Binar menatap kesal, ini bukan soal suka atau tidak suka suami pergi ke luar kota. Zean menatap penuh sesal. "Mas minta maaf, Sayang. Sekarang mas harus apa biar kamu gak marah lagi?" "Tinggalkan aku. Aku mau istirahat." Binar membelakangi suami. "Gak bisa, Sayang." Wanita itu kembali berbalik. Menatap kesal pria yang sedang Bersamanya. "Kenapa gak bisa? Tadi katanya mau aku maafin," protesnya kemudian. "Tapi kamu belum makan, Sayang. Kamu lagi hamil loh." "Kenapa? Mas khawatir sama anaknya?" "Bukan cuma sama anak kita. Tapi mas lebih khawatir sama kamu," sahut Zean, hati-hati. Jangan sampai ia salah bicara. Urusan bisa panjang nanti. "Kalau gitu, tinggalkan aku! Jangan pegang-pegang!" hardik Binar saat melihat tangan suami terulur mendekat. "Mas cuma mau ambil ini." Meraih sesuat

