Bab 16

1000 Words

BAB 16: Otoritas Tanpa Batas Regin menarik kembali wajahnya sedikit, namun matanya tetap mengunci mata Ressa yang kini tampak berkaca-kaca karena memori itu. Kilatan di mata pria itu tidak lagi menunjukkan keraguan. Jika tiga malam lalu ada rintik hujan dan sisa kewarasan yang menahan mereka, malam ini hanya ada kesunyian yang provokatif. "Malam itu, aku bisa menahannya, Res... tapi tidak untuk sekarang!" Suara Regin serak, bergetar oleh ketegasan yang mutlak. Ressa merasakan punggungnya menempel erat pada tepian meja bar. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia merasa Regin bisa mendengarnya. "Gin, Papa dan Mamamu baru saja pergi. Belum ada dua puluh empat jam..." "Dan itu waktu yang cukup lama untuk membuatku gila karena membayangkanmu, Res," potong Regin. Ia tidak lagi mengguna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD