PROLOG HUMORISTIS
Penulis HS JORI
Apa kau suka Humor?
Haduh... aku cukup pusing.
Berdebat dengan Pak Dosen galak dan juga kawan-kawan yang tidak mengerti, itu sungguhlah menyebalkan. Padahal aku ini bukanlah ketua kelas.
Minggu lalu saja Pak Dosen galak malah mengomeliku dengan keras, yang lebih anehnya lagi, mereka pun hanya diam saja dan seperti tak perduli.
Satu Minggu yang lalu
Pak Dosen Galak:"Wey wey... Mana absensi dan mahasiswa yang lainnya Yupi,? Kamu Yupi kan,?" Dia bertanya padaku cukup keras, karena yang datang pagi ini baru aku saja.
DOSEN GALAK
Aku mau mengomel-ngomel keras-keras kepada mereka hari ini, supaya mereka takut. Mengajar kok mahasiswanya pada malas seperti ini, mau jadi apa mereka itu?.
Eh tapi aku mesti lihat-lihat juga, soalnya Yupi ini cukup pintar orangnya, dan sedikit berbeda dari mahasiswa yang lainnya. Katanya Pak Turi kemarin begitu, soalnya dia murid kesayangannya Pak Turi, Dosen Galak berkata dalam benaknya.
YUPİ YUPİTER
Pak Dosen Galak bertanya kepadaku di satu Minggu yang lalu. Dia menanyakan kemana mahasiswa yang lainnya.
"Waduh..., saya tidak tahu Pak,! kemana ya mereka-mereka semuanya,!" Aku menjelaskan dengan hormat kepadanya.
"Loh..., kok bisa kamu tidak tahu, kalian mau kuliah atau bagaimana ini,!?" Pak Dosennya bertanya dengan semakin keras.
Aku jawab dan ku mau berkuliah, akan tetapi aku memang benar-benar tidak tahu, dimana mereka-mereka kawan kelasku semuanya.
Aku jarang terlambat, bahkan beberapa menit sebelum perkuliahan dimulai, biasanya ku sudah hadir. Tapi pada pagi ini Pak Dosennya begitu marah, mungkin karena ketidakhadiran yang lainnya, padahal aku bukanlah ketua kelas.
"Gimana sih Pak Dosennya.?"
Apalagi Shesi Rheinyu, yakni mahasiswi teman kelasku yang sangat pendiam, padahal aku cukup suka kepadanya. Aneh kupikir wanita ini, jika ada orang yang suka, namun ia malah berdiam diri.
SHESİ RHEİNYU
Waduh, kenapa ya Kak Yupi memandangi aku terus?. Ada apa ya?. Apa dia suka kepadaku?. Hmm... sepertinya begitu.
Wah kalau begini, aku mesti cari tahu nih. Apakah Kak Yupinya sudah punya pacar atau belum ya?. Aku cukup suka juga kepadanya, tentu aku senang di perhatikan seperti itu olehnya.
Hmm... dan aku mau coba mengobrol dulu dengannya nanti, siapa tahu dia cocok kepadaku, Shesi berkata dalam benaknya.
YUPİ YUPİTER
Aku memandanginya Shesi pada Minggu yang lalu, karena perkuliahan kami cukup rumit dan pelik, begitu juga dengan perasaanku.
"Aku punya rasa suka kepadanya Shesi."
Rupanya di awal semester dua ini dihiasi dengan pertengkaran. Aku hanya ingin perkuliahannya menjadi mudah, tapi Pak Dosennya malah marah-marah.
"Hey..., Kamu mau berkuliah atau tidak,? melongo saja kamu,!?" Pak Dosennya bertanya dengan cukup kencang kepadaku.
Di kelas ini hanya ada aku dan Shesi saja, Kami berada di Kelas B dan ruang KKM 1 pada sekarang ini.
"KKM adalah Kelas Komedi Milenia."
Setelahnya aku menjawab Pak Dosennya dengan baik dan ramah.
"Oh Iya Pak.... Siap. Saya mau kuliah Pak,! Saya rajin banget Pak, pagi-pagi sekali saya sudah disini Pak,!" Aku menjelaskan kepadanya dengan penuh hormat.
"Ah...., terserah. Saya tidak mau tahu, kalau belum ada mahasiswanya, saya tidak mau masuk ke kelas, paham kamu,!" Katanya Pak Dosen yang tampak kesal.
Dia Kesal dalam menatapku, mungkin karena hanya aku dan Shesi saja yang baru datang. Pak Dosennya sedang duduk di depan ruangan kelas dan terdiam. Aku benar-benar tidak tahu, dimana mahasiswa yang lainnya berada pada saat ini.
DOSEN GALAK
Waduh, pie toh iki. Mahasiswa macam apa ini,! jam perkuliahan sudah dimulai, kok yang hadir hanya segini.
"Gimana sih kalian!."
Wah wah wah, Kelas macam apa kalau begini. Hmm... ternyata seperti ini ya kalau mengajar jika mahasiswanya pada bandel.
Wow, aku mesti sedikit keras dan membentaknya. Aku akan omel-omelin mereka, supaya mereka takut gitu, hahaha, Pak Dosen Galak berkata dalam benaknya.
YUPİ YUPITER
Aku duduk dan diam, kemudian ku mengirimkan pesan singkat chating kepada mereka yang lainnya, lalu aku bertanya mengapa belum juga datang ke kelas sekarang ini.
"Halo... selamat pagi. Kalian-kalian ini dimana ya,? Mengapa kok belum juga datang ke kampus sekarang,? perkuliahan kita sudah di mulai Loh,!" Aku bertanya pada grup kelas melalui chat, dan ada juga yang satu persatu ditanyakan.
"Pesan belum tersampaikan, pesan belum terkirim, pesan sudah di baca, pesan masih menyangkut, pesan masih menunggu," Seperti itulah pemberitahuan notifikasi dari aplikasi terkini.
"Aplikasinya bernama CHATYUK, terbaru pada zaman Milenia sekarang ini."
Beberapa saat setelahnya ada yang menjawab dengan seenaknya saja, ada yang bilang izin, pulang kampung, baru bangun tidur, lagi dijalan, lagi olahraga dan lain-lainnya.
"Padahal jam sekarang ini sedang waktunya kuliah kan!, kok bisa-bisanya mereka tidak perduli pada perkuliahannya, malah dijawab oleh mereka seperti itu, aneh sekali."
Begitulah jawabannya para mahasiswa yang lainnya. Aku tidak begitu kenal dan tahu, bahwasanya Pak Dosen ini adalah seorang pengajar yang galak.
"Gelarnya adalah Pak Dosen Galak, katanya mereka-mereka begitu."
DOSEN GALAK
Siapa yang sering bilang kalau saya ini galak,? bahkan ada memberi gelar lagi, ada-ada saja para mahasiswa dan mahasiswi itu.
Wah..., aku mengajar telah cukup lama loh, tapi kok mereka malah begitu kepadaku. Aku pada saat sekarang ini sedang menjabat sebagai ketuanya KİPE, yakni Kimer Perpustakaan.
"Di Universitas Kimer Techno Zhilogic."
Seharusnya mereka pada hormat kepadaku. Ada-ada saja mereka, Pak Dosen Galaknya berkata.
YUPİ YUPİTER
Hari ini merupakan pertemuan pertama kami di semester Dua. Teman-teman yang lainnya pernah bercerita, bahwa Pak Dosennya memang galak dan keras kepala.
"Bahkan seperti orang yang sedang kebingungan," Mereka menceritakannya padaku.
Aku belum kenal dengannya, karena semester yang lalu, kami tidak diajar olehnya. Aku harap, semoga mahasiswa yang lainnya tidak bersengketa dengannya.
Aku harus berfokus pada perkuliahan dan bukannya perdebatan. Sampai saat ini pun belum ada juga teman-teman kelasku yang datang, lalu aku bertanya pada Pak Dosennya.
"Permisi ya Pak.... Bagaimana kalau mereka tidak jadi datang berkuliah, gimana ya Pak,? soalnya sekarang sudah telat 30 menit Pak?" Aku bertanya dengan hormat dan juga deg-degan.
"Ah....sudah-sudah, saya tidak mau tahu,! itu urusan kamu,!" Dia berkata keras padaku dan kemudian diam.
"Mengapa Pak Dosennya begitu, itukan urusannya ketua kelas, sedangkan aku kan, bukanlah ketua kelas, wah ga beres kalau begini."
Suara ocehannya Pak Dosen begitu garang, aku mendengarkannya dan menurutinya, tentunya agar ia tidak marah kepadaku.
Pada saat ini, aku juga sedang mencari cinta, ketenangan dan juga kesuksesan, tentu ku menjalani prosesnya dengan Baik.
Aku berkuliah di Jurusan Akting Kontemporer pada Fakultas Seni Drama KR. Tentu di Universitas Techno Zhilogic. Katanya dan aku dengar-dengar, Pak Dosen galak ini juga mengajar di Universitas Maniskas Damba Seniya.
Dia mengajar kami pada mata kuliah Humoristis, dan segala macam cabangnya. Aku dan Shesi kemudian terdiam sejenak melihatnya Pak Dosen.
Aku cukup heran, kemana mereka-mereka yang lainnya, padahal mata kuliah ini sungguhlah kocak, tentunya tidak membosankan, tapi kok mereka malah tidak hadir.
Kejadian yang seperti ini ada pada perkuliahan kami, tepatnya di satu Minggu yang lalu. Waduh, aku cukup pusing kalau begini.
"Pak Dosen HUMORİSTİS itu terkenal galak, tapi begitu di hormati."