Ini mereka takut apabila Rio datang kembali menemui mereka dan juga mencari masalah dengan mereka.
Namun Lili berjanji kepada mereka pasalnya lily tidak mau jika mereka kenapa kenapa atas perbuatan dari Rio tersebut pasalnya lily i begitu mencintai mereka dan juga tak terima apabila mereka di sakiti oleh ayahnya sendiri. Karena semakin malam mereka akhirnya Pergi ke kamar mereka masing-masing dan juga tidur.
Malam itu begitu itu menjadi kesempatan buat mereka untuk beristirahat dimana seharian mereka harus bergelut masalah dengan Rio di mana hal itu tak bisa membuat diri mereka tenang.
Di pagi hari mereka terbangun dan juga saling berkumpul di ruang tengah. Lily membantu ibunya menaiki kursi roda agar Ibunya bisa berkumpul bersama dengan yang lain.
Sampai di ruang Tengah Cindy pun mulai berlari ke dapur untuk menyiapkan makanan dan tak berselang lama Ria dan juga nenek pun pergi menghampiri dinding dan mereka berdua berniat untuk membantu Cindy menyiapkan makanan untuk sarapan mereka semua.
Mereka bertiga mulai memikirkan menu untuk mereka masak. Hingga akhirnya mereka memasak sayur sop dengan disertai goreng-gorengan lainnya.
Mereka bertiga nampak begitu senang untuk menyiapkan makanan buat keluarga mereka. Hingga tak berselang lama makanan pun sudah matang dan mereka bertiga mulai membawanya ke ruang tengah agar bisa dinikmati oleh semua orang yang ada di sana untuk menu sarapan.
Semua orang pun memuji masakan mereka bertiga dengan mengacungkan jempol di mana hal itu semakin menambah kehangatan dan juga kedekatan mereka semua.
Mereka begitu berharap jika hari ini tidak ada yang mengganggu Mereka lagi dan mereka berharap juga Rio tidak datang lagi untuk mengganggu dan juga mengusik kehidupan mereka dimana Hal itu membuat mereka tidak senang apalagi semakin membenci Rio pasalnya Rio tidak bisa melepaskan dan juga membiarkan mereka untuk bahagia.
Tak berselang lama suara teriakan Rio pun terdengar dimana Dia menyuruh mereka untuk membukakan pintu rumah nenek dan kakek tersebut di mana tujuan Rio hari ini tetap sama yaitu ingin merebut Santi dan juga Lili dari tangan mereka untuk dijadikan sebagai penghasil uang untuk Riau gimana dengan mereka berdua tak akan bersusah payah ya untuk bekerja. Namun Lili yang sudah mengetahui tujuan dan maksud dari Rio pun mulai tidak senang dan juga selalu ingin memusuhi ayahnya tersebut dan ingin ayahnya tersebut pergi dari kehidupannya dan juga ibunya tersebut pasalnya lirik ingin bisa bahagia bersama ibunya tanpa kehadiran dari ayahnya dimana Hal itu membuat dirinya merasa kecewa akan sifat ayahnya yang begitu kejam terhadapnya dan dan ibunya tersebut.
Lili pun mulai menembus pintu dari rumah nenek dan kakek tersebut dan cirinya coba untuk mengerjai Ayah yang tersebut di mana Dirinya mendorong tubuh Riau hingga terjatuh tersungkur dalam tanah. Dengan tubuhnya yang mulai terjatuh Rio pun menebak jika itu merupakan perlakuan dari anaknya tersebut yaitu Lili dimana Rio langsung memarahi Lily walaupun tidak melihat keberadaan Dari Lili dirinya membentak dengan menghina Lily sebagai anak yang durhaka karena telah mendorong Rio yaitu ayahnya sendiri.
