Selin hanya diam saat Satria meletakkan segelas matcha. Mereka akan makan malam bersama kali ini. Makanan sudah tertata dengan baik. Hasil masakan Satria. Pandangan Selin masih kosong. Satria pun mengambil nasi dan meletakkan di piring perempuan itu. Ia mewajarkan sikap Selin kepadanya saat ini. Setidaknya perempuan itu sudah mau bersikap kooperatif. Jadi Satria tidak akan menuntut apapun lagi. “Dia akan segera bertindak saat tahu kita berdua pergi ke Bali untuk acara itu.” Satria mengucapkannya seraya mengambilkan lauk untuk Selin. Selin pun kemudian bangkit dari duduknya. Ia jadi tidak berselera makan setelah Satria membahas itu. Bahkan sebenarnya sejak awal juga Selin sudah tidak berselera. “Terima kasih untuk makanannya tapi maaf, gue bener-bener nggak berselera.” Satria mena

