BAB 13: Mama minta Dadah Setelah Ressa melarikan diri ke kamar, suasana di meja makan mendingin seketika. Pak Bram, dengan wajah penuh rasa bersalah, memutuskan untuk menyusul Ressa ke depan pintunya, meninggalkan Tante Ratna dan Regin dalam keheningan yang mencekam di meja makan. Begitu sosok Pak Bram menghilang di balik lorong, Tante Ratna meletakkan garpunya dengan denting yang tajam. Ia menatap putranya, tidak lagi dengan wajah genit, melainkan wajah seorang ibu yang sedang menginterogasi anaknya. "Regin Ang. Apa-apaan sikapmu tadi?" bisik Ratna tajam. Regin menyandarkan punggungnya, melipat tangan di d**a dengan santai. "Aku hanya jujur, Mah. Aku tidak mau ke Singapura. Dan aku tidak setuju Mamah menikah dengan Om Bram." Ratna membelalak. "Kamu tahu kan Mamah sudah menunggu momen

