131. Minta Maaf

1102 Words

Plak! "Aduh! Mama apa sih? Baru juga sampai rumah udah maen pukul-pukul aja." Zean mengaduh saat sang ibu memukul lengannya dengan cukup kencang. "Baru pulang tapi udah bikin gaduh seisi rumah," sahut Elia. "Hah? Maksud mama apa, sih? Memangnya aku ngapain?" Zean menatap bingung. "Kenapa kamu nggak menjawab telepon? Kamu gak tau semua orang cemas. Ini datang-datang cengar-cengir tanda merasa bersalah," omel Elia. Zean merogoh ponsel dari saku celana. Benar saja, ada puluhan panggilan tak terjawab di sana. Tersenyum meringis sembari menatap ibunya. "Maaf. Ini tadi lupa handphonenya masih di-silent. Lagi pula susah ambil handphone kalau lagi di motor," cengirnya, "Ata di mana, ya? Aku mau ketemu sama dia." Bertanya kemudian. Binar berlalu tanpa mengatakan apa-apa. "Kamu ini gimana sih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD