"Kebetulan banget kamu pulang, Sayang." Seketika perasaan Zean tidak enak saat mendengar ucapan ibunya. "Memangnya ada apa, Ma?" Bertanya dengan cemas. ''istri kamu dari tadi gak keluar dari kamar. Waktu disamperin sama Ata, katanya pengen istirahat. Pas Mama masuk, dia lagi tidur. Tapi mama khawatir. Belum makan juga loh dari tadi." Elia benar-benar cemas dengan menantunya. Zean apalagi. Lebih camas. Gegas beranjak, tanpa peduli pada ibunya. "Tunggu, Ze!" "Ada apa lagi, Ma? Aku mau ngecek keadaan Tari." Zean tidak sabar ingin segera melihat sang istri. "Apa kamu belum bilang sama istri kamu kalau kamu mau keluar kota?" "Mama tahu dari mana?" Zean bertanya balik. "Tahu dari istri kamu lah. Mama pikir kamu udah kasih tahu dia makanya tadi Mama tanya sama dia, kamu jadi atau enggak k

