"itu karna aku msh mencintai mu sayang" ucap max
"cinta kata mu , kamu pembohong max" teriak jane yang lasung meninggalkan max sendirian di ruang makan.
"maaf"ucap max dlm hati
----‐------------------------------------------------------------
max langsung berdiri dan mengejar jane. Jane yg lari duluan masuk ke kamar dan dengan cepat mengunci pintu kamar tersebut.
"Jane maaf kan aku , aku bukanlah org yg seperti dulu lg jane" ucap max sambil menggedor pintu kamar
"Kamu tidak akan pernah berubah max , dr SMA kamu hanya org yg egois , tdk pernah mementingkan perasaan org lain" ucap jane yg terduduk di belakang pintu sambil menahan air mata
"Jane kumohon , kasih aku kesempatan satu kali lg untuk menebus semua kesalahan ku di masa lalu" ucap max
"Aku sdh berikan kamu lebih dari satu max , tp ap hasilnya , kamu tetaplah kamu max dan tidak akan pernah berubah" ucap jane
"Lalu , ap yg hrs aku lakukan supaya kamu mau kembali kepada ku lg jane?" tanya max
"Tinggalkan aku dan lupakan semua kenangan yg pernah kita buat , jalani hidup kita masing" , itu saja" ucap jane
"Tidak akan , jika kamu menyuruhku untuk meninggalkan mu lg . jane , aku sdh 5 thn mencari mu dan setelah bertemu dengan mu , aku harus meninggalkan mu lg , itu tidak akan terjadi jane" ucap max
"Siapa suruh kamu mencari ku , lagian juga memang itu tujuan ku , agar kita tidak pernah bertemu lg. Memang takdir kita tidak untuk bersama max" ucap jane
"Aku tidak pernah percaya dengan takdir , skrg tolong bukakan pintunya jane , atau ku dobrak pintu ini" ucap max yang sdh bersiap-siap untuk mendobrak pintunya.
Akhirnya jane membukakan pintunya dan max langsung memeluk jane dengan erat.
"Ku mohon jane , jgn tinggalkan ku lg, berikan aku satu kali lg kesempatan ini dan jika aku melakukan kesalahan yg sama lg , kamu blh tinggalkam aku selamanya oke" ucap max yg mulai menangis di pelukan jane
"Baiklah max , aku akan beri kamu satu kali lg kesempatan , tp jika kamu mengulangi kejadian itu lg , maka aku akan meninggalkan mu selamanya max" ucap jane yg sedang mengelus kepala max
"Terima kasih sayang , terima kasih " ucap max langsung mencium bibir jane
"Maxxxxx" ucap jane yg sedang berusaha melepaskan ciuman max
"Hehe , baiklah " ucap max yg sdh melepaskan ciumannya
"Ya udh skrg kamu pergi mandi dulu , bau" ucap jane
"Baiklah sayangku"ucap max yang langsung masuk ke kamar mandi
"Semoga kamu benar" sdh berubah max" ucap jane dlm hati
Jane yg sedang menunggu max selesai mandi pun mulai bosan dan mencoba untuk berkeliling disekitar rmh max.
Jane berjalan hingga menuju taman , disana terdapat ayunan kayu yg cukup besar , jane pun duduk disana sambil merenungkan tentang nasibnya.
Entah ap yg akan terjadi lg selanjutnya di dlm hidupnya itu , ia sdh cukup lelah dengan semua ini.
Selama 5 thn ia sdh berusaha untuk melawan takdirnya , tp seakan semua usahanya itu hanya sia" saja.
Seperti skrg ini , ia sdh berusaha untuk kabur dari max , akan tetapi tetap saja , max dapat dengan mudah menemukan keberadaan nya.
"Ap yg kamu lakukan disini sayang?" ucap max yg sdh berada disamping jane
"Hanya duduk saja"ucap jane
Sudah hampir 10 menit mereka duduk berdua , tidak berbicara apapun dan Tiba" suara perut jane bunyi
"Kamu ingin makan sayang? Td pagi bukankah kamu belum makan "ucap max
"Tdk , aku tdk lapar"elak jane
Suara perut jane pun semakin kencang.
