Setelah makan malam selesai, Selvy dan Jean lanjut nonton film bareng.
Karena lelah Jean ketiduran.
Selvy merasa geli karena hembusan nafas teratur Jean menerpa tengkuknya.
Posisi Jean tiduran di sofa sedangkan Selvy duduk di lantai bersandar di sofa.
"Dasar."Selvy hendak membangunkan Jean namun Selvy urungkan karena Jean tidur begitu pulas Selvy tak tega.
Selvy bangkit dari tempat duduknya mengambil selimut untuk Jean.
Selvy menatap wajah Jean.
"Betul kata Sonia, jean memang tampan sekaligus manis membuat orang tak bosan untuk memandangnya."batin Selvy.
Tak sadar Selvy mendekatkan wajahnya memandangi bibir Jean.
"Ohh shittt jalang banget gue."Selvy memundurkan wajahnya kembali sambil memukuli kepalanya sendiri dan berlalu menuju kamarnya sebelum khilaf.
__________
Pagi hari Jean terbangun karena suara bel yang terus berbunyi.
"Mbak...."panggil Jean malas bangkit.
"Apaan sih?"tanya Selvy keluar dari dapur. Entah mimpi apa Selvy semalam sekarang mau bikin sarapan.
"Ada tamu."jawab Jean memejamkan matanya kembali.
"Bangun loe, emang gak sekolah."Selvy menarik selimut yang di kenakanJjean.
"Masih ngantuk."Jean enggan untuk bangun.
"Dasar...."Selvy ke depan buat bukain pintu.
"Kenapa lama sekali,"ucap Mario begitu pintu di buka.
"Bos."Selvy tersenyum kikuk plus salah tingkah.
"Apa yang loe lakuin di dalam, gue udah nunggu lima belas menit."Kesal Mario.
"Maaf gue baru bangun."Bohong Selvy, bisa berabe kalau Mario tau ada laki-laki di rumahnya. Selvy gak bisa bayangin kalau Mario mencabut semua kartu kreditnya.
"Yakin?"tanya Mario curiga.
"Iya."Selvy tertawa garing.
"Mbak....gosong tuh. Masak di tinggal pacaran."Jean muncul membawa teflon yang memperlihatkan telor gosong persis arang.
"Bisa jelasin?"tanya Mario dingin.
Selvy hanya bisa meringis dan melihat ke arah Jean kesal.
"Ayo masuk dulu sayang."Selvy bergelayut manja.
"Ulet bulu,"cibir Jean dengan santainya masuk ke dalam.
Sedangkan Selvy jangan di tanya lagi. Jelas Selvy kesal setengah mati dengan berondong kampret plus sialan itu.
"Kenapa ada bocah itu di rumah loe?"tanya Mario tanpa basa basi.
"Dia lagi main. Rumahnya di situ."Selvy menunjukkan rumah Jean.
"Ini masih sangat pagi untuk bertemu."sindir Mario namun yang di sindir gak peka malah asik nonton larva sambil terkikik sendiri.
"Heh gue sedang bicara sama loe."Bentak Mario di hadapan Jean.
"Ishhh...minggir om, itu lucu larva kentut mulu,"balas Jean tanpa dosa.
Rahang Mario mengeras seolah ingin menelan Jean hidup-hidup.
Selvy yang lebih peka langsung merangkul pinggang Mario.
"Sayang ayo kita keluar gue laper,"ucap Selvy manja.
"Ayo."Mario merangkul bahu Selvy posesif.
Jean hanya melirik dari ekor matanya dan mengedikan bahunya acuh, lanjut nonton film kartun favoritnya.
Sedangkan Selvy gemas pengin cakar-cakar wajah Jean yang tanpa dosa itu.
"Sayang gue gak suka dengan bocah itu,"ucap Mario saat di dalam mobil.
"Dia jinak kok sayang, jangan khawatir,"balas Melvy bersandar di bahu mario.
"Tapi gue cemburu."Tegas Mario.
"Astaga sayang, dia hanya bocah. Loe bisa liat sendiri kelakuannya bukan?"balas Selvy tertawa.
"Loe milik gue."tekan Mario posesif.
"Iya, gue milik loe."Selvy mencoba menenangkan Mario.
Tentu saja, Selvy gak mau kehilangan aset penghasil uangnya ini.
Saat Selvy dan Mario baru turun dari mobil bertepatan dengan Adrian dan Selena.
"Sel."Adrian tersenyum dan melambaikan tangannya.
Selvy hendak mengangkat tangannya untuk membalas sapaan Adrian namun di cekal oleh Mario.
Adrian yang melihat itu hanya tertawa geli.
"Hanya membiarkan Selvy membalas lambaian tangan, loe gak akan mengalami kerugian, kecuali loe takut Selvy memilih gue."Goda Adrian.
"Tutup mulut Loe."Mario menatap Adrian tak suka, Adrian rival yang nyata bagi Mario.
"Ayo kak jangan buang-buang waktu menggoda jalang." Selena kesal.
"Apa loe bilang."Emosi Selvy langsung naik.
"J-A-L-A-N-G."Selena menekan setiap hurufnya.
Plakkkk....
Selvy langsung menampar pipi Selena.
"Selvy."Adrian menarik Selena kepelukanya.
"Urusi adik loe itu, kalo perlu jahit tuh mulutnya."Geram Selvy kemudian mengandeng Mario untuk segera pergi. Selvy merasa jengah.
"Sel...."seru Adrian ingin mengejar Selvy.
"Urusi adik loe itu."Mario tersenyum miring.
"Shit...."umpat Adrian mendorong Selena menjauh.
"Kakak lupakan jalang itu,"ucap Selena.
"Tutup mulut Loe, dia hidup gue."Adrian mengacak-acak rambutnya frustasi.
Selena terkejut kakaknya marah dan membentak dirinya hanya karena cewek itu. Adrian tidak pernah sama sekali seperti itu membuat kebencian Selena pada selvy tambah berkali-kali lipat.
_____________
Setelah selesai sarapan dengan Mario, Selvy meminta langsung pulang. Mood Selvy mendadak buruk karena Selena tadi.
"Sorry sayang, gue gak bisa mampir."Mario mengecup kening Selvy.
"Iya gak papa."Selvy tersenyum kemudian turun dari mobil Mario dan melambaikan tangannya.
Baru saja Selvy masuk, sudah di kejutkan oleh Jean yang berdiri di depannya.
"Loe ngagetin aja, kenapa loe belum pergi?"tanya Selvy heran.
"Gue mau tinggal di sini,"balas Jean terus melihat ke arah Selvy intens.
"Enak aja. Gak bisa!!!"seru Selvy tak terima.
"Debatnya bisa nanti lagi gak?"Jean terus mendekatkan wajahnya ke wajah Selvy.
"Ihh loe apa-apaan sih?"Selvy mundur selangkah demi selangkah.
"Mba...."Jean ikut maju jika Selvy mundur.
"Apaan sih."Selvy menahan tubuh Jean dengan jantung berdebar-debar, wajahnya pun memerah.
Jean mengernyitkan dahinya masih menatap Selvy yang mulai memejamkan matanya.
Peletak....
Awww.....
Selvy mengusap keningnya sambil meringis.
"Apaan sih loe,"kesal Selvy.
Jean malah terkekeh, membuat Selvy melotot.
"Mba kenapa merem? Loe mau gue cium?"goda Jean.
"Sialan loe bocah. Ngaca dong, loe bukan tipe gue." Kilah Selvy tak mau kalah walaupun kenyataannya tadi Selvy berfikir Jean akan menciumnya seperti malam itu.
"Yakin?"Jean mengerlingkan matanya jail.
"Udah minggir loe."Ketus Selvy mendorong Jean lebih kuat namun di luar dugaan. Jean menahan tangan Selvy dan mencium bibir Selvy tanpa aba-aba.
Jean sangat lihai memainkan bibir Selvy membuat Selvy terlarut dan membalas ciumanJjean.
Hingga suara bel mengejutkan mereka berdua, mereka melepaskan pagutannya.
"Siapa mba?"Jean mengelap bibir Selvy dengan jarinya.
"Gak tau,"jawab Selvy gugup dan malu.
Jean tersenyum tipis melihat wajah Selvy kemudian berbalik duduk di sofa. Sedangkan Selvy membukakan pintu. Sebenarnya Jean tidak berniat mencium Selvy, Jean hanya mau izin keluar cari makan. Namun melihat Selvy seperti itu, Jean jadi gemas dan menciumnya.
__________
"Sel...." Ucap Adrian sendu begitu melihat Selvy membukakan pintu.
"Ada apa?"tanya Selvy terlihat malas.
"Gue minta maaf."Adrian meraih tangan Selvy dan menggenggamnya erat.
"Kenapa loe yang minta maaf. Yang salahkan adik tiri loe,”balas Selvy tak suka.
"Gue wakilin dia. Ini buat loe."Adrian merogoh saku celananya dan memberikan kotak kecil untuk Selvy.
"Apa ini?"tanya Selvy menerima kotak itu.
"Buka.”
Tanpa basa-basi Selvy membukanya.
"Thank you."Selvy langsung memeluk Adrian begitu melihat isi dalam kotak tersebut.
"Loe udah mau maafin gue?"Adrian membalas pelukan Selvy.
"Tentu. Loe gak salah jadi loe gak perlu minta maaf,"balas Selvy senang. Tentu saja Selvy senang karena kotak kecil itu berisi cincin bertahtakan berlian.
"Terima kasih."Adrian tersenyum senang karena Selvy memaafkannya.
"Gue gak liat,"ucap Jean berjalan sambil memakai jaketnya melewati Selvy dan Adrian.
Sontak Selvy dan Adrian melepas pelukan mereka.
Adrian menatap Selvy meminta penjelasan.
Selvy sendiri kesal dengan Jean yang menyebalkan mana mungkin dia lewat gak ngeliat, sedangkan Jean hatinya terbakar melihat Selvy bersama pria lain.