MENCARI KEBENARAN

1466 Words
HAPPY READING GUYS:)     'Jika benar apa yang dikatakan Aurel, maka aku akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi setelah keluar dari rumah sakit ini dengan Sebastian' Ucap Kiano dalam hati.     Kiano melepaskan pelukannya dari Aurel dan menghapus air matanya.     "Lupakan itu semua, jika dia menyayangimu dia pasti sudah memaafkanmu" Ujar Kiano agar Aurel tidak menjadi sedih lagi.     "Sekarang tersenyumlah, aku dan ibumu ingin melihat senyummu sekarang. Ya kan tante kau ingin melihat senyumnya kan" Ucap Kiano sambil menghadap keatas seolah olah dia sedang berbicara dengan ibunya Aurel.     Tak lama kemudian, angin tiba tiba berhembus kencang masuk disertai dengan kelopak bunga mawar masuk kedalam ruangan dimana Kiano dan Aurel berada. Mereka berdua terkejut tidak percaya.     "Wow indah sekali, bagaimana bisa bunga mawar ini masuk keruanganmu dengan banyak?" Tanya Aurel keheranan tapi disisi lain dia juga takjub, senang, dan tersenyum lagi.     "Mungkin ibumu mendengar perkataanku tadi dan mengirim bunga ini agar kau tersenyum" Ucap Kiano yang pada saat itu juga terkejut dengan apa yang terjadi.     "Mungkin" Ucap Aurel sambil bermain main dengan kelopak mawar yang masuk tadi, karena jumlahnya yang masuk tadi banyak.     Lalu terdengar suara pintu dibuka, Sebastian dan Jessica masuk kedalam. Mereka berdua terkejut dengan apa yang mereka lihat.     "Kenapa banyak sekali kelopak bunga mawar yang berserakan disini, seingatku kita tadi kemari tidak membawa bunga ataupun melihat bunga diruangan ini kan?" Tanya Jessica.     Sebastian mengangguk mengiyakan pertanyaan Jessica.     "Saat aku bicara dengan Aurel tadi mawar ini tiba tiba masuk kedalam"Jawab Kiano yang sebenarnya jika itu dipikir sangat tidak masuk akal sekali.     "Kau pasti bercanda, coba kulihat lewat jendela" Jessica sangat tidak bisa mempercayai itu semua dan akhirnya dia berjalan kearah jendela.     Jessica kembali menjadi kaget.     "Eh apakah semua kelopak mawar ini punya mata? bahkan satupun tidak ada yang jatuh dibawah" Ujar Jessica dengan nada kaget.     "Bagaimana ini bisa terjadi? apakah ini rencana kalian untuk membuatku dan Sebastian kaget?" Tanya Jessica yang masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi disana.     "Soal kejadian ini biarkan itu menjadi rahasiaku dengan Kiano, kalian tidak perlu tau" Ucap Aurel yang masih bermain dengan kelopak mawarnya.     "Aku mau ikut main juga" Ucap Jessica yang bergabung dengan Aurel. Sedangkan Sebastian bergabung dengan Kiano.     "Kami akan pulang jam 7 nanti, soalnya besok kami masih ada kelas" Ucap Sebastian.     "Ya aku mengerti" Jawab Kiano.     "Apakah tante sudah datang kemari?" Tanya Sebastian.     "Ibu sudah kemari tadi" Jawab Kiano.     "Sebastian aku memerlukan bantuanmu" Ucap Kiano.     "Katakan saja" Ujar Sebastian.     "Saat kita kecil dulu, kau adalah orang yang paling dekat dengan ibuku, jadi aku ingin kau membantuku untuk mencari tau kenapa ibu melakukan semua ini padaku" Ucap Kiano.     "Yang ingin kucari tau adalah yang pertama, kenapa dia memperlakukan kau dan aku secara berbeda,  yang kedua kenapa dia selalu seperti ingin menjauhkanku darinya sampai sampai mengirimku untuk tinggal diapartemen bersama dengan pelayan dari aku kecil, dan yang ketiga aku ingin mencari tau siapa ayahku" Kata Kiano menambahkan.     "Kau bisa membantuku?" Tanya Kiano pada Sebastian yang daritadi hanya bengong.     