"Sayang!" panggil Zean seraya melangkahkan kaki. "Kamu lagi ngapain di sini?" tanyanya sambil mengusap pundak istrinya. "Haus," sahut Binar, "Mas mau apa ke sini?" Zean duduk di samping sang istri. "Mas cari kamu, Sayang. Abisnya kamu gak balik-balik." Malam itu di luar sedang turun hujan. Rintiknya terdengar hingga ke dalam rumah. "Kamu kenapa? Apa ada yang ganggu pikiran kamu?" tanya Zean. Binar menatap suami. "Mas jadi berangkat?” tanyanya pelan. Zean membalas tatapan sang istri kemudian mengangguk. "Semuanya udah siap. Mas dan papa udah sepakat." Binar menarik napas dalam. "Cuma satu malam, Sayang. Mas janji," ujar Zean lagi. "Dulu juga Mas bilang cuma satu malam," sahut Binar. Zean diam. Baru menyadari hal itu. Diraihnya tangan sang istri, lalu mengehela napas panjang. ''Mas

