Jam Sepuluh

1423 Words

Pukul 09.47 pagi, Raka sudah duduk di dalam mobilnya. Ia terparkir dua blok dari alamat yang dikirimkan kepadanya. Bangunan ruko lama itu terlihat biasa saja, dengan beberapa toko yang sudah tutup. Jalanan tidak terlalu ramai, tapi cukup hidup sehingga Raka tidak akan terlihat mencurigakan. Raka datang sendiri ke tempat itu. Semalam, Nayara bersikeras ingin ikut, tapi Raka meminta ia untuk tidak datang. Ia ingin menghadapi situasi ini sendiri terlebih dahulu. Pukul 09.58, Raka turun dari mobil. Udara pagi terasa panas, atau mungkin hanya dadanya yang terasa sesak. Ruko itu terlihat tidak berbeda dari bangunan lain di sekitarnya. Cat dindingnya sudah mulai mengelupas, dan pintu kaca depannya tertutup, tapi tidak terkunci. Tiba-tiba, ponsel Raka bergetar. “Masuk,” bunyi pesan yang masuk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD