HARAPAN PALSU

1427 Words
HAPPY READING GUYS:)     Mereka berempat berjalan bersama sambil membicarakan tentang pertandingan yang diadakan tiga minggu lagi, saat sudah berada dihalaman sekolah tiba tiba ada yang menghentikan mereka, yaitu seorang wanita berkacamata dengan rambut dikepang, wanita itu membawa sesuatu ditangannya terlihat seperti sebuah kotak yang dihias.     "Hai Tina apa yang kau lakukan disini?" Kata Aurel.     "Kau mengenalnya?" Tanya Kiano pada Aurel.     "Tentu saja aku mengenalnya, dia adalah teman sekelas kita, memang kau tidak mengenalnya?" Jawab Aurel sambil bertanya balik pada Kiano.     "Oh ya kah?, maaf Tina, aku tidak terlalu memperhentikan anak anak yang ada dikelas" Ucap Kiano.     "Iya ti-tidak apa apa" Ujar Tina.     "Jadi ada apa?" Tanya Kiano.     "A-aku ingin me-memberi se-sesuatu padamu" Jawab Tina dengan kata yang terputus putus sambil memberikan bingkisan yang ditangannya pada Kiano lalu Tina langsung berlari menjauh.     "HEI TINA APA INI!?" Teriak Kiano dengan penuh penasaran apa yang ada didalam kotak tersebut.     "Coba kau buka" Ujar Aurel.     Saat Kiano membuka bingkisan itu, dia melihat ada sebuah sapu tangan yang terlipat dengan rapi. Kiano mengambilnya dan terlihat sebuah sulaman yang bertliskan 'Aku Mencintaimu'.     "Wow aku tidak menyangka setelah perbuatan Kiano tadi pagi yang membuat semua wanita takut, ternyata masih ada yang berani memberikan sesuatu yang seperti ini padanya" Ucap Sebastian.     "Sulamannya sangat indah dan rapi dia pasti membuat ini dengan penuh ketulusan dan susah payah" Ujar Aurel.     "Ya aku sangat iri padanya, dia bisa membuat ini serapi itu sedangkan aku tidak bisa" Kata Jessica.     "Memangnya kau pernah membuat itu" Tanya Sebastian dengan nada mengejek.     "Pernahlah, jangan mengejekku ya" Jawab Jessica dengan nada yang agak sebel pada Sebastian.     Lalu Sebastian menjawab dengan nada yang mengejek lagi dan itu membuat Jessica jengkel padanya dan akhirnya merekapun bertengkar. Aurel berusaha melerai mereka dan sedangkan Kiano terus menatap sapu tangan itu dengan wajah yang serius.     "Aku tidak bisa menerima sapu tangan ini, aku akan mengembalikannya besok" Ucap Kiano sambil melipat kembali sapu tangan itu dan memasukkannya kembali kekotaknya     Sebastian dan Jessica langsung berhenti bertengkar dan Aurel seketika langsung tercengang, mereka bertiga kaget dengan apa yang dikatakan Kiano.     "Tapi kenapa? Tina memberikan itu padamu dengan penuh perasaan jika kau menolaknya dia pasti akan sakit hati" Ujar Aurel.     "Karena aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, jika aku menerimanya sama saja aku telah memberikan sebuah harapan padanya dan harapan itu tetaplah sebuah harapan yang palsu, daripada dia menghabiskan hidupnya dengan sebuah harapan palsu lebih baik dia mencari harapan yang sebenarnya dan lebih menyakitinya sekali daripada harus menyakitinya berkali kali" Jawab Kiano panjang lebar lalu Kiano berjalan pergi darisana.     "Kalian segera pulanglah, jalan pulang kita berlawanan, kami tidak bisa mengantar kalian pulang" Ucap Sebastian.     "Ya tidak apa apa" Jawab Jessica.     Lalu Sebastian juga ikut pergi menyusul Kiano.     "Kiano memang tidak pernah berubah" Ucap Jessica.     "Kau mengenal Kiano dari dulu?" Tanya Aurel.     "Hanya mulai dari SMP, aku satu SMP dengannya dulu hanya beda kelas saja" Jawab Jessica.     Mereka berdua berjalan pulang sambil mengobrol tentang Kiano.     "Bagaimana bisa kau mengenal Kiano padahal kau berbeda kelas dengannya?" Tanya Aurel lagi.     "Itu karena namanya langsung terkenal disekolah setelah beberapa hari dia masuk ke sekolah" Jawab Aurel lagi.     "Bagaimana bisa namanya langsung terkenal?" Tanya Aurel.     "Itu karena wajahnya yang tampan, dia langsung menjadi topik utama selama berada disekolah, banyak wanita yang tergila gila padanya, dia murid yang pintar dan berprestasi, hampir seperempat piala yang ada disekolah itu dia dan Sebastian yang mendapatkannya" Ucap Jessica.     "Tapi sayangnya dia dan Sebastian memiliki banyak sekali catatan tentang perilaku buruk mereka dan pernah ada kejadian juga saat mulai kenaikan kekelas 9 karena mereka berdua sangat nakal dan sering membuat ulah bersama, para guru mulai memisahkan mereka, satunya diletakkan dikelas 9 - A dan satunya diletakkan di 9 - J, kau tau apa yang mereka lakukan" Kata Aurel.     "Memangnya apa yang mereka lakukan?" Tanya Aurel penasaran.     "Mereka berdua menghancurkan kelas 9 - A dan C begitu juga dengan ruang guru, sangat gila. Mereka juga berkata jika mereka tidak disatukan disatu kelas maka mereka juga akan menghancurkan kelas lainnya. Akhirnya semua guru tidak memiliki pilihan lain selain menyatukan mereka disatu kelas dan juga yang paling tidak kumengerti dari mereka adalah..." Jessica menghentikan perkataanya membuat Aurel penasaran.     "Apa?" Tanya Aurel.     "Mereka adalah sahabat yang tidak bisa dipisahkan tapi terkadang mereka malah bertarung, itu yang tidak kumengerti dari mereka" Jawab Jessica.     "Jika mereka membuat banyak masalah, kenapa mereka tidak dikeluarkan dari sekolah saja?" Tanya Aurel.     "Tentu saja itu karena semua prestasi dan kepintaran mereka, jika sekolah mengeluarkan mereka berdua maka mereka akan kehilangan harta yang paling berharga walaupun sebenarnya harta itu juga sangat merepotkan" Jawab Jessica.     "Kiano dan Sebastian memiliki banyak sekali musuh didalam maupun diluar sekolah dan aku menebak mereka sekarang juga pasti sudah memiliki musuh" Kata Jessica menambahkan.     "Tapi walaupun senakal nakalnya mereka, mereka tidak pernah menyakiti seorang wanita, banyak wanita yang memberikan mereka sebuah hadiah dan bingkisan tapi setelah membukanya, jika itu menyangkut perasaan wanita yang memberikan hadian tersebut, mereka selalu mengembalikan semua itu kembali pada wanita yang memberikannya karena mereka tidak ingin melukai perasaan wanita tersebut dan memberikan sebuah harapan palsu padanya" Ujar Jessica.     "Jika Kiano tidak pernah melukai perasaan wanita, kenapa dia meneriakiku saat diatap?" Tanya Aurel sedikit kesal.     "Entahlah, aku juga tidak tau, tapi dulu aku pernah melihat ada seorang wanita yang memaksanya menjadi ketua, Kiano menolaknya tapi wanita itu terus memohon seperti yang kau lakukan dan akhirnya dia berteriak pada wanita itu dan reaksi wanita itu juga sama denganmu" Jawab Jessica.     "Lalu apa yang terjadi?" Tanya Aurel lagi.     "Setelah wanita itu pergi, aku melihat Sebastian datang menghampiri Kiano dengan muka yang terlihat khawatir, setelah itu aku melihat Kiano aeperti seorang anak kecil yang ketakutan dan Sebastian mencoba menenangkannya" Jawab Jessica.     "Saat itu aku berpikir jika dia trauma dengan sebuah paksaan tapi aku juga tidak tau pasti itu benar atau tidak" Kata Jessica menambahkan.     