Haduh aku cukup pusing.
"Shesi, apa kau suka humor,?" Tanyaku padanya sambil menunggu yang lainnya.
"Hmm... iya kak. Terutamanya mata kuliah Humoristis ini," kata dia dan tersenyum.
Namun aku berpikir dan bagaimana ya,? kalau mereka benar-benar tidak jadi datang berkuliah pada pagi ini?. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelahnya, ketua kelas datang menyapaku dan juga Pak Dosen galak dengan cukup hormat, namun sayangnya ia juga memarahinya.
DOSEN GALAK
Wah siapa lagi yang datang ini ya?. Apa dia ketua kelasnya?. Hmm... akan saya bentak dan aku omeli juga dianya.
Ketua kelas macam apa ini?.
Seenaknya saja datang terlambat, dia pikir kampus Kimer ini bisa santai-santai begitu. Wah kalau begini, mesti aku bentaki mereka, agar dia mengerti dan takut, Dosen Galak berkata dalam benaknya.
"Halo... salam dan selamat pagi Pak,! apa kabarnya ya,?" Sapaannya ketua kelas dengan sopan padanya Pak Dosen.
"Apa kamu,! selamat pagi,! ini sudah jam berapa,? dan kamu siapa,?" Pak Dosennya bertanya dengan nada yang keras.
"Loh..İni Saya Pak, gimana sih, kok ga tahu,?" Katanya Peyo dan tampak bingung.
"İya..., kamu itu siapa,? loh loh loh, apa-apaan kamu, saya memang tidak tahu,!" Katanya Pak Dosen dan menatap Peyo heran.
YUPİ YUPİTER
Pak Dosennya malah tidak mengenali, kalau yang baru saja hadir itu adalah si ketua kelas. Mereka berdua lalu jadi berdebat, dan aku mendengarkan saja ocehannya.
Aku baru saja tahu jika Pak Dosen ini begitu garang, mungkin karena ini adalah pertemuan pertama kami.
"Pak Dosennya Galak, Ganas dan Garang, kalau disingkat menjadi PD triple GGG."
İni adalah pertemuan pertama kami, tentunya masih dalam tahap perkenalan, tapi aku telah merasakan adanya sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Pada semester awal kami tidak berjumpa dengannya.
Kami berbincang dan menjelaskan kepadanya Pak Dosen, namun tampaknya ia tidak mengerti.
"İni loh..., saya ketua kelasnya Pak, gimana sih Pak,! eh Kak Yup gimana,?" Katanya Peyo padaku dan Pak Dosen serta tampak bingung.
"Apa sih kamu ini...,! lah loh lah loh saja, kamu mahasiswa apa bukan,?" Tanyanya Pak Dosen pada Peyo, tentu karena ia tidak kenal.
Aku pernah mendengar kabarnya, bahwa Pak Dosen ini memanglah ganas. Baru kali ini kurasakan ada seorang Dosen yang marah dengan begitu keras, hingga sampai membuatku merinding.
"Tiba-tiba jadi merinding."
"Hey...Kamu dengar ga,! apa yang saya katakan tadi,?" Pak Dosennya bertanya lagi pada ketua kelas, namun Peyo malah diam saja.
Aku mendengarkan suara bentakannya yang sungguh membahana, bahkan bisa membuat bergetar ruangan, lalu sampai ke kupingku dan terasa cukup panas.
Ternyata seperti inilah rasanya menjadi seorang mahasiswa humoristis. Pada umumnya aku bertemu dengan para Dosen-dosen yang baik dan ramah, namun kali ini nampaknya lebih berbeda dari umumnya.
Karena telah dibentak oleh Pak Dosennya dengan keras, lalu Peyo berkata kepadanya.
"Hmm.... begini Pak, apa sebaiknya kita masuk saja dulu ke kelas ya Pak,! biar kita bisa sama-sama memperkenalkan diri, begitu Pak,!" Seruannya Peyo pada Pak Dosen.
"Ah... kan sudah saya bilang,! kalau tidak ada mahasiswanya,! saya tidak mau masuk,! paham kamu,! begini begono begitu...apa-apaan kamu,!" Katanya Pak Dosen menjelaskan dan tangannya di rapatkan ke d**a.
"Maksudnya begini Pak..., biar nanti saya hubungi yang lainnya,! saya suruh masuk ke kelas mereka semuanya Pak, gitu,!" Aku membantu menjelaskan karena untuk menenangkan keadaan.
"Ya sudah sana,! hubungi cepat,! ayo,!" Katanya Pak Dosen dan keningnya mengkerut.
PEYO YOPİO
Waduh, ini Pak Dosennya kok begini ya,? marah-marah tidak jelas. Aneh?. Hmm... ada apa ya?.
Padahal ini kan pertemuan pertama kami, tentu kami pun belum mengenalnya. Kok dia tiba-tiba marah.
İni Dosen apa bukan sih?.
Aneh saya kalau begitu, Peyo berkata dalam benaknya.
DOSEN GALAK
Oh si dia rupanya ketua kelasnya?. Hmm... akan saya bentaki dia. Perkuliahannya sudah telat tiga puluh menit, kok dia baru datang.
Ketua kelas macam apa dia?.
Ada-ada saja pada pagi ini. Wah kalau begini, mesti saya katakan kepada bagian akademik kampus Kimer, ada-ada saja mereka itu.
Saya ini ketuanya KİPE loh, kok mereka malah begitu, mesti saya omel-omelin nih, biar mereka kapok, Pak Dosen berkata dalam benaknya.
YUPİ YUPİTER
Peyo mengatakan untuk masuk ke kelas saja agar lebih enak dan santai, namun Pak dosennya tidak menghiraukan anjuran dari ketua kelas. Dia tetap berdiri di depan kelas sambil matanya melotot, lalu menatap tajam ke arah kami berdua.
Sedangkan Shesi, ia telah masuk dan sedang duduk di dalam kelas. Walaupun Pak Dosennya terkenal galak, tapi aku sangat menghargai dan menghormatinya, karena ia sudah mau datang mengajar dan memberikan materi pelajaran.
"Pak Dosen Galak HUMORİSTİS memang terkenal galak, tapi aku begitu menghormatinya."
Aku tidak mengetahui bagaimana karakteristiknya Pak Dosen, karena kami baru saja bertemu dengannya pada pagi ini. Sementara di semester yang sebelumnya tidak pernah.
Aku cukup kaget ketika di pelototi olehnya Pak Dosen. Kami sekarang bertiga di dalam kelas, dan mungkin akan ada pesan chat dari mereka yang lainnya.
Namun setelah beberapa menit berlalu, tapi tidak ada juga pesan dari mereka, sehingga hal itu membuatku menjadi cemas dan bertanya-tanya.
"Permisi Pak, bagaimana ya perkuliahan kami pada pagi ini,? apakah jadi kita kuliahnya Pak,?" Tanyaku dengan sopan padanya.
"Oh iya. Apa kamu bilang,? Kuliah,? saya kan sudah bilang, kalau tidak ada mahasiswanya, tidak akan mengajar, paham kamu,!" Katanya ia dengan cukup keras.
Kemudian tiba-tiba Peyo menyahut perkataannya Pak Dosen.
"Tidak apa-apa Pak, mengajar saja,! Kami bertiga juga cukup loh Pak, dan gimana Pak,?" Katanya Peyo.
"Apa-apaan kamu,! masa saya mengajar cuma tiga orang, ada-ada saja kamu,!" Katanya Pak Dosen dan kemudian diam.
DOSEN GALAK
Masa saya mengajar cuma tiga orang, baru kali ini ada kejadian yang seperti ini. İni mahasiswa kampus apa sih?.
Aneh?.
Sudah telat tiga puluh menit malah minta diajar lagi, mereka pikir mereka itu siapa?. Saya ini Dosen senior loh, kok mereka malah seperti itu?.
Akan tetapi aku mesti cari tahu juga, mengapa mereka-mereka tidak hadir pada perkuliahanku pada pagi ini?.
Ada apa ya,? apa mereka takut kepadaku?. Hmm...sepertinya begitu.
Aku pernah mendengar, bahwa banyak yang bilang, kalau aku ini cukup galak kalau mengajar, tapi aku pikir itu adalah hal yang biasa. Mungkin karena suaraku yang keras sepertinya, Pak Dosen berkata dalam benaknya.
YUPİ YUPİTER
Aku telah berpikir, bagaimana nantinya jika mahasiswa yang lainnya tidak jadi datang ke kampus,? tentunya Pak Dosen akan marah besar.
Aku bukanlah ketua kelas, tapi ku cukup perduli atas apa yang terjadi di dalam kelas ini. Aku pikir hal itu cukuplah lucu, karena hanya kami bertiga saja yang hadir pada pagi ini.
"Entah kemana mereka-mereka mahasiswa yang lainnya?."
Padahal kita ini sudah di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan sudah mau diwisuda, tapi kok mereka malah begitu. Haduh... aku cukup pusing kalau begini.