▪▪▪
"Tuan, apakah Anda benar-benar akan mengajak saya makan malam?"
Niat Kyuhyun untuk langsung keluar kantor terhenti sejenak ketika perempuan bernama Seo Jin yang kemarin digodanya tiba-tiba menghampirinya dengan pertanyaan itu.
Dan ternyata perempuan itu menganggap serius ucapannya kemarin.
Kyuhyun tersenyum manis, ia mendekat dan dengan usil mengangkat tangannya ke pipi Seo Jin, mengelus sebentar, kemudian menyelipkan poni perempuan itu ke belakang telinganya, memperlakukannya begitu lembut.
"Maaf, Cantik, aku berubah pikiran. Lain kali saja jika aku berminat."
Dan kemudian Kyuhyun berlalu begitu saja meninggalkan Seo Jin yang berdiri membeku setelah sebelumnya kembali melemparkan senyuman memukaunya.
Sudah menjadi hal biasa bagi Kyuhyun para perempuan datang menuntut dengan setiap ajakan yang sebenarnya ia ucapkan hanya main-main saja, dan itu menjadi hiburan tersendiri untuknya melihat raut perempuan-perempuan yang mudah digoda itu lalu patah karena rasa kecewa.
Kyuhyun tergelak geli sambil memasuki mobil mewahnya, berniat langsung pergi namun urung saat ia menangkap sosok Daehyun dan Hyun-Ra memasuki mobil lain di seberang sana.
Kyuhyun diam sejenak, mengamati, dan saat mobil Daehyun mulai beranjak, Kyuhyun tersenyum jahil sambil menghidupkan mesinnya, memutuskan untuk jadi penguntit.
Dan akhirnya sore itu dengan isengnya ia mengikuti mobil kakaknya.
Kyuhyun mengernyit dengan tingkahnya sendiri, merasa tolol, dengan sekian banyaknya jadwal yang harus dilakukannya sekarang, ia justru membuntuti kembarannya seperti orang yang sedang kurang kerjaan.
Hanya karena di mobil itu ada Shin Hyun-Ra.
Oh, apakah ia sekarang mulai gila? Bagaimana bisa ia bertingkah setolol ini?
Beberapa lama kemudian Kyuhyun menghentikan mobilnya ketika melihat Daehyun memasuki pekarangan sebuah rumah, hingga kemudian Daehyun dan Hyun-Ra keluar dari mobil. Kyuhyun melepas kacamata hitamnya dan mengamati kedua orang itu, lalu senyum miringnya muncul dengan alis terangkat.
Jadi, inikah rumah gadis itu? Sederhana, kecil, tapi terlihat indah. Persis seperti yang menempatinya.
Dan apa gunanya Hyun-Ra mempunyai pacar seorang bos kalau tidak digunakan seperti misalnya meminta apartemen mewah atau rumah megah pada kakaknya itu? Karena kalau ia yang jadi pacarnya, ia pasti akan memanjakan gadis itu apapun yang dimintanya.
Mata Kyuhyun memicing ketika melihat Daehyun memeluk dan mencium kening Hyun-Ra, membuatnya jadi tergelak.
Bagaimana bisa Daehyun bertingkah sekaku itu padahal jelas-jelas dia mempunyai kekasih yang memiliki bibir mungil dan menggemaskan. Apa serunya hanya mencium kening? Kalau ia yang berada di posisinya, ia pasti sudah menguber bibir itu sampai ke sudut terdalamnya.
Karena, ya... Kyuhyun akui bibir Hyun-Ra mampu membuatnya ketagihan. Mungkin lain kali ia perlu mengulangi mencium bibir gadis itu dengan memaksa jika dia tidak mau memberikannya dengan suka rela.
Lalu Kyuhyun melihat Daehyun dan Hyun-Ra saling melambai, hingga mobil Daehyun mulai melesat dan pergi dari sana.
Kyuhyun terkikik dengan tingkah kakaknya. Benar-benar jenis pacaran yang garing dan membosankan. Ia melihat Hyun-Ra memasuki rumah kecilnya dan seketika Kyuhyun tergerak untuk turun, lalu kehadirannya akan mengejutkan gadis itu, lalu sikap usilnya akan membangkitkan kekesalan gadis itu.
Kyuhyun terkekeh, karena raut kesal dan marah Hyun-Ra selalu bisa untuk menghiburnya.
▪▪▪
Baru saja Hyun-Ra mengambil handuk dan hendak membersihkan diri, bel pintu rumahnya tiba-tiba berbunyi.
Hyun-Ra mengernyit.
Siapa itu? Apakah Daehyun kembali?
Dengan benak bertanya-tanya Hyun-Ra berjalan ke ruang depan dan membuka pintu, untuk kemudian menemukan Cho Kyuhyun bersandar di dinding dekat kusen lengkap dengan raut nakalnya yang biasa Hyun-Ra dapatkan.
Kegeraman Hyun-Ra langsung naik pesat, bagaimana bisa pria itu mengetahui tempat tinggalnya?
"Terkejut melihatku disini, Manis?" Kyuhyun menampakkan senyum mautnya, senyum mempesona sekaligus nakalnya. "Karena aku sendiri terkejut bisa menemukan rumahmu secepat ini."
"Dan mau apa Anda kemari?"
Kyuhyun bersiul nakal. "Aku suka sikap galakmu. Menggairahkan."
Hyun-Ra berpaling benci.
Dan Kyuhyun tahu Hyun-Ra memang paling kesal jika ia sudah mengucapkan kata itu, menggairahkan.
"Apa kau tidak ingin mempersilahkan tamu masuk?"
"Maaf, saya sedang tidak ingin menerima tamu."
"Tapi bukannya tidak sopan menolak tamu yang datang baik-baik apalagi itu atasanmu?"
Ya, memang tidak sopan. Tapi jika tamunya adalah pria menyebalkan seperti Cho Kyuhyun, bukankah memang lebih baik ia usir saja?
Hyun-Ra diam, bimbang, tapi rasa kesalnya lebih melingkupi.
Dan itu membuat Kyuhyun semakin ingin menggoda.
"Tidak perlu takut," ucap Kyuhyun lagi. "Aku tidak akan memperkosamu di dalam sana. Ya... kecuali kalau kau yang lebih dulu memancing libidoku."
Bibir Hyun-Ra mengatup marah dengan kata-kata Kyuhyun yang tidak sopan itu, dan ia memutuskan untuk mengalah. Hyun-Ra bergeser, memberi celah untuk Kyuhyun.
"Silahkan masuk!" Nada Hyun-Ra terdengar ketus.
Kyuhyun mengulum senyum melihat raut terpaksa gadis itu lalu masuk melewati tubuh mungilnya.
Kyuhyun mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, tidak cukup buruk, ruangan itu bersih meski dengan perabot yang sederhana.
Kyuhyun memutuskan duduk di sofa kecil yang berada di sebelah kiri. Dan rupanya Hyun-Ra adalah jenis perempuan yang bersih dan pandai merawat rumahnya supaya jadi nyaman bagi siapapun yang berada di dalamnya.
Kyuhyun melirik Hyun-Ra, masih dengan jenis lirikan yang menggoda.
"Kemari lah, apa kau tidak ingin menemani tamumu? Kau boleh duduk di sampingku atau di pangkuanku, aku tidak keberatan untuk perempuan menggairahkan sepertimu."
Hyun-Ra menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam emosinya.
"Mau minum apa?" tanyanya, masih dengan nada ketusnya.
"Aku akan minum apapun asal itu buatanmu. Tapi," Kyuhyun mengancam dengan tatapan nakal. "Jangan kau berikan racun di dalam minumannya."
Dan apa Kyuhyun pikir ia akan sejahat itu? Hyun-Ra semakin meradang, tanpa menjawab ia lalu berbalik kasar ke arah dapur.
Meski sebenarnya meracuni pria mengesalkan itu memang cukup menggoda, tapi ia tidak akan melakukannya karena Kyuhyun adalah adik kekasihnya.
Dan, Ya Tuhan... kenapa Daehyun harus mempunyai adik seperti itu?
Ah, tidak, lebih tepatnya, kenapa Tuhan harus menciptakan makhluk menyebalkan seperti itu?
Hyun-Ra mendumel sendirian sambil menyendok kopi dan gula, berusaha meredam keinginan untuk memasukkan segenggam garam di dalam gelasnya.
Baiklah, bukan waktunya meracuni Kyuhyun sekarang.
Hyun-Ra menuang air panas dan mengaduk kopinya dengan perasaan dongkol.
Dan lagi-lagi keinginan untuk mencampurkan pasir atau bahkan memasukkan kecoa ke dalam kopi itu begitu sangat mengganggunya.
Saat Hyun-Ra kembali ke ruang depan, ia menemukan Kyuhyun sedang berbaring nyaman di sofa ruang tamunya, tanpa merasa canggung, seolah pria itu sudah sering berkunjung. Hyun-Ra menghela napas, menghadapi manusia itu sepertinya memang memerlukan kesabaran extra.
