Rio pun berdiri dan menggapai tangan Santi, dirinya ingin Santi bisa kembali bersamanya kembali.
Namun di hati Santi tidak bisa berbohong bahwa dirinya memang sudah membenci Rio bahkan tidak menganggap Rio sebagai orang yang spesial di hati dia.
Mendengar ucapan dari Santi, Rio merasa kecewa akan hal itu. Rio pun berusaha untuk membujuk dan memaksa Santi agar mau kembali bersamanya sehingga membuat yang lain merasa geregetan sama Rio pasalnya Rio tidak ada bosan-bosannya meminta Santi untuk kembali bersamanya. Walaupun sudah di tolak mentah-mentah oleh Santi, dirinya tak pernah menyerah akan mendengar jawaban tersebut.
"Kenapa sih kamu nggak ada habis-habisnya ngemis cinta sama orang yang udah nggak sayang lagi sama kamu?" tanya Hendri yang merasa heran sekaligus muak dengan ucapan yang Rio keluarkan untuk membujuk Santi.
Dan Hendri pun mulai mengusir Rio dari hadapannya tersebut dan meminta dirinya untuk segera pergi dari sana. Pasalnya kehadiran Rio sudah tidak lagi di harapkan oleh Santi dan juga Lily.
Selesai Rio pergi meninggalkan mereka, mereka pun masuk ke rumah nenek dan kakek, dan seketika ponsel milik Ria pun berdering di mana ia mendapatkan telepon dari Dita. Ria begitu merasa senang karena sudah lama Dita tidak memberi kabar kepada dirinya dan Ria pun segera meninggalkan yang lainnya menuju belakang untuk bercakap-cakap dengan Dita.
di mana Dita bertanya kepada Ria soal liburan sekolah, pasalnya sebentar lagi mereka akan masuk sekolah karena liburan mereka telah usai Dan kita masih merasa khawatir soal kematian satpam kemarin yang enggak jelas kasusnya.
"Sudahlah Dit, kita berdoa saja supaya kita baik-baik saja. Dan semoga saja saat kita masuk teror-teror tersebut sudah tidak ada lagi dan juga menghilang." ujar Ria
Dita pun mengharapkan yang sama seperti Ria, di mana mereka tak ingin pertumpahan darah kembali terulang dan juga mereka tak ingin sekolah mereka terus menjadi bumerang bagi siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut, pasalnya mereka tidak tahu apa-apa soal kematian dari hantu yang telah meneror mereka selama ini, namun mereka terus saja merasakan dendam dari hantu tersebut.
Dengan masuknya Ria ke sekolah, dirinya berfikir bisa melanjutkan mencari tahu tentang identitas hantu yang telah meneror sekolahnya tersebut. Di mana dirinya masih begitu penasaran dengan identitas dari hantu tersebut.
Dita pun memberitahu Ria jika dirinya besok akan Kembali menuju rumahnya, pasalnya dia begitu kangen dengan kampung halaman rumahnya tersebut, dan dirinya juga tak sabar ingin bertemu dengan Ria pasalnya masuk sekolah lah yang paling di nantikan Dita selama liburan agar dirinya tidak merasa kesepian dan juga bisa bertemu dengan sahabat yang tersebut meskipun di sisi lain dirinya tidak siap jika kita harus kembali ke sekolah yang menurutnya begitu angker dan juga menakutkan tersebut.
Ria pun merasakan hal yang sama seperti yang Dita rasakan dan ia juga mengaku kalau dirinya juga kangen dengan Dita pasalnya hanya Dita lah yang menjadi sahabat pertamanya selama di SMA tersebut jadi dirinya merasa kangen dan tidak sabar ingin bertemu dengan Dita.
Beberapa menit mereka saling bercanda bersama dan juga saling berbagi cerita mereka selama liburan. Mereka saling bertukar cerita kebahagian di masa liburan mereka kali ini. Dan tak lupa Ria pun menceritakan cerita di mana waktu itu dirinya mengalami keganjalan waktu menginap di hotel.
