Bianca terdiam. Tiba-tiba dadanya terasa sangat sesak. Ada apalagi ini? “Sebentar ya, Na. Nanti Ibu telfon kamu lagi,” ujar Bianca akhirnya. “Baik, Bu. Bu Anita mau nunggu katanya.” Bianca tutup panggilannya. Wajahnya menunjukkan kecemasan. “Siapa, Ma?” tanya Haikal. Dia bingung dengan ekspresi wajah mamanya yang menunjukkan kekhawatiran. “Maminya Raymond mau datang ke rumah sore ini,” jawab Bianca pelan sekaligus cemas. Haikal langsung ikut khawatir kembali mengingat pertemuan mamanya dengan Mami Raymond yang penuh drama beberapa bulan yang lalu. Masih ingat wajah cemas mamanya serta tubuh mamanya yang lunglai, setelah Raymond dan maminya pergi dari rumahnya saat itu. Bianca memintanya memeluknya kuat-kuat sambil lirih mengatakan, “Mama cerai, Nak,” lalu meraung menangisi perceraia