Mendengar hal itu Lily pun menampakan dirinya dan dan dia bilang jika dia sudah tidak lagi menganggap Rio sebagai ayahnya sendiri malah Lili menganggap bahwa Rio merupakan musuhnya dan lily tak peduli apalagi merasa kasihan dengan ayahnya tersebut pasalnya dari sejak dulu ayahnya tersebut tidak pernah kasihan terhadap Apa yang dilakukannya kepada anak dan istrinya selama Lili masih hidup dan mereka masih berkumpul bersama dan apabila ayahnya tersebut tidak melakukan hal tersebut maka keluarga mereka pasti akan tetap harmonis bukannya malah terpecah-belah seperti badai.
Rio pun mulai menunjukkan jari telunjuknya kearah dimana dirinya benda dan menyuruh Lili untuk diam karena masa lalunya tersebut tidak perlu diungkit-ungkit lagi dan Rio pun kini bilang jika dirinya sudah berubah dan mau memperbaiki keluarganya yang sudah retak dan hancur sini Rio mulai memohon kepada Lily untuk ikut pergi bersama ayahnya tersebut. Namun dengan tepat Lili menolak ajakan dari ayahnya tersebut Pak saya udah mau dijadikan ayahnya sebagai uang yang berjalan untuk pencuri pasarannya ia telah menanamkan kuat di hatinya untuk tidak berbuat mencuri maupun terbuat dosa.
Rio pun mulai berteriak dengan memanggil Santi dirinya ingin Santi bisa pergi bersama Rio untuk membangun rumah tangga mereka kembali menjadi harmonis dan melupakan masa lalu yang sudah membuat mereka terluka hingga saat ini apalagi membuat mereka membenci Rio dan tidak percaya lagi sama Rio.
Namun semua orang yang disana mencoba untuk membujuk Santi agar tidak termakan omongan oleh Rio pasalnya Rio hanya ingin ngomong Manis saja dan semua yang diomongkan di Rio itu pasti akan berbalik dengan kenyataan apalagi mereka tahu dimana watak Rio sebenarnya Rio tak akan bisa berubah secepat itu dan Rio pasti akan melakukan segala cara agar Santi dan Lili bisa ikut bersamanya dan percaya kepada dia.
Lili pun menyuruh ayahnya tersebut untuk pergi dan tidak mengganggu ketentraman dari lagi pasalnya ayahnya tersebut tak layak untuk dianggap sebagai keluarga dimana yang di mata ayahnya hanyalah uang tanpa memperdulikan kesenangan dan kesedihan dari Santi dan dan Lili yang ia pedulikan hanyalah jumlah uang yang ia terima dan apabila uang tersebut tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan sebelumnya lily dan juga cantik pasti akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang dulu ia rasakan.
Rio pun mulai menghampiri Santi dan bersujud kepada Santi dirinya meminta maaf kepada istrinya tersebut dan ia berjanji ia tak akan mengulangi perbuatan yang pernah dulu dia lakukan kepada mereka berdua dan Rio sendiri berjanji Kalau iya akan membahagiakan Santi dan Lili seperti orang-orang lainnya di mana menjadi keluarga yang sangat harmonis dan juga saling menyayangi satu sama lain.
Rio Pun Menangis hingga Santi memegangi bahu Rio dan juga menenangkan Rio, ia mencoba menghibur diri Rio agar tidak menangis, terlebih lagi status Rio masih suami Santi dan Santi tidak ingin Rio harus bersujud di kakinya. Dirinya Mencoba untuk membangunkan Rio dan dirinya menatap mata Rio, Santi mencoba untuk mengusap air mata yang telah membasahi kedua pipi Rio, ntah air mata tersebut tulus atau tidak, dirinya sendiri tak tahu. Dan Santi sendiri berucap bahwa dirinya sudah memaafkan kesalahan Rio yang sudah dulu ia lakukan dan kesalahan kemarin yang telah Rio berbuat sehingga membuat kaki cantik tak bisa berjalan lagi. Mendengar hal itu itu Rio pun tersenyum tipis dan memegang pipi Santi dirinya mengucapkan terima kasih karena telah memaafkan semua kesalahan dirinya sehingga membuat Rio sekarang merasa lega. Rio pun memeluk tubuh Santi yang ada di hadapannya tersebut.