Satria meletakkan matcha di atas meja. Malam ini ia dan Selin akan begadang untuk mematangkan rencana yang sudah mereka susun. Satria sudah sangat hafal bahwa Selin menyukai matcha. Jadi ia akan selalu memastikan ada matcha di sekitar perempuan itu bila mereka sedang serius seperti ini. “Sabtu ini nikahan anaknya Pak Yusuf. Gimana caranya gue bisa pergi kesana sama Ben?” Satria duduk di kursi yang terletak di depan Selin. Ia menatap perempuan itu yang kini nampak berpikir keras untuk rencana selanjutnya. “Kamu sepertinya sangat bersemangat untuk bersama Ben.” Selin pun tertawa sarkas. Ia sangat kesal dengan Ben setelah tahu apa yang dilakukannya. Selin melakukan ini semerta-merta sebagai pembalasan dendam sekaligus agar ia bebas dari lelaki yang menyukainya dengan cara mengerikan. Ben

