"Mas ....kan aku udah bilang, jangan bangunin," ujar Binar dengan suara lembut. Kembali keluar rumah saat mendengar putrinya menangis. "Bukan, Sayang. Mas gak bangunin. Ata bangun sendiri," kilah Zean. "Bunda ... Ata mau ke rumah Teh Mira dulu." Di sela isak tangis, Permata bicara sembari menatap sang ibu. "Udah malam. Ayo, sini. Aya mandi dulu sama bunda biar seger." Binar mengambil putrinya dari tangan suami. "Tapi Ata mau ke rumah Teh Mita, Bunda," rengek Permata dan kembali menangis. "Lihat tuh. Baju Ata bau keringat. Harus mandi biar gak gatel," ujar Binar sambil membawa putrinya masuk ke dalam rumah diikuti oleh suaminya. Masih sambil terisak, Permata mencium baju yang masih menempel di tubuh. "Ata bau, Bunda?" "Iya. Bau debu, bau keringat juga. Ata kan tadi abis main di taman

