"jane , maukah kau memulai semuanya dr awal dengan ku lg?" Ucap max sambil membuka kotak cincin yg dipegangnya
jane yg melihatnya hanya menahan tangisnya itu , bagaimana tdk , seseorang yg dulu kamu cintai tiba" melamar mu.
"Maaf tp.....
---------------------------------------------------------
Terkadang masa lalu tidak selalu berhubungan dengan hal yg indah. Seperti yg dialami oleh jane. Kenangan masa lalunya bersama max di tempat ini , dibawah pohon ini , terjadi kenangan yg pahit bagi jane.
"Maaf tp aku blm bisa menjawabnya skrg max" ucap jane
"Baiklah jane , aku akan memberimu waktu " ucap max sedih
"skrg kita makan siang dulu , aku sdh menyiapkan nya td" lanjut max yg ternyata sdh menyiapkan makan siang sederhana di bawah pohon tersebut.
Mungkin org yg melihat mereka akan mengatakan mereka adalah pasangan yg romantis. Bagaimana tdk , max telah menyiapkan meja dan kursi di sertai hiasan cantik diatas meja tersebut.
"Jane , setelah ini aku harus ke kantor sebentar , ad urusan penting yg aku harus selesai dulu , kamu langsung ku antar ke rmh tdk ap kan?" Ucap max yg memecahkan keheningan diantara mereka
"Baiklah" ucap jane
Setelah selesai dgn makan siangnya , max pun mengantarkan jane langsung ke rmhnya. Sesampainya di rmh , max langsung pergi meninggalkan jane sendirian dirumah.
Jane pov
Sebenarnya , ingin saja aku menerima lamarannya td jika saja kejadian itu tidak terjadi kepada ku. Kejadian yg mengakibatkan trauma hingga skrg ini .
Sesampainya dirumah , max langsung pamit untuk pergi ke kantor nya katanya ad urusan mendadak.
aku hanya mengiyakan nya lalu pergi menuju kamar. Sesampainya di kamar , aku berjalan ke arah balkon dan melihat betapa indahnya pemandangan diluar sana.
"Seandainya saja waktu itu kamu tidak melalukanknya , maka kita pasti sdh bahagia max" ucap ku
Cukup lama aku berdiri menikmati pemandangan dr balkon ini sampai tak sadar jika siang telah berganti mlm.
Jane pov end
Max pov
Setelah mengantarkan lea ke rmh , gw langsung pergi menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi ayah jane.
"Bagaimana keadaan nya dok" tanya gw yg sdh berada di kamar ayah jane
"Semakin buruk pak dan mungkin tinggal hitungan hari pak hendra bisa bertahan" ucap dokter yg menangani ayah jane
"Apakah dgn cara kemoterapi juga tdk bisa dok?" Tanya gw
"Ini sdh terlambat pak , kanker yg diderita pak hendra sdh menjalar ke seluruh tubuhnya " jawab dokter
Mendengar hal itu , gw hanya bisa pasrah dan berpikir bagaimana caranya memberitahu keadaan ayahnya yg sebenarnya ke jane.
"Baik dok , terima kasih" ucap gw
"Sama-sama pak , Kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu sambil berjalan keluar dr kamar ayah jane
"Apakah kamu sdh beritahu jane max?" tanya ayah jane
"Blm pak , saya blm memberitahu jane" jawab gw
"Lalu tentang penyakit mu , apakah kamu juga blm memberitahunya?" Tanya ayah jane lg
Gw hanya menggelengkan kepala.
"Kpn kamu akan memberitahu kan nya" tanya ayah jane lg
"Blm tau pak , saya msh takut untuk mengatakannya ke jane" jawab gw
"Kamu takut jika jane akan pergi dr mu? Jika ya maka kau salah nak , jane akan pergi jika kamu tdk mengatakan yg sebenarnya kepadanya nak" ucap ayah jane
"Tp , bagaimana caranya saya memberitahu semuanya kepada jane ? Mungkin ini juga sdh terlabat untuk memeberitahukannya" ucap gw
"Tidak ad kata terlambat nak , percayalah jika kamu mengatakan nya skrg , mungkin msh ad waktu bagi kalian untuk bahagia" ucap ayah jane
"Baiklah akan saya pikirian pak , kalau begitu saya permisi dulu , jika bapak perlu bantuan tinggal hubungi saya" ucap gw sambil berjalan keluar dr kamar ayah jane
"Ingat lah nak , tidak ad kata terlambat" ucap ayah jane
Max pov end
Di dalam mobil , max msh memikirikan kata" dr ayah jane.
"Bagaimana caranya gw beritahu semuanya kepada jane?" Ucap max dlm hati
Ia benar" bingung bercampur dgn rasa takut jika saja jane tdk menerima keadaannya seperti ini. Ia takut akan kehilangan jane untuk yg kedua kalinya.
Sesampainya di rmh , max langsung pergi mencari keberadaan jane.
"Bi , bibi ad liat jane tdk" tanya max
"Td bibi liat nak jane masuk kamar tuan" ucap bibi
"Ah baiklah , terima kasih bi" ucap max lalu pergi ke kamar.
Sesampainya di kamar , ia sdh melihat jane yg sdh terlelap di atas kasur.
"Sedang tdr aj kamu sangat cantik jane" ucap max sambil mengelus rambut jane
"Bagaimana aku memberitahumu tentang diriku sebenarnya jane , aku takut kamu pergi lg" lanjut max yg msh menatap jane
Setelahnya , max berjalan kearah jendela , menatap keluar sambil memikirkan jalan keluar untuk memberitahu jane tentang semuanya.
Bingung , sedih , marah semua bercampur menjadi satu. Itu yg dirasakan max skrg.
Banyak org yg diluar sana melihat nya sebagai sosok yg sempurna.memiliki uang dan kekayaan yg berlimpah itu adalah impian semua org , tp tdk dgn max.
Yg iy inginkan hanyalah bersama org yg ia cintai dan bisa selamanya bersama. Hanya itu yg max inginkan.
Akan tetapi ia tidak tau apakah impiannya itu akan terwujud atau tdk. Hanya takdir yg dapat menentukan jalannya.
Tak terasa hari sdh mlm , max akhirnya masuk ke dalam kamar dan melihat jane yg sdh bgn dr tdr nya.
"Selamat pagi sayang" ucap max
"Mlm max" ucap jane
"Haha , kamu mau makan mlm jane?" Tanya max
"Aku blm lapar max " ucap jane
"Lalu , adakah yg ingin kamu lakukan mlm ini" ucap max sambil mendekat ke arah jane
"Ti...dak a...da , max" ucap jane yg mulai mundur.
"Haha , mengapa kau mundur sayang , aku hanya ingin naik ke kasur saja" ucap max
"Aaa" ucap jane mulai salah tingkah
Tiba" max memeluk jane dgn erat. Jane yg mendapat perlakuan tersebut hanya dapat diam.
"Sebentar saja jane , hanya sebentar , sdh lama aku tdk merasakan pelukan hangat ini" ucap max
Mendengar hal itu , perlahan jane pun membalas pelukan max.
"Lama pun tidak ap max , asalkan kau nyaman" ucap jane sambil mengelus kepala max
Bahagia , mungkin itu yg dirasakan max skrg. Semakin lama , pelukan max semakin erat dan tiba" jane merasakan bahu nya basah.
"Max , apakah kamu menangis?" Ucap jane yg msh dlm keadaan memeluk max
Max tdk menjawab pertanyaan jane , justru ia hanya mengeratkan pelukan nya semakin kuat.
Jane yg mengerti pun hanya bisa membalas pelukannya sambil menenangkan max.
"Menangis lah max , jika itu dapat membuatmu nyaman " ucap jane lg
Cukup lama mereka berpelukan hingga max tertidur di pelukan jane. Dirasa max sdh tdr dgn pulas , perlahan jane mulai melepaskan pelukannya dr max dan membenarkan posisi tdr nya.
"Kamu knp max , ap yg telah terjadi kepada mu" ucap jane sambil membelai wajah max
Setelahnya jane pun ikut tdr di samping max.