Baru hari jumat tapi Sebastian sudah meminta Selin datang ke ruangannya. Tentu sudah jelas untuk membahas mengenai perekrutan itu. “Jadi apa jawaban kamu, Selin?” “Bukannya waktunya seminggu ya, Pak?” tanya Selin. “Saya ingin tahu jawaban itu sekarang.” Selin berusaha bersikap biasa saja meski ia terkejut. Seharusnya Ben sudah bertindak, kan? Apa lelaki itu terlalu santai karena seperti Selin yang menganggap bahwa ini belum seminggu sejak Sebastian memintanya memahami kontrak dan berpikir setuju direkrut atau dipecat. Selin tidak bisa menjawab. Sebastian menghela napasnya. “Saya minta maaf, Selin. Saya sepertinya atasan yang terlalu kejam ya memaksa kamu.” Selin langsung menoleh kepada Sebastian. Sepertinya Ben memang sudah bertindak. “Anggap saja saya tidak pernah menawarkan ini