'Bagaimana bisa aku membantunya untuk mencari tau semua kebenaran ini. Ini semua adalah rahasiaku dengan tante Lauren, tente Lauren sudah membuatku berjanji untuk tidak mengatakan ini semua pada Kiano, apa yang harus aku lakukan?' Ucap Sebastian dalam hati.     "Sebastian kau mendengarku kan?" Tanya Kiano yang sepertinya menyadari bahwa Sebastian sedang bengong.     "A-aku mendengarmu" Jawab Sebastian.     "Kau kenapa?" Tanya Kiano.     "Aku tidak apa apa" Jawab Sebastian.     "Oh ya bukankah kau sangat membenci tante Lauren. Kenapa sekarang kau malah ingin mencari tau apa yang terjadi sebenarnya" Tanya Sebastian.     "Aku tidak membencinya lagi sekarang, malah sekarang aku berharap dia ada disini menemaniku, jadi aku bisa menanyainya secara langsung" Jawab Kiano dengan ekpresi yang sedikit sedih karena dalam kondisi beginipun Lauren tidak berada disamping dirinya.     'Kiano tampaknya sudah tidak membenci ibunya lagi, aku memang tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tapi aku akan membuat tante Lauren mengakui sendiri kebenarannya' Ucap Sebastian yang sudah siap untuk membantu Kiano.     "Aku bisa membuat tante Lauren untuk berada disini" Ucap Sebastian.     "Kalau begitu terima kasih karena sudah mau membantuku" Ucap Kiano.     Sebastian mengangguk menandakan bahwa dia menyetujui apa yang dikatakan Kiano.     "Oh ya bagaimana dengan anak anak yang bertarung denganku tadi pagi?" Tanya Kiano.     "Seharusnya mereka berada dikantor polisi sekarang" Jawab Sebastian.     "Bukankah berarti besok para polisi itu akan kemari dan menanyai diriku bukan?" Tanya Kiano lagi.     "Yah sepertinya begitu" Jawab Sebastian.     Kiano hanya mengangguk saja, lalu beberapa menit setelah itu.     "Emmm Kiano" Panggil Aurel.     "Ada apa?" Tanya Kiano.     "Bolehkah jika besok setelah pulang sekolah kemari lagi, emm dan juga bolehkah aku berfoto dengan ibumu?" Tanya Aurel yang agak gugup.     "Kau penggemar ibuku?" Tanya Kiano.     "Aku adalah penggemar beratnya, aku menyukai semua film dan sinetron yang dibintanginya dan tentu saja aku telah menonton semuanya, jadi bolehkah?" Ujar Aurel.     "Kau bisa kembali kemari lagi besok setelah pulang sekolah, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa dia akan datang kemari lagi besok" Ucap Kiano.     "Kalau begitu aku akan minta fotonya dilain waktu saja" Ujar Aurel. ...................................................................     Jam sudah menunjukkan pukul 7, Kiano dan Sebastian melancarkan rencananya. Sebastian keluar untuk menelpon Lauren dan Lauren mengangkat telponnya.     "Halo tante" Ucap Sebastian mengawali pembicaraan.     "Ada apa? Kiano baik baik saja kan?" Tanya Lauren panik.     "Dia baik baik saja tante, tenanglah" Jawab Sebastian.     "Tante bisakah kau kemari?" Tanya Sebastian.     "Aku akan pergi kesana" Jawab Lauren lalu mematikan telponnya.     Setibanya Lauren disana dia langsung pergi keruangan Kiano, tapi saat dia mengintip kedalam ruangan Kiano hanya ada Kiano disana, dia tidak melihat ada Sebastian sama sekali, tapi tiba tiba Sebastian muncul, dan membuka pintu dan mendorong Lauren masuk kedalam setelah itu Kiano tiba tiba muncul dari belakang Lauren dan memeluknya.     "Ibu taukah kau aku selalu bermimpi memelukmu seperti ini dan aku tidak percaya bahwa hari ini aku telah melakukannya" Ujar Kiano.     "Ki, kau baru saja siuman tadi dan sekarang kau sudah berdiri. Lukamu bisa saja menjadi sakit nanti" Ujar Lauren yang berusaha melepaskan diri dari Kiano.     "Ibu kumohon jangan menghindariku lagi. Aku tidak membencimu lagi bahkan jika kau berusaha membuat diriku membencimu, aku tidak akan pernah membencimu lagi, jadi kumohon jangan menghindari diriku" Ucap Kiano.     Lauren meneteskan air mata kebahagiaan, dia bahagia karena Kiano tidak membencinya tapi disisi lain dia juga sedih karena dia harus tetap menjalankan peran sebagai ibu yang jahat di mata Kiano demi kebaikan Kiano.     "Kiano lepaskan aku, kembalilah keranjangmu. Kau itu masih sakit" Ucap Lauren berusaha melepaskan diri.     Karena Lauren menggunakan tenaga yang besar jadi Kiano tidak bisa menahannya karena dia saja baru bangun sore ini dan tubuhnya juga masih lemah. Kiano merasakan sakit diperutnya lalu dia melangkah mundur dan bersandar kedinding. Lauren yang menoleh kebelakang menyadari bahwa Kiano sedang kesakitan. Lauren kembali menjadi panik dan menghampiri Kiano.     "Apakah itu menjadi sakit lagi? perlu kupanggilkan dokter, Ki?" Tanya Lauren panik.     "Tidak, aku baik baik saja, tidak perlu khawatir" Jawab Kiano.     Lalu Lauren membantu memapah Kiano untuk kembali keranjanganya.     "Ibu aku ingin bertanya padamu" Ujar Kiano.     "Apa" Jawab Lauren dengan dingin.     "Kenapa ibu memperlakukanku dan Sebastian secara berbeda?" Tanya Kiano.     "Kenapa ibu ingin membuatku menjauh dari ibu?"     "Dan juga siapa ayahku?"     Kiano yang secara tiba tiba bertanya itu semua pada Lauren sangan membuat Lauren terkejut, kenapa tiba tiba Kiano menanyakan itu semua. Lauren memalingkan wajahnya dari Kiano.     "Aku hanya tidak menyukaimu, kau adalah anak haram dari hasil kesalahanku. Aku tidak ingin mengakuimu sebagai anakku. Aku sangat malu mempunyai anak seperti dirimu" Ujar Lauren berbohong.     Jika dikatakan dengan jujur, semua perkataan Lauren itu sangat sangat membuat Kiano sedih tapi seperti yang dikatakannya tadi dia tidak akan membenci Lauren.     "Kalau kau benar benar membenciku, untuk apa tadi sore kau datang padaku lalu memeluk diriku, jika kau membenci diriku kenapa kau ada disini sekarang dengan memapahku kembali keranjangku tadi, jika kau membenciku diriku kenapa kau tidak mengatakan itu sambil menatap mataku, dan jika kau benar benar membenciku kenapa kau tidak membuangku saat aku lahir dan malah merawatku hingga sekarang " Ujar Kiano.     "Coba katakan padaku kenapa kau melakukan semua itu padaku padahal kau membenci diriku" Kata Kiano menambahkan.     Lauren kehabisan kata kata dan dia hanya terdiam.     "Jika kau melakukan itu semua demi kebaikanku, kau benar benar tidak perlu melakukan itu lagi sekarang. Aku bisa melindungi diriku sendiri dan aku juga bisa melindungi ibu" Ujar Kiano.     "Aku bukan anak kecil lagi yang bisa kau bohongi dengan mudah seperti dulu"     "Kau tau ibu, ada seseorang yang bilang padaku bahwa apapun yang dilakukan seorang ibu entah itu baik atau tidak semua itu pasti memiliki alasan tersendiri dan sekarang itulah yang sedang kulakukan, tolong beritau aku kenapa ibu melakukan semua itu padaku dan juga siapa ayahku" Ucap Kiano.     Tapi Lauren tetap diam dan malah menangis, Kiano hanya memeluk Lauren dan berhenti menanyakan itu semua.     "Sudahlah jika ibu tidak ingin mengatakannya sekarang, aku akan menanyakannya lagi dilain waktu. Ibu pasti sudah sangat menderita kan" Ujar Kiano.     Lauren memeluk Kiano balik dan dia menangis dipelukan Kiano.     'Aku akan bertanya pada ibu dilain waktu dan juga mencari semua kebenaran itu sendiri' Ujar Kiano dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD