Setelah mengakhiri panggilan telepon Saveri secara sepihak, Madilyn buru-buru keluar kamar dan berlari kecil menuju mobilnya. Panggilan dari Ibu sama sekali tak dihiraukannya. Fokusnya saat ini adalah mengantar lukisan ke kantor Saveri secepatnya lalu memutus komunikasi dengan laki-laki itu, sebelum hatinya kembali mengusik logikanya hanya gara-gara kata-kata cinta dan rindu yang diucapkan Saveri di telepon. Ketika mobilnya sudah melaju di tengah perjalanan Madilyn meminta alamat kantor Saveri pada panitia penyelenggara lelang penggalangan dana. Hal yang mudah untuk mendapatkannya apalagi dia punya kata kuncinya, hendak mengantar lukisan yang dimenangkan Saveri dalam lelang penggalangan dana. Berkendara sekitar 20 menit dari rumah orang tuanya mobil Madilyn berbelok ke arah gedung perk