"Silahkan diminum!" Hyun-Ra meletakkan kopi itu di atas meja.
Kyuhyun melirik gelas itu. "Kopi itu tanpa racun, kan? Tanpa garam atau pun kecoa?"
Rasanya Hyun-Ra ingin memakan meja!
"Dan jangan kemana-mana." Kyuhyun bangkit cepat ketika Hyun-Ra hendak berbalik. "Kau tidak seharusnya meninggalkan tamu sendirian."
Hyun-Ra menyorot kesal.
"Lebih baik Anda cepat habiskan kopinya dan setelah itu silahkan pergi dari tempat saya."
WOW!
"Aku tidak suka penolakan. Karena semakin aku ditolak, aku merasa semakin tertantang. Dan itu artinya, kau mengusirku dan aku tidak akan beranjak dari sini."
Kesabaran Hyun-Ra mulai menipis.
"Sebenarnya apa mau Anda? Saya tidak punya urusan dengan Anda jadi tolong, jangan lagi mengganggu hidup saya!"
Kyuhyun tersenyum, lalu perlahan-lahan bangkit berdiri, berjalan mendekati Hyun-Ra dan membuat gadis itu mundur waspada.
Pancaran Kyuhyun kembali terlihat nakal.
"Apa kau masih ingat rasa ciuman kita waktu pertama bertemu?"
Hyun-Ra berpaling, tidak ingin mengingatnya.
"Menurutmu bagaimana?" lanjut Kyuhyun. "Apa ciumanku cukup hebat? Apa ciuman kakakku sebaik ciumanku? Apa dia menciummu sehebat ketika aku melumatmu?"
"Cukup!!" Hyun-Ra menghentikan kata-kata Kyuhyun yang begitu kurang ajar. "Lakukan apa yang ingin Anda lakukan di rumah saya dan setelah itu pergi dari sini! Karena kalau tidak,"
Kyuhyun menyeringai, menantang. "Karena kalau tidak?"
"Saya benar-benar akan melaporkan semua perbuatan Anda kepada Tuan Daehyun dan juga Presdir besar Cho!"
Kyuhyun tertawa menyebalkan. "Apa kau yakin berani melakukannya?" Kali ini Kyuhyun semakin mendekati Hyun-Ra, berjalan lambat-lambat dengan pancaran meneror seolah ingin memakan Hyun-Ra. "Apa kau sudah bayangkan bagaimana yang bakal terjadi nanti? Mungkin mereka justru akan menikahkan kita berdua? Dan aku bisa saja menambahkan cerita kalau kita sudah tidur bersama." Kyuhyun bersiul, menunjukkan jika ia tertarik. "Aku suka ide itu."
"Saya tidak mungkin tidur dengan laki-laki kurang ajar seperti Anda!!"
"Kau yakin?"
"Berhenti!" Hyun-Ra mundur takut melihat Kyuhyun semakin mendekatinya. Matanya mulai mencari sesuatu untuk dijadikan senjata jika Kyuhyun sampai berani berbuat macam-macam. "Atau saya akan teriak dan semua tetangga akan memukuli Andaa!!!" Ucapan Hyun-Ra berubah jeritan di ujung kalimat saat Kyuhyun tiba-tiba menarik pinggangnya dan mendekapnya tanpa ia duga. Hyun-Ra menahan dada Kyuhyun, berusaha melepaskan rangkulan pria itu.
"Apa kau tega melakukan itu dan membuatku terbunuh?" bisik Kyuhyun. Tangannya mengelus pipi Hyun-Ra dan gadis itu berpaling menghindari sentuhannya. "Kau tahu betapa menggairahkannya dirimu jika bersikap galak seperti ini, Shin Hyun-Ra? Aku suka bibir manismu, aku suka menghisap bibirmu, dan aku bersedia melumatmu kapan saja kalau kakakku tidak bisa melakukannya."
Setelah mengucapkan itu Kyuhyun lalu melepaskan dekapannya dan membebaskan Hyun-Ra, tersenyum puas mengamati raut gadis itu yang merah padam. Ia berbalik meraih kopi yang disediakan Hyun-Ra, meneguknya hingga separuh, kemudian berjalan ke arah pintu lalu pergi dari sana.
Dan seperti itu?
Datang mengejutkan, bertingkah mengesalkan, lalu pergi begitu saja setelah berbuat kekacauan?
Hyun-Ra menarik napas dalam-dalam mengerahkan kesabarannya.
Cho Kyuhyun benar-benar pria kurang ajar!!