WAKTUNYA BERTARUNG

1504 Words
HAPPY READING GUYS:)     Kiano menurunkan tangannya dan kembali ketempat duduknya, 10 menit kemudian ada 2 orang yang masuk kekelas mereka, mereka membawa buku yang sangat banyak, mereka berkata itu adalah buku buku yang akan dibagikan pada mereka untuk dipelajari, kemudian mereka membagikan buku buku tersebut kepada para murid, setelah selelsai membagikannya salah satu dari kedua orang tersebut pergi dan menyisakan 1 orang, kelihatannya dia adalah guru.     Guru itu mengenalkan dirinya pada para murid didepan kelas, dia bilang bahwa dia adalah guru Ips dan setelah memperkenalkan diri pelajarannyapun dimulai. ..................................     Jam istirahat telah datang, guru Ips itu juga sudah meninggalkan ruang kelas, para murid segera berhamburan kekantin sekolah begitu juga dengan Kiano dan Sebastian. Mereka berjalan dikoridor sekolah tapi ini berbeda dari yang sebelumnya. Jika sebelumnya semua cewek pasti akan menatap mereka semua tapi sekarang berbeda para cewek menjadi takut dengan Kiano dan memutuskan untuk tida menatapnya lagi.     "Wow hebat juga kau karena kelakuanmu tadi pagi yang seperti lemari es itu sekarang para wanita itu tidak berani menatap kita lagi, sekarang kita bisa berjalan dengan leluasa tanpan harus memperhatikan sekitar" Ujar Sebastian. Kiano menoleh kebelakang dan menatap Sebastian dengan sinis lalu dia tiba tiba berhenti.     "Ada apa? kenapa kau berhenti?" Tanya Sebastian sambil melihat kearah Kiano.     Kiano tampak melihat fokus kedepan.     "Kau sedang melihat apasih?" Tanya Sebastian lagi sambil melihat kedepan.     Terlihat segerombolan anak laki laki yang kelihatannya mereka adalah kakak kelas dan juga disana ada seorang kakak kelas yang tadi pagi dipukul Kiano karena membully anak lain.     "Kau mengenal mereka?" Tanya Sebastian.     "Aku tidak mengenal mereka semua tapi aku tau salah satu diantara mereka" Jawab Kiano.     "Itu dia orang yang memukulku tadi pagi" Kata anak yang dipukul Kiano tadi pagi sambil menunjuknya.     "Oh jadi kau yang berani memukul temanku, sini lawan kami kalo berani" Tantang salah satu anak dari gerombolan itu.     "Hei kau membawa setidaknya 10 orang, bukankah itu sangat..." Kiano menghentikan perkataannya dan memiringkan kepalanya.     "Kenapa kau takut hah?" Kata anak itu meledek Kiano sambil tertawa.     "Tidak bukan itu maksudku, jika kau melawanku sendirian dan kalah maka itu pasti tidak akan terlalu memalukan bagimu, tapi jika kau membawa 10 orang dan ternyata kau tetap kalah bukankah itu sangat memalukan" Ejek Kiano balik. Sebastian hanya bisa menahan tawanya dibelakang Kiano.     "Dasar bocah yang tidak tau posisi, Kita pergi kelapangan sekarang dan buktikan siapa yang lebih kuat dari siapa" Kata anak itu menantang Kiano lalu mereka pergi dari sana.     "Kau mau ikut tidak?" Tanya Kiano pada Sebastian.     "Kenapa? apa kau berpikir kau tidak akan bisa menang jika tidak mengajakku?" Ledek Sebastian.     "Jangan terlalu percaya diri, aku mengajakmu karena aku tau kau suka berkelahi, kalau kau tidak mau ikut maka aku akan bersenang senang sendiri" Ucap Kiano lalu pergi dari sana.     "Aku hanya bercanda, Kiano. Aku juga mau ikutlah mainlah" Ujar Sebastian sambil menyusul Kiano. .............................     Sampailah mereka dilapangan, semuanya sudah berkumpul disana.     "Hei aku akan ikut bertarung bersamanya, boleh kan?" Tanya Sebastian pada musuhnya.     "Terserah kau lah!!" Jawab kakak kelas itu dengan nada tinggi.     "Kiano kalau kau punya mainan kayak gini lagi jangan lupa ajak aku nanti" Ujar Sebastian.     Kiano hanya mengangguk dan berlari kearah lawannya, mereka semua bertarung dengan sengit, Kiano melawan lima orang dan Sebastian juga melawan lima orang, Kiano dan Sebastian bertarung layaknya seperti seorang ahli mereka bahkan tidak terkena pukulan sama sekali, sedangkan lawan mereka sudah terkena pukulan dan tendangan beberapa kali. Karena mereka bertarung dilapangan para siswa dan siswi menggeromboli mereka dan melihat pertarungan mereka, tapi mereka tidak mempedulikannya dan terus bertarung. Hingga akhirnya ada salah satu guru laki laki yang melihat mereka. Guru itu menghampiri mereka.     "HEI KALIAN, BERHENTI BERKELAHI!!" Teriak guru itu.     Seketika itu mereka berhenti tapi ada satu kakak kelas yang belum berhenti dan tetap ingin memukul Kiano, Kiano menghindarinya lalu memukulnya. Kakak kelas itu terjatuh lalu Kiano dan Sebastian pergi meninggalkan lapangan.     "Hei mau kemana kalian!!" Tanya guru itu dengan nada tinggi.     Kiano dan Sebastian berhenti dan menoleh.     "Ke ruang BK, bapak tidak perlu menarikku untuk ke ruang BK aku bisa pergi sendiri. Oh ya dan juga tolong bawa 10 orang itu ke ruang BK ya takutnya mereka semua nanti malah kabur" Ucap Kiano lalu berjalan pergi menjauh.     "Disini yang sebenarnya guru itu aku atau merekasih, bagaimana bisa murid memerintah gurunya, sangat tidak sopan" Ucap guru itu.     "Apa lagi yang kalian lihat? cepat bawa anak anak itu ke ruang BK" Perintah guru itu. ................................     Semuanya berkumpul di ruang BK, kini ruang BK menjadi sangat penuh dengan siswa siswa yang berkelahi tadi termasuk Kiano dan Sebastian.     "Sekarang apalagi yang kalian berdua perbuat?" Tanya guru BK pada Kiano dan Sebastian dengan ekspresi pasrah.     "Kenapa kalian memukul semua anak ini?" Tanya guru BK itu lagi dengan nada yang pasrah.     "Kalian tadi berkelahi bukan?, kalian ada 10 orang, bagaimana bisa kalian yang terluka sedang mereka berdua ini tidak terluka sama sekali!!" Tanya guru BK kepada para kakak kelas itu dengan nada dan ekspresi yang marah.     "Pak kau marah marah pada kami tapi kenapa tidak dengan mereka?" Tanya salah satu anak yang ikut melawan Kiano dan Sebastian.     "JAWAB SAJA PERTANYAANKU!!" Teriak guru itu marah sambil memukul meja.     "Dia memukul temanku tadi pagi hingga babak belur jadi aku hanya membalskan dendam temanku saja pak" Jawab anak itu.     "Kenapa kau memukul temannya" Tanya guru BK pada Kiano.     "karena dia membully anak baru lalu memintai uang mereka, jadi aku memukulnya" Jawab Kiano membela dirinya.     Guru BK terus meninterogasi mereka hingga pada akhirnya jam istirahat akan berakhir, guru itu menyudahi bertanya pada mereka.     "Kalian ini anak baru, baru dua hari masuk sekolah sudah dua kali masuk BK, entah masalah apa saja yang akan kalian buat disekolah ini, dasar anak anak nakal" Kata guru itu dengan pasrah.     "Aku akan mencatat nama kalian dan kelas kalian, katakan pada siapa saja nama kalian" Kata guru itu dan para kakak kelas itu menyebutkan nama serta kelas mereka berasal, ternyata mereka dari kelas 12 - H. Guru itu mencatat dengan seksama lalu menyuruh mereka semua pergi.     "Nama mereka tidak dicatat?" Tanya salah satu kakak kelas.     "Aku tau nama mereka, aku sudah mencatatnya" Jawab guru itu.     "Siapa namanya?" Tanya murid itu dengan penasaran.     "Namanya adalah..." Guru BK itu ingin memberitau nama Kiano dan Sebastian tapi Kiano memotong perkataannya.     "Izinkan aku memperkenalkan diriku" Ujar Kiano.     "Namaku Aristide Kiano Favian dari kelas 10 - A" Ucap Kiano memperkenalkan diri.     "Dan namaku Sebastian Earl Sanders dari kelas 10 - A" Ucap Sebastian memperkenalkan diri.     Mereka berdua menyebutkan namanya dengan menebarkan aura kebangsawanannya lalu mereka berdua pergi dari sana. ......................................     Mereka sampai dikelas dan duduk di tempat duduk mereka. 10 menit berlalu dan guru masuk keruang kelas, itu adalah Bu Ris.     "Saya akan mulai pelajarannya tapi sebelum itu, Kiano dan Sebastian silahkan maju kedepan" Pinta Bu Ris.     Kiano dan Sebastian maju kedepan sesuai permintaan dari Bu Ris. Bu Ris menanyakan beberapa pertanyaan kepada Kiano dan Sebastian mengenai masalah mereka berdua yang berkelahi tadi. Kiano dan Sebastian menjawab dengan jujur tanpa ada yang ditutup tutupi setelah selesai membicarkan tentang masalah Kinao dan Sebastian, Bu Ris memanggil Aurel untuk ikut maju kedepan dan Aurelpun maju kedepan lalu Bu Ris berkata...     "Tiga minggu lagi akan ada pertandingan bela diri, itu akan diadakan diadakan disekolah kita dan itu akan diikuti setiap anak baru dari berbagai sekolah, jadi pada intinya pertandingan ini hanya untuk anak baru saja" Ujar Bu Ris.     "Kepala sekolah menyerahkan seluruh tanggung jawab pertandingan ini pada kelas kita, jadi aku ingin Sebastian ikut dalam pertandingan sedangkan Aurel dan Kiano akan menyiapkan segalanya mulai dari arenanya, tempak duduk penonton dan lain lainnya, saat menyiapkan itu semua kalian akan dibantu oleh teman kalian dari kelas ini maupun dari kelas lain, mengerti?" Ucap Bu Ris menjelaskan panjang lebar.     "Mengerti" Jawab Kiano, Aurel, dan Sebastian bersamaan.     "Bagus, ingat acaranya tiga minggu lagi, kalau begitu kembali ketempat duduk kalian" Ucap Bu Ris.     Mereka bertiga kembali  ketempat duduk masing masing, Bu Ris memulai pelajarannya dan semua siswa mendengarkan dengan seksama. ...................................     Bel sekolah berbunyi itu menandakan bahwa waktunya untuk pulang. Seperti kemarin Kiano dan Sebastian keluar duluan dari kelas lalu diikuti dengan siswa dan siswi yang lainnya. Saat Kiano dan Sebastian berjalan dikoridor, Aurel dan Jessica berteriak pada mereka untu menghentikan langkah mereka berdua, Kiano dan Sebastianpun berhenti dan menoleh kebelakang.     "Ada apa?" Tanya Sebastian.     "Aku ingin membicarakan tentang pertandingan itu dengan kalian berdua" Jawab Aurel.     "Kau ingin berbicara dengan kita berdua, apakah kau sudah tidak takut lagi denganku?" Tanya Kiano pada Aurel.     "Aku tidak takut lagi padamu" Jawab Aurel.     "Terima kasih karena sudah menasehatiku kemarin" Kata Aurel menambahkan.     "Ehem jadi kau mengajak Aurel kedapur kemarin karena ingin menasehatinya untuk tidak takut lagi padamu" Goda Jessica pada Kiano dan Aurel tapi Kiano menjawabnya dengan santai.     "Tentu saja, dia adalah ketua dan aku wakilnya dan itu tidak akan diganti sampai kita lulus nanti, aku dan Aurel pasti akan mengerjakan sesuatu bersama juga, jika dia terus takut padaku maka kerja samanya tidak akan lancar" Jawab Kiano.     "Percuma kau memberikan kode padanya, dia tidak akan pernah paham" Ujar Sebastian pada Jessica.     Sebastian dan Jessica lalu tertawa terbahak bahak sedangkan Kiano dan Aurel sama sekali tidak mengerti kenapa Sebastian dan Aurel tertawa, Sebenarnya apa yang lucu disini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD