Bab 14

1015 Words

BAB 14: Rumah yang Terlalu Sunyi Pagi itu terasa berbeda. Bukan karena cahaya matahari yang merayap masuk melalui jendela apartemen Ressa lebih terang dari biasanya, melainkan karena atmosfer di dalam rumah itu mendadak terasa... terlalu lapang. Ressa berdiri di dapur dengan secangkir kopi di tangan. Uap tipis naik dari permukaan porselen itu, namun ia belum juga menyeruputnya. Pikirannya terlalu bising. Dari ruang tamu terdengar suara Papa dan Tante Ratna yang sedang berbincang. "Jadi kita berangkat lusa pagi," ujar Papa sambil menutup laptopnya. "Papa harus ke Singapura lebih dulu untuk finalisasi proyek sebelum cuti panjang dimulai." Ratna mengangguk anggun. Ia duduk dengan kaki disilangkan, mengenakan gaun rumah berwarna krem yang sederhana namun tetap memancarkan aura elegan. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD