Masih belum menemukan Santi

1007 Words
"Tapi kita kan nggak tahu mah, pah. Dimana tempat tinggal ibu Lily sekarang." ujar Ria "Selama kita punya tujuan, dan kita ingin terus meraih tujuan tersebut. Pasti tujuan tersebut akan tercapai kok. Jadi nggak perlu takut apalagi menyerah di awal. Kita harus semangat dong untuk mencari ibunya Lily tersebut." ujar Hendri ke nyemangatkan mereka berdua Mereka pun tertawa dan mengangkat tangan satunya dengan mengepalkan jari mereka. Mereka bertiga saling berucap semangat, pelukan hangat kini pun menghiasai suasana malam pada waktu itu. Mereka pun saling mengucapkan selamat malam dan pergi menuju kamar masing-masing. Tak ada yang lebih indah dari kedekatan mereka bertiga. Ria pun kini bersemangat untuk mencari keberadaan dari Santi. Karena dirinya mendapatkan support dan dukungan dari kedua keluarganya tersebut. "Kak, makasih yah. Keluar kakak begitu banyak membantu Lily." ujar Lily dengan memeluk tubuh Ria Ria pun mengangguk dengan pelan, dirinya sendiri tak percaya jika kedua orang tuanya tersebut turut membantu Ria dalam mencari Santi. Karena malam sudah larut, Ria pun terlelap dalam tidurnya. **** Suara ayam yang berkokok membuat Ria segera bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Selesai mandi, Ria mengajak kedua orang tuanya untuk pergi mencari Santi. Mereka bertiga pun pergi mencari Santi tersebut. Di tengah perjalanan, Mereka nggak sengaja di tabrak oleh seseorang dengan membawa bayi. Dirinya nampak begitu ketakutan dan terus melihat ke belakang. Tanpa rasa bersalah, gadis tersebut tetap berlari meninggalkan mereka bertiga. "Kenapa sih tuh ibu?" tanya Hendri kepada anak dan istrinya "Nggak tahu lah, gila kali." ujar Sindi "Masak sih? kalau ngomong enteng banget." cibir Hendri Mereka bertiga pun tidak memperdulikan itu semua. Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan mencari dimana keberadaan dari Sindi. Mereka. mulai bertanya dengan semua yang mereka temui. Mereka membagikan sebuah foto yang mereka cetak. Namun tak ada juga yang melihatnya. Mereka bertiga pun tak menyerah sampai di situ. Mereka tetap mencari Keberadaan Santi hingga bertemu. Rasa lelah dan lapar pun menghampiri diri mereka. Mereka pun pergi di sebuah warteg untuk mengisi perut mereka bertiga. Lily melihat mereka dari kejauhan. Lily merasa kasihan dengan keluarga Ria. Karena sejak adanya dirinya di hidup Ria, Lily selalu menjadi beban untuk keluarga tersebut. Lily meneteskan air matanya, dirinya merasa tak enak jika harus terus menjadi beban bagi keluarga Ria. Lily merasa beruntung dan bersyukur karena bisa bertemu dengan keluarga yang baik seperti keluarga Ria. Tidak seperti keluarga yang pernah Lily ikuti dulu. Dimana mereka selalu kasar hingga mengusir Ria dengan bantuan dari dukun. Ria sendiri berada di daerah Ria karena ikut pick up pengangkut sayuran yang menuju ke daerah Ria. Awalnya Lily sendiri tak mengetahui jika pick up yang Lily tumpangi bakal berhenti di sebuah cafe yang ada di daerah Ria. Merasa. kebingungan dan gelisah, Lily pun menunggu di sana seorang. Diri. Hingga mengetahui ada Ria di sana yang sedang makan dengan Ria. Ria tersebut menghampiri Lily dengan penuh kasih sayang dan ketulusannya. Karena Lily merasa Ria sangat baik, dirinya pun mengikuti Ria hingga pulang ke rumahnya. Awalnya Lily pikir Ria akan mengusir Lily dan tak mau menjadikan Lily sebagai temannya. Namun, pikiran Lily salah. Orang tersebut