat itu? Baru saja dirinya bahagia dan merasa tenang karna lelaki itu ada di sampingnya. dan sekarang Arka akan meninggalkan nya kembali?
Arka menoleh, dan mengusap punggung tangan gadis itu.
“Maaf kak.. Gue cuman–” ucapannya terpotong karna gadis itu sudah menyahut nya
Arsha mendongak, dan mengangguk, “Iya, gue paham kok Ar. Gak papa.., gue nya aja yang terlalu manja sama lo”
Arka langsung menarik lengan gadis itu, dan mendekap nya.
“Nanti kalo gue ada hari libur, gue pasti pulang ke sini kak. Jangan takut, kan ada Adit. dia juga sama kok kayak gue, bisa jagain lo” tutur Arka sembari mengecup surai panjang milik Arsha
“Tapi, yang gue butuhin cuman lo Ar..” batin Arsha tersenyum getir
Harus menunggu? Apakah ia masih ada di sini?
Arka melepaskan dekapannya dan menatap lamar Arsha.
“Kita ke tempat yang paling lo suka, kita liat sunset gimana?” usul Arka agar Arsha tidak merasa kesepian lagi
Arsha tersenyum sambil mengangguk.
Cuaca di sore hari yang sangat mendukung, dan sekarang sudah jam empat sore. waktu waktu sunset yang sangat cantik
Mereka pun kembali melajukan mobilnya ke arah pantai. sore ini mereka akan menghabiskan nya dengan cara melihat sunset yang indah.
***
Mereka berdua sampai di pantai. Arsha dan Arka berdiri di tepi pantai, menikmati indahnya sunset yang ada di depan mata
Arsha tersenyum bahagia ketika melihat sunset yang sangat indah. Ia sangat menyukai sunset, walaupun mereka hanya datang dalam sekejap tapi cahayanya mampu membuat semua orang yang melihat nya terkagum
Arka menoleh, melihat senyuman Arsha yang terlihat sangat bahagia membuat hatinya menghangat. Sudah lama ia tidak melihat senyuman indah dari kedua sudut bibir gadis itu
“Senyum terus kayak gini ya Kak, gue suka liat senyuman lo” bisik Arka
Arsha langsung menoelh kesamping, dan mengangguk pelan.
“Cahaya senja itu singkat. Tapi, gue berharap senyuman lo nggak sesingkat cahaya senja.” tutur Arka lagi dengan lembut dan tulus
“Sejak kapan lo jago gombal kayak gini? Hemm, pasti udah punya pacar. Makanya jago gombal kan??” tanya Arsha curiga
Ia baru mendengar Arka melontarkan kata-kata yang membuat gadis di luar sana baper. setahunya lelaki itu tidak pandai gombal
“Gue bukan gombal, tapi realita”
“Iya deh terserah” ucap Arsha dengan nada mengejek.
Gadis itu bersedekap d**a sambil menatap adiknya dengan tatapan mengejek.
Arka berdecak kesal, lalu menggelitik perut gadis itu. Sampai suara tawa geli dari gadis terdengar.
“Arka! Udah, hahahha. Geliiii” ampun Arsha sambil memegang kedua tangan lelaki itu, berharap akan menghentikannya
“Jangan harap!” balas Arka. Ia terus menggelitik perut gadis itu.
Arsha berlari menghindari lelaki itu, sambil tertawa bahagia melihat Arka yang mengejarnya dari belakang
Lelaki itu mengejar Arsha dengan cepat, tidak perlu di ragukan lagi kecepatan nya.
Hap!
Arsha tertangkap oleh Arka, lelaki itu menggelitik kembali pinggang gadis itu. Arsha memegang tangan Arka, dan berucap ampun kepada Arka. Berharap Arka akan menghentikannya.
Bukannya menghentikan, Arka malah semakin semangat menggelitik gadis itu.
Arsha mundur beberapa langkah, sudah lelah tertawa karna perbuatan kembarannya. Awas saja dirinya akan membalas perbuatan kembarannya dengan yang lebih
Hingga sampai, siku tangannya tak sengaja menyenggol seseorang. bukan orangnya yang terjatuh tapi eskrim yang ada di genggaman anak kecil itu
Arsha langsung membalikan badan menatap anak kecil itu.
Ia berjongkok dan menatap penuh salah kepada anak kecil yang tadi ia tabrak
“Adek gak papa? Gak luka kan? Maaf'in kakak ya, kakak gak sengaja.” Arsha memegang tangan anak itu khawatir
Awalnya anak lelaki itu ingin mengamuk karna eskrimnya terjatuh ke pasir. Tapi, ketika melihat wajah Arsha yang sangat cantik membuat niatnya itu menjadi hilang seketika
“Gak papa kak, tangan kakak gak kenapa-napa kan? Nanti eskrimnya biar Iyan marahin” jawab anak kecil itu
Arsha dan Arka saling melempar pandangan satu sama lain. kenapa anak itu malah mengkhawatirkan siku tanganya?
Arsha menggeleng kaku, “Harusnya kamu gak usah nanyain keadaan kakak. Kakak'kan bersalah,”
“Eskrimnya kakak ganti yah,” Bryan mengangguk
Arsha menatap kearah Arka. Arka mengangguk dan melangkah meninggalkan mereka berdua untuk membeli eskrim
Bryan tersenyum saat dirinya dan Arsha hanya berdua. Ini kesempatannya untuk meminta nomornya. Arsha cantik dan harus di mintai nomor ponselnya
Jika kalian tanya ajaran dari siapa, maka jawabannya adalah dari Vurgos. dia berguru pada lelaki itu.
“Kakak cantik” panggil Bryan.
Arsha langsung menatap Bryan, “Iya, kenapa? Lama ya eskrimnya?”
Bryan langsung menggeleng, “Bukan itu kak”
Arsha menatap sekeliling, dan menemukan Arka yang tengah berjalan kearah sini dengan membawa dua eskrim di tangannya
Ia tersenyum, dan kembali menatap anak kecil itu.
“Itu eskrimnya udah dateng,” ucap Arsha sembari tersenyum
Bryan mencebik dalam hati. Ia mencoba untuk tersenyum imut di depan Arsha
Arsha berdiri, dan membelakangi anak kecil itu. Ia melihat Arka yang berjalan kearahnya.
“Bryan” panggil seseorang di belakang tubuh Bryan
Arsha terdiam di tempat kala mendengar suara berat dari arah belakang, ia mengenali suara orang tersebut. Menggigit bibir bawahnya dan langsung berlari kala orang tersebut semakin mendekat.
Arsha langsung mengambil eskrim yang ada di tangan Arka dan langsung menarik lelaki itu agar berbalik arah dan berlari meninggalkan dua orang tersebut.
“Lo kenapa narik gue kak?!” tanya Arka heran karena tiba-tiba saja ia di tarik
Bukannya kata Arsha dia harus memberikannya kepada anak kecil tadi?
“Diem jangan banyak omong! Ayok kita balik, gawatttt!” jawab Arsha dengan gelisah
Mereka berdua sampai di samping mobil mereka, lalu Arsha dan Arka langsung masuk.
Arka menatap heran Arsha, “Kenapa kita lari? Kita harus ganti eskrim anak kecil itu kak”
“Jangan!” cegah Arsha memegang tangan Arka
Lelaki itu menatap dengan tatapan tak mengerti.
Arsha menarik napas banyak-banyak, menatap balik Arka
“Orang dewasa yang tadi manggil anak kecil itu, satu sekolah sama gue. Dan gue kenal dia”
Arka diam sebentar masih belum mengerti apa yang di katakan oleh gadis itu
Lalu sedetik kemudian ia membuatkan matanya, “KOK BISA!?? LO DEKET AMA TUH COWOK?!?” Teriak Arka reflek
Arsha menggeplak tangan lelaki itu karna berteriak tiba-tiba.
“Jangan teriak!”
“Eh, iya sorry. Reflek hehe”
Arsha mendengus, lalu ia menyuruh Arka untuk melajukan mobil dan meninggalkan area pantai
Hampir saja Arsha akan ketahuan. Kalo Alex tahu wujud aslinya ketika ia berias dan rambutnya di gerai. Maka, semuanya akan terancam dan gagal
Sedangkan di pantai, tepatnya di tempat Bryan yang masih menatap Arsha yang meninggalkan nya begitu saja.
Bryan menatap Alex kesal. Padahal sedikit lagi rencananya akan berhasil tapi lelaki itu menggagalkan semuanya
“Abang kenapa kesini?! Kakak cantiknya jadi kaburkan gara-gara abang!” Bryan mencak-mencak kepada Alex
Alex menatap Bryan terheran kenapa anak itu menyalahkan nya?
“Ayok balik udah mau maghrib” ajak Alex tak mendengar kan ucapan Bryan tadi
“Gak mau!” tolak Bryan
Alex menghembuskan napasnya, “Lo mau di bawa wewe gombel kagak mau balik hah!?” tanya Alex galak
Ia sudah lelah. Baru saja ia pulang dari sekolahnya dan tadi ketika sampai di rumah Vina menyuruh nya untuk menjemput anak menyebalkan ini ke pantai.
Bryan menggeleng, enak saja kalo ia di culik terus nanti penerus Vurgos siapa?
“Gantiin eskrim dulu, tadi jatoh” suruhnya sambil menunjuk ke bawah pasir yang ada eskrim terjatuh di sana.
“Ikhlas'in aja, ayok balik buru! Gue capek” Alex tidak nurut dengan ucapan Bryan
“Nggakkkk!! Gantii dulu eskrim!” kekeh Bryan
Alex menatap Bryan dengan tatapan garang, ia sudah capek dan lelah. Hanya ingin istirahat tapi bocah menyebalkan ini membuat ulah!”
“Balik atau gue lemparin lo ke tengah pantai?!”
***
Seperti perkataan nya kemarin sore, Arka sudah bersiap untuk pulang kembali ke Australia. ia hanya di ijinkan 2 hari oleh Wisnu. Masih mending ia di ijinkan dari pada tidak kan
Sebenarnya Arka sendiri masih ingin di sini lebih lama, tapi ia juga tak mau jika Arsha akan kembali di salahkan.
Arsha menatap Arka yang baru saja selesai memasukkan kopernya ke bagasi mobil.
Arka tersenyum tipis menatap balik Arsha, gadis itu sudah rapi dengan pakaian sekolah nya. ia sudah menyuruh Arsha untuk tidak masuk sekolah dahulu karna gadis itu butuh istirahat.
Tapi Arsha menolak dan kekeh akan ke sekolah. Memang gadis yang sangat keras kepala
Sudah ada Adit di samping Arsha, dengan pakaian yang sama. Mereka tidak akan mengantarnya ke bandara, karna Arka sendiri yang menolaknya. Jika mereka mengantarkannya maka mereka berdua bisa saja terlambat datang.
Arka menyalami Adit dengan tos ala ala anak muda, dan berpesan agar menjaga Arsha sebisanya. dan Adit tentu tidak sama sekali keberatan. Adit sendiri sangat senang karna dirinya merasa mempunyai seorang adik
Lelaki itu beralih menatap kembarannya, ia tersenyum tipis lalu mendekap gadis itu.
“Gue pamit kak, kalo ada apa-apa hubungin gue. maaf gak bisa lama.” bisik nya pelan
Arsha membalas dekapan lelaki itu, ia mengangguk mendengar ucapan kembarannya. Sangat berat jika dirinya harus berpisah kembali dengan Arka.
Ia sangat merasa nyaman jika Arka ada di sisinya.
Arka melepaskannya, dan mengecup pelan kening gadis itu
“Gue sayang sama lo kak. mamah juga Rindu, kalo ada libur gue ajak mamah pulang ke sini yah” ucapnya
Arsha mengangguk lagi sambil tersenyum sebisa mungkin.
Sedangkan di luar pagar, seseorang dengan menaiki motor dan memakai pakaian sekolah serta memakai helm mengamati interaksi antara adik dan kakak itu
Di balik helm nya orang itu terheran-heran mengapa gadis yang ia sukai sangat akrab dengan lelaki itu? dan mengapa lelaki itu mengecup kening milik Arsha?
Tidak mungkin jika itu adalah kekasih Arsha bukan?
“Siapa tuh cowok?” menolog Arga heran.
Ya, lelaki itu adalah Arga. Ia tadi berniat untuk melihat Arsha. karna kemarin gadis itu tidak masuk. Membuat ia kepikiran
Melihat kejadian itu membuat dirinya sedikit iri hati. Dan bertanya-tanya siapa lelaki itu?
Ia pun segera melajukan kembali motornya meninggalkan rumah Arsha.
Tbc.