"Haha , kamu tidak pintar berbohong sayang , ayo ku ajak kamu makan di tempat restoran teman ku" ucap max yg langsung menggandeng tangan jane keluar menuju mobil max
Di dalam mobil mereka hanya fokus dengan pikiran mereka masing" hingga mereka sampai di restoran milik teman max
"Hey max , sdh lama kamu tdk kesini dan siapa gadis cantik yg berada di samping mu ini?" ucap josh , teman max
"Ah , perkenalkan ini calon istriku jane" ucap max yg sdh duduk di meja makan bersama jane
"Halo , namaku jane" ucap jane sambil mengulurkan tangannya
"Hai , namaku josh teman calon suami mu dan pemilik restoran ini , salam kenal" ucap josh membalas salaman tangan jane
"Salam kenal juga " ucap jane
" Baiklah , cukup dgn sesi perkenalan nya , skrg aku mau pesanan seperti biasa josh , tp kali ini dua porsi" ucap max yg mulai cemburu dan berusaha melepaskan jabat tangan jane dgn josh
"Baik lah tuan cemburu , huh kalau kamu bukan teman ku akan ku pasti kan wanita itu jatuh ke pelukan ku" ucap Josh sambil meninggalkan meja max
"Coba saja kalau berani kau josh , tp akan ku pastikan kau mati dan langsung masuk ke kuburan josh" ucap max
Melihat itu , jane hanya memutar bola matanya saja , pasalnya jane sdh tau jika max adalah tipe org yg pencemburu.
"Sdh lah max , lagian dia hanya bercanda dengan mu"ucap jane
"Aku tau itu jane "ucap max
"Ah , habis ini kamu ingin ke mana jane ?" Tanya max
"Bisakah kamu antarkan aku ke ayahku? " Tanya jane
"Baiklah , akan ku antarkan kamu ke sana" ucap max
"Nah , ini dia makanannya , selamat menikmati kawanku" ucap josh
"Kau tidak memasukan racun atau obat" terlarang ke dlm makanan ini kan" ucap max memastikan sambil menatap josh dengan tatapan curiga
"Astaga , jika aku ingin membunuh mu , maka sdh dr dulu ku lakukan max" ucap josh
"Haha , aku hanya bercanda josh , terima kasih" ucap max sambil menepuk pundak josh
"Haha , aku tau itu max , sama" " ucap josh sambil meninggalkan meja max
Menu yg biasa max pesan adalah ravioli , itu adalah makanan khas italia dan juga makanan kesukaan max.
Itu karna ibunya selalu memasakan max makanm itu dan jika memakan makanan tersebut , max akan teringat dengan mendiang ibunya.
"Selamat makan" ucap max
"Selamat makan" ucap jane
Mereka akhirnya menikmati makanan mereka hingga habis tak tersisa.
"Yuk kita pergi" ajak max setelah selesai dengan makanannya
"Baiklah , terima kasih josh atas makanan yg enak ini" ucap jane
"Sama" jane , jgn lupa untuk datang lg ya" ucap josh
Mereka akhirnya keluar dr restoran tersebut dan berangkat menuju rumah sakit , tempat dmn ayah jane di rawat.
Sesampainya disana , jane hanya menatap ayahnya dengan sedih , sdh hampir 5 thn ia melihat ayahnya menderita dan juga ia tidak bisa berbuat ap" untuk ayahnya itu.
Skrg keadaan ayahnya semakin memburuk , penyakit ayahnya sdh menjalar ke seluruh tubuh ayahnya dan hanya keajaiban yg dapat membantu ayahnya untuk sembuh dr penyakit ini.
"Kata dokter ayahmu terlalu lama untuk di obati , jdnya dokter hanya bisa membantu nya dengan obat"-an tersebut jane" ucap max
Jane hanya terdiam dan menangis melihat ayahnya.
"Maaf kan aku jane , aku terlambat untuk membantumu" ucap max
"Itu bukan salah mu max , ini memang sdh takdir jika ayahku seperti ini " ucap jane
"Itu semua bukan lah takdir jane , jgn pernah percaya dgn takdir yg ad jane" ucap max