Perkataan Jessica yang terakhir sedikit membuat Aurel terkejut dan tanpa sadar ternyata sudah sampai dipersimpangan jadi mereka berpisah karena jalan pulang mereka berbeda dari sana. Aurel terus memikirkan itu hingga dia tidur malam harinya. .............................................     Malam yang sama, kali ini Sebastian menginap diapartemen Kiano.     "Hei Kiano menurutmu apakah orang yang kita lawan dilapangan tadi akan menjadi musuh kita selanjutnya?" Tanya Sebastian pada Kiano sambil makan malam.     "Aku hanya bisa berharap jika orang itu tidak akan mengacaukan pertandingan ini hanya untuk membalas dendam pada kita" Jawab Kiano.     "Yah jika mereka melakukan itu pasti akan sangat merepotkan" Ucap Sebastian.     Mereka melanjutkan makan malam setelah makan malam mereka membaca buku hingga mereka mengantuk. ..............................................     Keesokan paginya mereka bangun dan menjalankan rutinitas pagi seperti biasa lalu berangkat ke sekolah. sesampainya disekolah mereka dihampiri lagi oleh beberapa murid perempuan.     "Kiano, aku kemarin melihatmu memperlakukan teman cewek sekelasmu dengan baik bahkan ada yang berjalan bersamamu, tapi kenapa kau begitu kejam pada kami kemarin pagi, apa karena kami bukan teman sekelasmu?" Tanya salah satu murid perempuan itu protes pada Kiano.     "Bukan begitu maksudku, kalian menggerombol didepan kelasku dan membuat jalan masuknya tertutup dan aku juga hampir saja terjebak ditengah tangah kalian jika aku benar benar terjebak ditengah tengah kalian maka aku pasti akan kesulitan bernapas karena sangat pengap, aku tidak suka itu" Jawab Kiano panjang lebar.     "Kalian boleh bertemu denganku ataupun Sebastian saat kami tidak sibuk dan juga asalkan kalian tidak menggerombol, itu saja dan juga satu lagi jika kalian memberi kami berdua hadiah maka kami akan mengembalikannya pada kalian lagi dan aku paling tidak suka jika dipaksa" Kata Kiano menambahkan lalu mereka berdua meninggalkan para wanita yang tadi mengobrol dengannya lalu pergi kekelas.     Didalam kelas itu masih sepi hanya beberapa anak yang sudah datang termasuk Jessica dan Aurel. Aurel tampaknya masih memikirkan tentang apa yang dikatakan Jessica padanya kemarin dan itu membuatnya diam dan bengong saja. Kiano yang menyadari bahwa Aurel sedang bengong, dia mengendap endap mendekati Aurel lalu saat sudah dekat dengannya Kiano langsung memukul Meja Aurel.     Akibat ulahnya itu Aurel dan yang lainnya menjadi kaget. Kiano hanya tertawa merasa puas dengan ulahnya.     "Ada apa? kenapa kau bengong saja? tidak biasanya ketua kita akan menjadi bengong" Kata Kiano sambil tertawa tapi Aurel hanya kaget saja dan tidak merasa itu lucu. Aurel menatap Kiano dengan penuh pertanyaan. Kiano yang merasa ada yang tidak beres dengan Aurel langsung menanyainya.     "Hei ada apa? kau punya masalah?" Tanya Kiano yang langsung menghentikan tawanya. Melihat itu, Sebastian dan Jessica juga menghampiri Aurel.     Aurel berdiri dari tempat duduknya lalu dia menarik Kiano pergi. Sebastian dan Jessica yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi langsung mengikuuti mereka berdua, ternyata Aurel menarik Kiano pergi keatap. Saat sampai disana Aurel bertanya pada Kiano.     "Kau belum menjawab pertanyaanku kan Kiano" Ujar Aurel.     "Pertanyaan yang mana?" Tanya Kiano yang tersenyum dengan penuh Kebingungan.     "Apa yang sebenarnya kau takuti?" Tanya Aurel balik.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD