Pintu besar kokoh itu kemudian terbuka, menampakkan sosok mungil cantik yang masuk dengan gugup ke ruangan sana.
Shin Hyun-Ra.
Gadis itu membungkuk hormat, dan Daehyun berjalan ke arahnya dengan tatapan penuh cinta, berdiri dekat hingga kemudian memeluknya.
Alis Kyuhyun terangkat dengan wajah tercengang, lalu perlahan-lahan ia bangkit dari duduknya.
Jadi, gadis inikah yang menjadi pacar Daehyun? Gadis yang beberapa saat lalu sudah diciumnya?
"Kyu, dia lah orangnya." Tiba-tiba saja Daehyun sudah berdiri di depannya dengan membawa Hyun-Ra, gadis mungil yang kini tampak merah padam setelah menatapnya.
Yeah, akhirnya gadis itu menatapnya juga.
Dalam beberapa saat Kyuhyun bisa membaca kemarahan di raut Hyun-Ra, aura kebencian, serta kejengkelan yang begitu kental hingga Kyuhyun merasakan seolah Hyun-Ra akan melontarkan aduan pada Daehyun kalau beberapa waktu lalu ia sudah menciumnya.
Raut syok Kyuhyun langsung berubah, wajah marah gadis itu justru dengan seketika jadi menghiburnya.
'Katakan saja pada Daehyun kalau kau memang berani melakukannya, Manis...'
"Ini adik kembarku, Sayang, kau pasti sudah tahu, kan? Dia ingin mengenalmu."
Tatapan Hyun-Ra semakin terlihat bengis pada Kyuhyun, rasa terhina akibat perlakuan Kyuhyun di lift tadi seakan membuncah di dadanya. Dan sekarang ia yakin, setelah menatap wajah Si bungsu, ia pengecualian dari semua wanita dan sihir mematikan pria itu tidak akan mampu melumpuhkannya. Karena bukan terpesona yang kini dirasakan Hyun-Ra, tetapi justru keinginan untuk memaki dan mencakar wajahnya.
Betapa tololnya ia mengikuti perkataan semua perempuan kantor.
Kejengkelan Hyun-Ra jadi lebih memuncak melihat Kyuhyun tersenyum miring dengan alis terangkat, seolah menantangnya, membuatnya lebih tersulut lagi.
"Aku Cho Kyuhyun." Hyun-Ra melihat pria itu mengulurkan tangannya, tangan yang Seo Jin bilang begitu lembut. "Senang akhirnya bisa mengenal gadis menggemaskan sepertimu."
Hyun-Ra menjabat tangan Kyuhyun, setengah hati untuk mengenalkan dirinya.
"Saya Hyun-Ra, Shin Hyun-Ra," jawab Hyun-Ra dengan kaku.
"Dan jangan menatapnya seperti itu, Kyu, dia kekasihku." Daehyun menegur Kyuhyun, dan adiknya itu hanya tergelak.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memangsanya," untuk sekarang.
Hyun-Ra menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun tapi pria itu menahannya, bersamaan dengan telepon di meja Daehyun yang tiba-tiba berbunyi.
"Sebentar." Daehyun beranjak mengangkat telepon itu.
Hyun-Ra menarik tangannya dengan kasar, bibirnya terkatup menahan marah dan itu membuat Kyuhyun jadi geli.
"Menggairahkan."
Hyun-Ra berpaling penuh kebencian setelah Kyuhyun memimikkan kata itu padanya, semakin menambah kegeramannya.
Kurang ajar sekali pria ini!
Tidak akan pernah ia terpesona pada laki-laki kurang ajar sepertinya. Penilaian semua wanita itu ternyata salah. Sihir mematikan Cho Kyuhyun tidak akan bisa menyentuh ketahanannya.
Daehyun kembali. Hyun-Ra mengerjap saat merasakan tangan Daehyun sudah berada di pinggangnya.
Ia mendongak. "Aku harus kembali ke tempatku, pekerjaanku banyak, dan aku harus menyelesaikan laporan yang kau butuhkan besok."
Daehyun mengangguk, mengeratkan rangkulannya di pinggang Hyun-Ra beberapa saat.
"Pulang kerja nanti aku akan mengantarmu."
"Jangan memaksakan, aku tahu kau sibuk dan banyak pekerjaan. Aku bisa pulang naik taksi."
"Kau lebih penting dari kesibukanku."
Kyuhyun berdeham sambil mencibir.
Membuat Daehyun dan Hyun-Ra melirik ke arahnya.
"Kembali lah ke ruanganmu sekarang, jangan berada terlalu lama di tempat yang sama dengannya." Daehyun melirik mengancam pada Kyuhyun dan adiknya itu hanya menyeringai usil.
Benar, benak Hyun-Ra mengiyakan, jangan terlalu lama bersama laki-laki kurang ajar itu.
Hyun-Ra berpamit keluar tanpa menoleh pada Kyuhyun lagi, berusaha mengabaikan pria menjengkelkan itu dengan kenyataan bahwa dia adalah adik kekasihnya.
Kyuhyun mengamati tubuh mungil itu hingga menghilang di balik pintu. Benar-benar gadis yang penuh tantangan, Kyuhyun menahan tawanya lalu kembali duduk di sofa.
"Apa semua orang sudah tahu tentang hubungan kalian?" tanya Kyuhyun.
Daehyun menggeleng. "Hanya kau dan sekretarisku, dan ini karena Hyun-Ra yang memintanya. Dia tidak ingin para perempuan di kantor ini tahu kalau kami berpacaran. Unik, bukan? Dia gadis berbeda. Karena jika perempuan lain yg berada di posisinya, dia pasti akan dengan sombongnya memamerkanku pada teman temannya."
Kyuhyun mengernyit.
"Tapi bukan karena gadis itu memiliki pria lain, kan?"
"Awalnya aku juga berpikir begitu, tapi menilai dari sikap dan kepribadiannya, aku yakin dia gadis baik-baik yang tidak akan mempermainkanku."
Kyuhyun seketika jadi tergelak, hingga kemudian menyemburkan tawanya.
"Aku tidak percaya disini justru kau yang takut dipermainkan." Tawa Kyuhyun semakin keras. "Sungguh-sungguh Daehyun yang malang... "
"Diam kau!"
"Dan bagaimana jadinya kalau gadis mungil itu benar-benar mempermainkanmu? Apa kau akan depresi? Mengiris-iris tanganmu dan memotong urat nadimu? Atau justru kau akan terjun bebas dari atap gedung ini?"
"Tidak dengan semuanya." Daehyun duduk di sofa seberang Kyuhyun. "Tapi aku akan menyeretnya untuk menikah, memaksanya."
"WOW!" Tawa Kyuhyun kembali dan ia bertepuk tangan untuk kakaknya. "Itu keren, kau tahu! Dan sepertinya aku juga patut mencobanya."
Daehyun menyipit. "Pada siapa?"
"Tentu saja pada perempuan yang aku inginkan nanti."
Daehyun mencibir ragu.
"Kau mana pernah menginginkan perempuan? Hobimu hanya menyakiti mereka saja."
Kyuhyun kembali berbaring. "Itu bukan salahku, mereka saja yang mudah digoda."
"Dan kau harus menghentikan kebiasaanmu itu, Kyu, terutama artis-artis yang menjadi hiburanmu, atau wajahmu itu akan seperti buronan yang setiap hari muncul di media-media."
Kyuhyun terkikik. Ya, ia akan berhenti, tapi nanti, kalau perempuan-perempuan itu sudah tidak lagi menghiburnya, bukan sekarang.
Dan ternyata... gadis mungil yang kini mampu menarik dan menghiburnya itu adalah pacar Daehyun.
Kyuhyun tak habis pikir tapi ia juga sudah terlanjur penasaran untuk tahu lebih jauh tentang gadis itu.
▪▪▪
Keesokan harinya Hyun-Ra menemukan keributan beberapa teman perempuannya di ambang pintu ruangan divisinya. Semalaman ia kurang tidur karena terus menerus menahan kemarahan pada Kyuhyun tiap kali bayangan pria yang menciumnya itu datang mengganggunya, membuatnya terus terjaga dengan dada nyaris meledak.
Hyun-Ra mengernyit, mendekat ke arah keributan itu setelah melihat ada Seo Jin di sana.
"Dia menyentuh pipiku!"
"Tapi dia juga menyentuhku!"
"Bohong! Kau tidak mungkin disentuhnya!"
"Dia menyentuhku!"
"Aku bilang dia menyentuhku!"
Para perempuan tampak semakin ricuh dan membuat Hyun-Ra urung mendekat di antaranya, pusing mendengar perdebatan mereka.
Memangnya siapa yang sedang mereka ributkan?
"Hyun-Ra!" Seo Jin tiba-tiba menghampiri Hyun-Ra dan menariknya ke tengah-tengah. "Katakan pada mereka kalau kemarin Tuan Kyuhyun memang menyentuhku, aku tidak bohong! Dan mereka tidak mau percaya padaku!"
"Pasti kau bohong! Tuan Kyuhyun hanya menyentuhku!"
"Dia menyentuhku! Dia juga bilang akan mengajakku makan malam!"
"Tidak mungkin!"
"Kau bohong!"
"Dia bilang akan mengajakku jalan!"
"Mengada-ngada!"
"Tanyakan pada Naeun!"
"Perempuan gendut sepertimu tidak mungkin disukai Tuan Kyuhyun!"
"Kau bilang aku gendut? Beraninya kau!!"
"STOP!" Hyun-Ra akhirnya berteriak menghentikan pertengkaran itu, kepalanya terasa mau pecah. "Aku pusing mendengar keributan kalian! Lebih baik kalian kembali ke tempat masing-masing daripada ribut gila seperti ini!"
Semuanya langsung bungkam dan hanya saling melemparkan tatapan sengit satu sama lain.
Hyun-Ra menyingkir dari sana sambil memijit pelipisnya yang terasa pening. Kurang kerjaan sekali teman-temannya itu membuat kepalanya jadi semakin sakit seperti ini.
Tapi kesimpulan yang Hyun-Ra ambil sekarang, ternyata Cho Kyuhyun itu sudah menyentuh semua perempuan, atau mungkin sudah mencium mereka sama seperti yang pria itu lakukan padanya. Luar biasa sekali! Ia hanya berharap semoga Daehyun tidak seperti adiknya yang buruk itu.
Dan ia tidak mungkin mengatakan pada Daehyun kalau Kyuhyun sudah menciumnya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana yang akan terjadi.
Hyun-Ra mendesah, lalu duduk dengan tak semangat di kursi kerjanya.
Jujur saja sampai detik ini ia masih tidak menyangka jika sekarang ia menjalin hubungan dengan bosnya. Semuanya terjadi begitu saja. Ketika ia sedang terjebak hujan di halte untuk menunggu bus, ada beberapa preman mabuk yang datang mengganggunya, nyaris memperkosanya kalau saja Daehyun tidak melintas untuk menolongnya. Dan keesokan harinya keadaan justru terbalik, Daehyun membutuhkan bantuan dan Hyun-Ra datang menolongnya. Semua berjalan tanpa ia duga, karena setelah kejadian-kejadian itu ia jadi lebih sering bertemu dengan Daehyun, menerima ajakan-ajakan Daehyun untuk makan malam hingga akhirnya ia pun menyukai Daehyun dan mengiyakan permintaan pria itu untuk menjadi kekasihnya.
Hyun-Ra sadar bahwa para perempuan kantor banyak yang menaruh hati pada Daehyun yang sebelumnya dikenal dingin dan sulit disentuh, menyukainya dengan semua kedinginan dan kebijaksanaannya, dan itu yang membuat Hyun-Ra meminta pada Daehyun agar tidak mendeklarasikan hubungan mereka pada semua orang. Terlebih Hyun-Ra takut menghadapi penilaian orang-orang, atau anggapan buruk orang, atau yang lebih parah lagi, cacian orang-orang betapa butanya Daehyun sudah memilih perempuan kelas bawah sepertinya.
Hyun-Ra tidak mempunyai kepercayaan diri untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu.
Dan sekarang, hubungannya dengan Daehyun sudah berjalan selama tiga bulan, bahkan beberapa kali Daehyun berniat membawanya pada keluarganya namun Hyun-Ra menolak, ia masih belum siap, takut untuk menghadapi reaksi Presdir besar Cho beserta semua keluarga tentang dirinya yang hanya pegawai rendahan. Bagaimana kalau keluarga Daehyun tidak setuju dengan hubungannya lalu mengusirnya pergi? Atau kemungkinan yang lebih Hyun-Ra takutkan lagi, mereka akan melemparinya dengan segepok uang untuk menyuruhnya meninggalkan Daehyun seperti yang terjadi di film-film? Dan bahkan kini adik kembar Daehyun sudah tahu dengan hubungannya, dengan yang tak diduganya bahwa adik Daehyun itu ternyata sangat mengesalkan dengan semua perlakuan buruknya yang melecehkannya.
Hyun-Ra memijit-mijit pelipisnya saat kepalanya semakin terasa ngilu.
Oh Tuhan, semoga Cho Kyuhyun yang kurang ajar itu tidak datang ke perusahaan lagi hari ini.