"Astaghfirullah, Mas ... kaget aku," pekik Binar saat membuka pintu kamar mandi dan suaminya berdiri di sana. "Mas bukannya tadi udah tidur?" "Maaf, Sayang. Mas ketiduran." "Gak apa-apa. Mas memang masih harus banyak istirahat. Mau ke kamar mandi?" Zean menggeleng. Binar mengernyit. Ia mengira suami terbangun karena ingin ke kamar mandi karena itu ada di depan pintu. "Terus? Kenapa Mas ada di sini?" "Mas tadi kebangun dan gak lihat kamu. Makanya mas mau mastiin kamu ada di kamar mandi. Ayo, sini. Mas mau cerita sama kamu." Zean menarik tangan sang istri menuju sofa. Binar menurut tanpa banyak protes. Hingga mereka duduk bersisian, ia masih menunjukkan suaminya bicara lebih dahulu. "Mas mau tanya." "Tanya apa?" "Apa kamu pernah nikah selama mas pergi?" "Pertanyaan macam apa itu? M