malah begitu baik dalam menerimanya. Malah dirinya begitu tulus dan Ikhlas dalam menolongnya untuk menemukan ibunya tersebut. Lily semakin menangis ketika ingat dengan itu semua. Melihat Lily yang sedang bengong, Melisa pun menghampiri Lily. "Lily, ada apa? kenapa kamu bengong kayak gitu?" tanya Melisa dengan memegang pipi Lily Lily pun menggelengkan kepalanya, "Aku tidak apa-apa kok kak." Melisa yang tak percaya dengan jawaban dari Lily pun meminta Lily untuk jujur kepada dirinya. Karena Melisa ingin Lily jujur dalam mennajwan pertanyaan dari Melisa tersebut. "Lily hanya merasa kasihan saja kak sama keluarganya kak Ria. Secara mereka baik banget. Lily yang bukan siapa-siapa mereka, Mereka menolong Lily dengan tulus hingga mereka rela merasakan lapar dan lelah di dalam perjalanan mereka ketika mencari ibu Lily." ujar Lily yang tertunduk "Mereka memang baik Li, sangat baik. Kakak saja kagum dengan keluarga tersebut." ujar Melisa yang mulai melihat Ria dan keluarnya yang makan "Apa Lily pergi saja yah Kak dari hidup mereka? Agar mereka tak merasa terganggu dengan keberadaan Lily dan nggak perlu lagi menyakiti diri mereka sendiri untuk mencari keberadaan dari ibu Lily." ujar Lily dengan menatap mata Melisa dengan begitu dalam. "Kamu ngomong apa sih? justru dengan kamu pergi dari mereka. Malah membuat mereka semakin sengsara. Mereka akan kebingungan dalam mencari kamu. Mereka juga nggak pernah kan ngeluh apalagi bilang merasa tersakiti" "Iyah kak, tapi Lily sering merasa jika Lily tuh jahat gitu buat mereka. Lily merasa salah sama mereka kak." isak Lily "Mereka tak pernah merasa kamu jadi beban mereka Lily. Stop! jangan pikirkan yang aneh-aneh soal mereka. Mereka semua tuh orang yang baik. Kalau kamu mau pergi dari mereka. Emangnya bagimana kamu akan mencari ibu kamu? Apa kamu yakin bisa menemukan orang sebaik mereka? sulit Li. Sulit." ujar Melisa yang mencoba menenangkan Lily Mendengar ucapan dari Melisa, Lily pun mulai berfikir. Dirinya merasa jika apa yang diucapkan oleh Melisa tersebut ada benarnya. Lily pun mulai memeluk Melisa, karena telah mengingatkan Lily dengan itu semua. Karena ucapan Melisa, Lily bisa berfikir panjang untuk meneruskan niatnya. Apalagi Lily sendiri telah menganggap Ria sebagai kakaknya sendiri. Bagaiman dia bisa meninggalkan orang yang telah dia anggap sebagai kakak sendiri tersebut. Dan di luar sana, Lily pasti akan kesulitan mencari pengganti Ria. Apalagi jarang sekali orang yang bisa melihat hantu ( Indigo) seperti Ria. Melisa pun tersenyum dan mengucap air mata Lily yang telah meneteskan air mata. "Makasih yah Kak, " ujar Lily dengan memeluk tubuh Melisa. Melisa pun mengangguk dengan pelan, dan membalas pelukan Lily dengan erat. Hubungan Melisa dan Lily pun semakin kuat. Selesai makan, Ria dan ayah ibunya pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. Mereka kembali mencari tahu keberadaan Santi dengan bertanya-tanya kepada semua orang yang mereka temui. Telah lama mereka berjalan dan sekian banyak orang yang mereka temui, mereka tak kunjung menemukan Santi di manapun berada. Mereka sendiri bingung harus berbuat apa. Karena merasa lelah, mereka akhirnya berhenti di sebuah alun-alun dan mulai membutuhkan kedua kaki mereka. Mereka berharap lelah mereka bisa membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan begitu mereka bisa membuat Lily tersenyum kembali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD