"Tapi kita harus gimana Ri, kita juga nggak bisa menolongnya. Andai saja kita bisa." ujar Melisa
"Iyah sih kak, aku juga sendiri bingung harus gimana. Disisi lain kita merasa kasihan tapi di sisi lain kita juga nggak bisa berbuat lebih kepada kak Ria." ujar Lily
Melisa mengangguk dengan pelan.
Matahari pagi pun mulai menyapa mereka. Ayam berkokok pun tak berhentinya mengoceh.
Ria mulai bangun dalam tidurnya. Ia melihat Melisa dan Lily yang telah berada di sampingnya.
"Selamat pagi, kak Ria." ucap mereka berdua
Ria. pun tersenyum dan membalas sapaan mereka tersebut.
Lily mulai mendekati Ria dan memegang tangan kita. "Kak, maafin kita yah. Gara-gara kita kakak seringkali di teror oleh hantu lain. Sementara kita, kita sendiri malah nggak bisa membantu kakak."
"Iyah Ri, maafin kami yah. Kami nggak bisa berbuat lebih kepada kamu waktu sering mengalami gangguan." sambung Melisa
"Sudahlah, tak apa-apa kok. Lagi pula aku juga baik-baik saja kan hingga sekarang. Dan masalah teror yang terus. datang itu bukanlah gara-gara kalian,"
Mereka pun memeluk Ria dengan hangat.
"Duh pelukan hantu bisa hangat juga yah ternyata," ujar Ria. dengan tertawa
"Bisa dong"
"Kak, makasih ya buat semuanya. Kakak benar-benar orang yang baik tahu nggak sih." ucap Lily
"Kalau aku dari dulu jahat mah udah usir kalian dong dari hidup aku."
Ria teringat akan keinginan dari Lily, Ria pun mengajak mereka berdua untuk kembali meneruskan pencarian mereka ke daerah selanjutnya. Yaitu daerah B.
Setelah mereka berdua setuju, Ria pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah Siap, Ria pun mengajak mereka berdua untuk keluar dari. kost dan mulai menuju daerah B.
Melihat angkutan umum yang ada di depannya, Ria pun segera menaiki angkutan tersebut dengan mengajak Lily dan Melisa.
Ria mendengar ibu-ibu yang ada di depannya yang sedang membicarakan hotel yang kemarin di tempati oleh Ria..
"Tahu nggak sih. jeng kalau hotel graha itu berhantu? kemarin baru saja ada orang yang meninggal dunia secara tiba-tiba."
"Tahu lah, kan beritanya baru melesat di dunia maya. Kemarin tuh waktu di cek CCTV nya. Gadis tersebut tuh sendirian di dalam kamarnya. Hingga tak berselang lama, ada yang menarik tangannya dan tubuhnya di dorong oleh makhluk astral."
"Gila sih. Gua yakin sih dengan kejadian ini pasti hotel graha sudah tidak ada peminat lagi." ujar salah satu ibu tersebut
"Ya jelas lah jeng. Kan hotel graha juga sudah di tutup sementara karena masalah kejadian tersebut."
"Tapi yang paling menyeramkan tuh ada tulisan Help me gitu di jendela kamar orang yang sudah meninggal dunia. itu. Tapi, waktu polisi mengecek di kamar gadis tersebut, salah satu polisi malah terjatuh dari kamar sana. Mereka juga mengalami teror dari hantu tersebut."
"Ya ampun, parah banget yah tuh hantu emang. hahaha. Terus gimana caranya mereka olah TKP ya kalau sering mendapatkan gangguan seperti itu."
"Ntahlah, aku juga nggak tahu. Mereka pasti bisa lah menemukan cara untuk bisa mengungkapkan kejadian yang ada pada hotel tersebut."
Tak berselang lama,daerah tujuan Ria pun sampai. Mereka bertiga pun keluar dari angkutan dan mulai mencari daerah persawahan, seperti yang mereka lakukan sebelumnya.
Ria. pun mulai menanyakan keberadaan Santi kepada orang yang mereka temui. di sepanjang jalan tersebut. Namun, setelah melihat foto Santi, tak ada yang melihatnya.
Ria pun beralih menanyakan keberadaan sawah di. sekitar daerah itu.
Seorang warga pun mengantarkan Ria menuju sawah daerah mereka yang pertama
Ria pun mulai mengikuti orang tersebut, Namun, bukannya daerah sawah yang mereka temui melainkan sebuah gubuk yang jauh dari perumahan warga.
Gubuk tersebut nampak terbengkalai, Dan Pria tersebut menarik tangan Ria. dengan paksa agar masuk ke dalam gubuk tersebut.
Dimana niat pria tersebut bukanlah menolong Ria, melainkan untuk menjadikan Ria agar bisa memuaskan nafsunya tersebut.
Melihat Ria yang merintih kesakitan akibat kerasnya genggaman tangan pria tersebut, Pria tersebut tidak peduli, ia terus saja menyeret Ria ke sebuah gubuk yang ada di depan mata mereka tersebut.
Lily dan Melisa yang tidak Terima dengan apa yang dilihatnya, Mereka mulai memukul pemuda tersebut dengan kayu yang cukup besar. Hingga pada Akhirnya, Pemuda tersebut jatuh tak berdaya di tanah.
Mereka berdua pun mengajak Ria untuk segera pergi dari sana. Ria pun menuruti permintaan dari kedua teman hantunya tersebut.
Hingga mereka berada di perumahan yang jauh dari gubuk tersebut. Napas Ria tak beraturan karena terus berlari.
"Kak, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Ria yang khawatir dengan kondisi Ria
Ria menggelengkan kepala pelan, "Aku tidak apa-apa. Aku terima kasih ya sama kalian karena telah membantu aku bebas dari orang itu. Andai nggak ada kalian, aku tak tahu gimana keadaan aku."
"Kak, kita nggak akan kok biarin kakak di jahatin oleh orang lain. Kakak jangan ngomong kek gitu yah. Kami sayang sama kakak. Dan kami akan terus menjaga kakak selama kami berada di sisi kakak." ujar Lily dengan menghapus air mata Ria
"Iyah Ria, stop memikirkan yang tidak-tidak. Selama kami di sini, kami tak akan pernah membiarkan orang lain bisa menyakiti diri kamu. Stop yah, jangan terus-terusan menangis." hibur melisa dengan memegang pundak Ria
Ria pun mulai mengusap kedua air matanya dan menenangkan Dirinya. Ria merentangan kedua tangannya dengan meminta pelukan kepada kedua teman hantunya tersebut. Melihat hal tersebut, Mereka berdua pun memeluk Ria dengan Erat.
Pelukan yang diberikan oleh masing-masing begitu nyata dan erat. Meraka merasakan kehangatan dan ketulusan saling mencintai yang menjadi satu.
"Aku sayang sama kalian," ujar Ria yang masih memeluk kedua sahabatnya tersebut
"Kami juga sayang sama kakak." ucap mereka bersamaan
Walau mereka beda alam, namun persahabatan mereka begitu erat dan nyata. Ria melepaskan pelukan tersebut. Dan melanjutkan mencari ibu Lily.
Mereka mengikuti jalan aspal yang ada di daerah B. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah persawahan. Mereka masih belum menemukan sebuah gubuk. Mereka pun masih mengikuti jalan setapak yang membentang dengan panjang.
Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah gubuk kecil di tengah-tengah sawah. Mereka pun segera menghampiri gubuk tersebut. Mereka pun mengetuk pintu gubuk tersebut. Terdengar suara anak kecil yang menyapa mereka.
"Kakak siapa?" tanya anak kecil tersebut kepada Ria
"Adek sama siapa tinggal di sini?" tanya Ria dengan melihat kanan kiri dalam ruang tersebut
"Aku tinggal di sini sendiri. Aku tak tahu harus berbuat apa. Ibu aku telah meninggalkan aku di sini sendirian." ujar anak tersebut