"Ata mau mangga?" tanya Binar, upaya membujuk putri yang sejak tadi tidak mau bicara padanya. Permata tidak menanggapi. Asik sendiri dengan mainannya. "Teteh, Ata pinjem pissau," ujarnya. Almira menyodorkan pissau mainan yang terbuat dari plastik. "Teh Mira aja deh. Mau mangga enggak?" "Mau, Bunda." Almira mengangguk. "Ya udah. Tunggu sebentar. Bunda potongin dulu." "Oke, Bunda." Hingga sang ibu berlalu, Permata masih pada mainan. Sedikitpun tidak mengindahkan ibunya. "Teteh lihat, Ata masak ayam goreng." Binar menoleh sekilas. Setelahnya pergi ke dapur untuk menyiapkan buah-buahan bagi kedua anaknya. "Ata masih marah?" tanya Fani. "Sepertinya. Dia masih gak mau bicara sama aku,'' jawab Binar. Wanita paruh baya itu terkekeh. "Emang sih. Buah jatuh gak jauh dari pohonnya." "Mam

