118. Ucapan Ibu Mertua

1101 Words

Binar terbangun saat merasakan sesuatu. Menatap heran. Permata sedang meraba-raba perutnya. Sesekali anak itu menempelkan telinga. "Ata lagi apa?" Permata terperanjat. Terkejut mendengar suara ibu yang ia kira masih tidur. "Ata terkejut, Bunda." Binar bangkit, duduk berhadapan dengan putrinya yang entah sejak kapan ada di sana. "Memangnya Ata tadi lagi apa?" "Ata lagi lihat perut Bunda. Kenapa kecil terus? Kapan besarnya, Bunda?" Binar terkekeh kemudian menarik tangan putrinya agar mendekat lalu memeluknya. "Sabar dong. Nanti juga besar. Tapi memang agak lama." Permata menghempas napas berat seakan memiliki beban. "Lama. Ata 'kan maunya cepat." Mengeluh sambil mengurai pelukan. "Biar Ata belajar sabar. Gak semua yang Ata mau, bisa Ata dapat dengan cepat," ujar Binar. Membelai lembut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD