▪▪▪
Ini benar-benar menakjubkan, luar biasa, dan Kyuhyun tidak menyangka bahwa ia akan kembali lagi ke kantor ini tanpa paksaan dari kakak dan ayahnya.
Apa yang membuatnya harus datang lagi?
Shin Hyun-Ra?
Kyuhyun tergelak sendiri dengan tebakan benaknya.
Yeah, memangnya siapa lagi kalau bukan gadis itu?
Kyuhyun bahkan tidak bisa tidur karena selalu teringat dengan raut kemarahan gadis itu yang membuatnya terus menerus tertawa geli. Dan kalaupun gadis itu ingin menggigit kulitnya untuk melampiaskan kekesalannya, ia pasti akan memberikannya dengan suka rela.
Kurang baik apa ia?
Tapi ngomong-ngomong, gadis itu ternyata sudah dikencani kakaknya. Lalu ia harus apa sekarang? Jujur, sebenarnya ia ingin mencicipinya sedikit saja, hanya sedikit saja, untuk mengobati rasa penasaran ini dan setelah itu ia tidak akan mengganggu hubungan mereka. Bagaimanapun ia sudah terlanjur penasaran dan pikiran sintingnya bisa terus bergentayangan kalau ini tidak ia tuntaskan.
Sedikit saja, Hyung, berbagilah dengan adikmu. Kyuhyun terkikik sendiri selama berjalan dari lobi.
Ketika hendak berbelok ke lorong yang menuju lift, Kyuhyun melihat beberapa pegawai perempuan sedang bergerombol di sudut lorong seperti sedang membahas sesuatu yang mengasyikkan. Niat Kyuhyun untuk melanjutkan langkah jadi terhenti saat ia menangkap sosok Hyun-Ra ada di antaranya, membuat Kyuhyun terdorong untuk mendekat dan mengisengi mereka.
"T—tuan Kyuhyun... " Salah satu dari perempuan-perempuan itu langsung menyadari kehadiran Kyuhyun bahkan sebelum Kyuhyun mencapai mereka.
Dan seperti yang biasa Kyuhyun dapatkan, para perempuan itu langsung membeku di tempatnya dengan wajah terpana penuh damba.
"T—tuan... "
"Selamat siang, Nona-Nona cantik." Kyuhyun berkata sopan meski tetap ada kesan merayu dalam suaranya.
Para perempuan yang mematung itu seakan runtuh perlahan-lahan bagaikan balok es hingga kemudian meleleh dan mencair, lalu lenyap ditelan bumi.
Namun tatapan Kyuhyun justru mengarah pada Hyun-Ra, terlihat nakal, dengan senyum terkulum seolah aura tantangan kemarin masih melingkupi mereka.
Kyuhyun berdeham.
Dan para perempuan yang membeku itu mengerjap sadar, baru teringat untuk membalas sapaan Kyuhyun.
"S—selamat siang, Tuan Kyuhyun... "
"Apa aku menganggu?" Kyuhyun berbasa-basi, dan para perempuan itu menggeleng, raut mereka kali ini menunjukkan jika sebentar lagi Kyuhyun menampakkan senyuman mautnya, mereka akan langsung sekarat.
"T—tuan... Anda begitu tampan... " Perempuan gendut yang berada di belakang Hyun-Ra bergumam tanpa sadar. "M—maukah Anda mengajak saya berkencan??"
Kyuhyun tergelak. Dan perempuan tadi langsung mendapat serbuan dari teman-temannya.
"Apa salahnya berharap?" gerutu perempuan gendut itu. "Siapa tahu Tuan Kyuhyun lebih suka yang montok sepertiku... B—benar kan, Tuan?"
Kyuhyun jadi sedikit merasa malu. Jadi sekarang ia lah yang dirayu dan digoda?
Kyuhyun kembali berdeham.
"Sebenarnya aku ingin bergabung obrolan dengan kalian, tapi sayang waktuku tidak banyak. Mungkin lain kali kita bisa sambil makan?"
"Tuan mau mengajak saya makan?"
"Bukan kau, tapi aku!"
"Bermimpi saja kalian!"
"Maaf, aku permisi dulu." Hyun-Ra memotong obrolan yang memusingkan itu dan berniat pergi dari sana sebelum kemudian suara Kyuhyun terdengar.
"Tunggu, Nona Hyun-Ra, aku ada perlu denganmu, dan silahkan yang lainnya kembali bekerja."
Hyun-Ra mengernyit protes sementara teman-temannya mulai menyingkir dengan sikap penurut seolah Kyuhyun memerintahnya sambil membentak.
Perasaan Hyun-Ra langsung tidak tenang. Apa yang diinginkan pria kurang ajar ini?
"Tetap disini atau kau lebih suka kita di dalam lift?" Kyuhyun bergumam dengan menggoda. "Bukankah lift memang selalu menjadi tempat kita?"
"Maaf saya sedang banyak pekerjaan."
"Dan lebih memilih teman-temanmu tahu tentang hubunganmu dengan kakakku?"
Alis Hyun-Ra berkerut gusar, ia menatap kesal, dan Kyuhyun merasa senang mendapat tatapan dari mata indah gadis itu.
"Kau mengerti 'kan apa yang pasti terjadi kalau mereka sampai tahu?" lanjut Kyuhyun. "Mungkin saja mereka akan menganggapmu menggoda bosmu lalu mereka akan menjauhimu? Atau bahkan, bisa jadi mereka justru akan meneriaki dan melemparimu dengan telur-telur busuk."
Hyun-Ra meringis.
"Kau pasti tidak ingin itu terjadi 'kan, Manis?"
Dan apakah pria ini sedang mengancamnya?
Senyum miring Kyuhyun benar-benar membuat Hyun-Ra ingin memaki.
"Kita ke lift." Kerlingan nakal Kyuhyun seperti menyuruh Hyun-Ra untuk mengikutinya atau apa yang ia katakan benar-benar akan terjadi.
Hyun-Ra mendengus sambil mengikuti Kyuhyun dengan perasaan dongkol. Belum reda kemarahan yang disebabkan pria itu kemarin, sekarang dia justru membuat kemarahan yang baru lagi.
Bagaimana bisa Daehyun mempunyai kembaran yang begitu menyebalkan seperti ini?
Saat sudah di dalam lift, Hyun-Ra merasa seperti sedang berduaan dengan singa yang siap menerkamnya jika ia bergerak sedikit saja. Keadaannya terasa mencekam dan begitu tidak nyaman. Kyuhyun bersandar di dinding lift sambil terus menyorotnya dengan mata nakalnya.
Seperti iblis mesum!
"Sekarang, apa yang ingin Anda bicarakan?" Hyun-Ra berkata dingin, tidak tahan dengan cara Kyuhyun menatapnya.
Kyuhyun mengulum senyum. "Sebenarnya tidak ada. Hanya saja, menurutku, hari akan terasa kurang menggairahkan jika kita tidak menyempatkan sebentar saja berduaan di dalam lift."
Hyun-Ra berpaling benci. "Jangan selalu mengucapkan kata itu pada saya!"
Alis Kyuhyun terangkat. "Apa? Menggairahkan?"
"Tolong jangan selalu mengucapkan itu!"
"Menggairahkan," ulang Kyuhyun dengan sengaja dan Hyun-Ra semakin geram. "Aku suka menggairahkan. Dan kau memang begitu menggairahkan."
"Jangan memancing saya untuk melaporkan semua perlakuan Anda pada Tuan Daehyun!"
Kyuhyun tergelak meremehkan.
"Lakukan saja kalau kau memang berani." Ia mendekat, merunduk perlahan hendak menyentuh pipi Hyun-Ra dan gadis itu berpaling benci, waspada. "Lakukan saja, Manis... dan kau bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi nanti." Kyuhyun meniup pelan telinga Hyun-Ra lalu menjauh dengan segera, seolah hanya ingin menggetarkannya.
Lift berhenti dan pintu terbuka.
Kyuhyun mencekal tangan Hyun-Ra yang hendak keluar sambil bergumam; "Besok kita bertemu disini lagi."
Dan gadis itu langsung berlari setelah menyentak tangannya dari pegangan Kyuhyun.
Masih tetap seperti awalnya, berbeda dengan yang lainnya, gadis itu selalu kabur dari hadapannya.
Kyuhyun tersenyum, merasa semangatnya sedikit meletup jika diawali dengan hal menyenangkan bersama Hyun-Ra.