Mendengar hal itu kita begitu terkejut sekaligus merasa ketakutan. Di mana selama ini dia begitu takut dengan hantu.
"Hah, serius itu beneran nyata? aku nggak bisa bayangin deh kalau itu memang terjadi. Apalagi gua kan memang penakut orangnya." ujar Dita
"Iyah Dit, masak sih gua bohong dengan sahabat gua sendiri." saut Ria dalam telepon
Setelah pembicaraan yang berlangsung dengan lama mereka pun saling mematikan telepon untuk melanjutkan aktivitas mereka masing-masing, dan dia tidak sabar kembali ke rumahnya dan di sisi lain dirinya juga bingung karena dirinya sendiri tak rela meninggalkan Lili dan juga orang-orang di sana. Di mana mereka begitu baik dengan Ria dan juga kedua orang tuanya selama ini.
Terlebih kasus Lily yang belum terpecahkan semuanya, walaupun ada satu harapan yang Lily sudah capai yaitu bertemu dengan ibunya, di mana itu selama ini hal yang begitu ia harapkan Dan juga ia inginkan.
Ria pun segera menghampiri kedua orang tuanya dan memberitahu mereka bahwa sebentar lagi dia akan segera masuk sekolah di mana mereka bertiga harus pergi ke halaman rumah mereka dan pergi meninggalkan kampung yang telah memberikan banyak kenangan dalam waktu yang singkat ini.
Hendri pun mulai memikirkan Bagaimana cara mereka untuk berpamitan dengan nenek dan kakek pasalnya mereka berdua telah menganggap nenek dan kakek sebagai kedua orangtua mereka sendiri, Bahkan mereka tak rela dan tak tega meninggalkan nenek dan kakek sendirian karena mereka takut jika Rio berbuat macam-macam kepada mereka di mana Hendri tidak bisa menolong bahkan tahu keberadaan nenek dan kakek nantinya.
Ada pikiran yang tersirat dalam benak mereka di mana mereka ingin membawa nenek, kakek dan juga Santi pergi menuju rumah mereka di mana dengan begitu Hendri bisa menjaga nenek dan kakek sekaligus nenek dan kakek bisa aman dari ancaman Rio yang sewaktu-waktu datang.
Mereka bertiga pun memutuskan untuk menemui nenek, kakek dan juga Santi. Mereka pun berpamitan dalam waktu yang dekat mereka akan pergi ke rumah mereka dan mereka mengungkapkan Apa isi hati mereka di mana mereka ingin jika nenek, kakek dan juga Santi ikut bersama mereka dengan begitu mereka bertiga akan merasa aman dari gangguan Rio sehingga Hendri Juga tidak merasa khawatir dengan keadaan mereka bertiga sekaligus bisa melindungi mereka bertiga.
Mendengar ucapan dari Hendri, nenek dan kakek merasa sedih karena harus di tinggalkan oleh Ria dan juga kedua orang tuanya, namun untuk pergi bersama Hendri dan yang lainnya, nenek dan kakek masih berpikir dua kali karena rumah yang selama ini mereka tinggali memiliki banyak kenangan, terlebih rumah itulah yang menjadi harta satu-satunya nenek dan kakek selama ini.
Mendengar ucapan dari nenek dan kakek tersebut ada sedikit rasa kecewa di benak Ria dan juga kedua orang tuanya. Pasalnya mereka khawatir dengan keadaan nenek, kakek dan juga Santi di sana pasalnya Rio pasti akan datang terus menerus sampai mendapatkan Santi kembali.
Namun mereka pun juga tidak bisa memaksa keputusan nenek dan kakek pasalnya itu telah menjadi hak mereka. Ria dan juga kedua orang tuanya pun memeluk nenek, kakek dan juga Santi.
Lili yang mendengar jika Ria ingin kembali ia merasa bingung dan juga merasa sedih karena di sisi lain dia ingin terus bersama dengan Ria namun Ia juga tidak bisa untuk meninggalkan ibunya sendirian di sini.
Lili merasa dilema karena harus ditinggalkan oleh keluarga yang telah dianggapnya sebagai keluarga kedua setelah ibunya.