BELAJAR BERSAMA

1348 Words
HAPPY READING GUYS:)     Kiano dan Sebastian pergi meninggalkan Jessica dan Aurel disana.     "Kau yakin akan sungguh belajar bersama dengan mereka" Tanya Aurel yang tidak yakin dengan niat dari Jessica.     "Tentu saja, kenapa tidak? siapa tau dengan belajar bersama mereka otakku akan lebih lancar lagikan" Jawab Jessica. Mereka berdua pulang bersama sambil bercerita tentang masalah cowok. ......................     Dengan cepat waktu berlalu, sekarang sudah jam 3 sore, Jessica dan Aurel telah sampai diapartemen Kiano, mereka bisa tau dimana apartemen Kiano karena Kiano memberitau alamatnya lewat pesan. Tok...tok...tok     Jessica mengetuk pintu apartemen Kiano, Aurel yang masih takut dengan Kiano benar benar sangat ingin melarikan diri rasanya tapi sudah terlambat karena Kiano telah membukakan pintu untuk mereka berdua dan merekapun masuk kedalam. Mereka melihat sebuah apartemen yang sederhana tapi sangat bersih dan nyaman, mereka juga melihat disana sudah ada Sebastian yang memakai baju santai biasa dengan memakan kue kering sambil nonton TV.     "Sebastian kau sudah berada disini? cepat sekali" Tanya Jessica yang terheran heran dengan Sebastian yang tiba tiba sudah duduk saja disana sambil makan kue kering.     "Tentu saja aku cepat karena tadi aku tidak pulang dulu, beda dengan kalian yang pulang dulu" Jawab Sebastian sambil makan kue kering.     "Loh terus itu baju siapa yang dipakai Sebastian? apakah itu bajumu Kiano?" Tanya Jessica pada Kiano.     "Heh tentu saja bukan, itu bajunya dia sendiri, dia pernah menginap disini beberapa kali dan kebetulan ada bajunya yang tertinggal" Jawab Kiano sambil agak tertawa.     "Kau tadi kelihatan marah saat aku mengatakan ingin belajar bersamamu tapi kelihatannya sekarang kau menjadi sangat santai" kata Jessica yang agak heran dengan Kiano.     "Entahlah kadang aku menjadi cepat marah dan terkadang amarahku juga cepat mereda" Jelas Kiano pada Jessica.     "Ayo duduklah jangan berdiri saja" Ujar Kiano pada Jessica dan Aurel.     "Iya terima kasih" Ucap Jessica, Aurel masih saja terus berada dibelakang Jessica tanpa bicara sedikitpun.     "Hei kau, bisakah kau jangan menempel terus pada Jessica, kemari dan cepat bantu aku" Ajak Kiano pada Aurel.     "Ti-tidak mau, a-aku disini saja" Aurel menolak ajakan dari Kiano kemungkinan dia masih takut jika sewaktu waktu Kiano marah dan meneriakinya lagi.     "Kau masih takut padaku?" Tanya Kiano pada Aurel, tapi Aurel sama sekali tidak menjawab.     "Kenapa kau begitu takut padaku!! apakah aku semengerikan itu dimatamu!!" Ucap Kiano mulai marah dan tentu itu membuat Aurel lebih takut lagi padanya.     'Seharusnya aku tidak menyuruhnya menjadi wakil ketua, dia benar benar sangat mengerikan saat marah' Ucap Aurel dalam hati.     "Kau ini, kalau cara bicaramu seperti itu kau akan membuatnya lebih takut padamu" Ujar Sebastian sambil makan. Mendengar itu, Kiano menarik nafas panjang dan menghembuskannya.     "Aurel bisakah kau membantuku membuat kue kering lagi didapur untuk kalian, karena bagian kalian tadi sudah dimakan olehnya" Ujar Kiano dengan nada yang lembut sambil menunjuk kearah Sebastian.     "Kau bisa memasak?" Tanya Jessica tiba tiba.     "Ya aku bisa, maka dari itu aku mau membuatkan kue untuk kalian, jika aku melakukannya sendiri itu akan memakan waktu yang lama, tapi jika Aurel membantuku aku bisa seikit mempersingkat waktunya nanti" Jawab Kiano menjelaskan panjang lebar.     "Jadi bisakah kau ikut aku kedapur, Aurel?" Tambah Kiano dengan nada yang lemah lembut.     Aurel awalnya ragu ragu tapi pada akhirnya dia menerima ajakan dari Kiano. Aurel mengangguk setuju dan mereka berdua berjalan kedapur. ..........................     Didapur sudah tersedia semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue kering. Sambil membuat kue kering, Kiano mengajak Aurel bicara.     "Kau tidak perlu takut padaku" Kata Kiano.     "Ka-kau begitu me-menakutkan saat marah, ba-bagaimana bisa a-aku ti-tidak takut padamu" Jawab Aurel dengan suara yang gemetar.     "Kau tau kadang kala manusia harus bisa melawan rasa takut mereka, jika mereka tidak bisa melawan rasa takut mereka, maka selamanya mereka akan terjebak dalam ketakutan itu" Ujar Kiano dengan agak memasang wajah sedih.     "Apakah kau pernah merasa takut?" Tanya Aurel pada Kiano.     "Ya aku pernah merasa takut dan itu terbawa hingga sekarang, dulu aku tidak ingin melawannya tapi sekarang aku akan berusaha melawannya" Jawab Kiano.     "Apa yang kau takuti?" Tanya Aurel lagi.     "Kuenya sudah selelsai dibentuk tinggal dipanggang, kau panggang ini" Suruh Kiano pada Aurel agar bisa menghindari pertanyaan dari Aurel. Aurel menerimanya lalu dia memanggang kue itu.     "Aku akan kesana, jika sudah selesai kau juga kesanalah" Suruh Kiano pada Aurel, Aurel hanya mengangguk saja, lalu Kiano pergi dari tempat itu dan menghampiri yang lainnya.     'Kiano tadi sepertinya sedang menghindari pertanyaanku, sebenarnya apa yang ditakutinya?' Kata Aurel dalam hati. ...................................     Disana terlihat Jessica dan Sebastian sudah belajar duluan, Kiano pergi kekamarnya dan mengambil beberapa buku lalu kembali lagi ke ruang tengah dan ternyata Aurel juga sudah berada disana. Kiano berdiri diantara anak anak itu dan bertanya.     "Apa saja yang ingin kalian pelajari?" Tanya Kiano.     "Semua yang ada dibuku ini" Ujar Jessica sambil mengangkat buku matematikanya.     "Kau gila ya, dengan kecepatan belajarmu itu dan kau ingin mempelajari semua yang ada dibuku itu?" Jawab Kiano dengan ekspresi agak kaget.     "Memangnya kenapa? apa ada yang salah dengan itu?" Ucap Jessica dengan nada polos.     "Kalian berdua hanya akan mempelajari 1 bab saja" Ujar Kiano.     "Baca dalam 10 menit dan aku akan memberikan soal pada kalian" Kata Kiano menambahkan.     "Bukankah itu terlalu singkat, bagaimana bisa aku mempelajari sesuatu dalam waktu sesingkat itu?" Ucap Jessica protes.     "Aurel saja tidak protes kenapa kau harus protes" Jawab Sebastian.     Jessica pasrah dan langsung menbaca bukunya sambil berusaha memahaminya begitu juga dengan Aurel. 10 menit berlalu, kue keringnya telah matang sedangkan Aurel dan Jessica belum selesai membaca. Kiano menarik buku Aurel dan Sebastian menarik buku Jessica.     "Aku akan mengurus Kuenya, kau disini saja dan berikan pertanyaan pada mereka berdua" Ujar Sebastian.     "Ya, tapi kue itu jangan kau makan!!" Jawab Kinao.     Sebastian menjawab ya lalu pergi kedapur, sedangkan Kiano memberikan 5 pertanyaan yang sangat sulit kepada Aurel dan Jessica, Sebastian kembali dengan membawa kue tersebut, harum kue itu dapat tercium oleh hidung Jessica dan Aurel.      "Bau enak apa ini?" Tanya Aurel.     "Ini bau kue kering buatan Kiano, kau pasti belum pernah merasakannya kan?" Goda Sebastian.     "Ehem, cepat kerjakan ini dalam 15 menit jika sudah selesai kalian bisa makan kue itu tapi ingat kerjakan dengan serius" Ucap Kiano untuk memfokuskan Aurel dan Jessica kembali.     Aurel dan Jessica mengangguk dengan semangat dan langsung mengerjakan semua pertanyaan yang diberikan Kiano pada mereka dengan sungguh sungguh. 15 menit berlalu dengan cepat dan Kiano sudah menarik kertas jawaban Jessica dan Aurel dan saat Kiano melihatnya ternyata Jessica masih menjawab 1 pertanyaan dan Aurel baru selesai menjawab 2 pertanyaan.     "Kalian berdua ini yang benar saja, 15 menit itu kalian gunakan untuk apa saja yang satunya masih menjawab 1 pertanyaan dan satunya masih menjawab 2 pertanyaan, mana jawabannya salah semua lagi!!" Ujar Kiano.     "Ya kau sih ngasih pertanyaan ga kira kira banget, pertanyaannya ada 5 mana sulit sulit semua lagi dan waktu yang diberikan cuman 15 menit, ya jelaslah ga selesai!!" Ucap Jessica agak marah pada Kiano yang ngasih pertanyaan yang sangat sulit. Kiano memegang kepalanya dan berkata...     "Kayak gini aja ga bisa, malah mau mempelajari semua yang ada dibuku" Ucap Sebastian.     "Ya sudahlah kalian makan tuh kue kering dulu setelah itu baca buku itu lagi 20 menit setelah itu aku akan memberikan kalian pertanyaan yang lebih mudah daripada ini" Ucap Kiano putus asa.     Aurel, Jessica dan Sebastian, mereka bertiga memakan kue kering yang tadi telah dibuat setelah itu mereka melanjutkannya dengan membaca buku setelah 20 menit berlalu Kiano datang dengan membawa beberapa lembar kertas berisi pertanyaan yang lebih mudah daripada yang tadi, Kiano memberikan kertas itu pada Aurel dan Jessica lalu mereka berdua langsung menjawabnya dengan semangat dan sungguh sungguh, kali ini Kiano tidak memberikan batas waktu pada mereka. Kiano menunggu mereka sambil membaca buku. Setelah 1 jam berlalu mereka selesai mengerjakannya dan menyerahkan kertasnya pada Kiano.     "Nih kau koreksi yang satunya, jangan cuman santai santai disana aja kau" Kiano memberika salah satu kertas jawaban itu pada Sebastian.     Sebastian menerima kertas itu dan langsung mengkoreksi jawabannya, setelah beberapa saat melihat jawaban dari Aurel dan Jessica, Kiano dan Sebastian menggelengkan kepala mereka.     "Jawaban kalian masih banyak yang salah" Ujar Kiano.     "Ya sepertinya kalian harus belajar lebih lagi saat nanti dirumah, sekarang sudah jam setengah 5 sore sebaiknya kalian pulang" Ucap Sebastian.    Jessica dan Aurel mengangguk dan mengemasi barang mereka dan berpamitan lalu mereka pulang.     "Aku pikir kau juga harus pulang, Sebastian" Ucap Kiano.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD