"hanya sesekali , itupun jika aku sedang merasa marah dgn orangtuaku " ucap max
"Apakah kau pernah mengajak seseorang untuk datang kesini?" tanya jane
"hmm , blm ad , mungkin kamu org pertama yg ku ajak datang ke sini" ucap max
‐----------------------------------------------------------------
Jane yg mendengarnya pun tersipu malu.
"Jane , apakah kau ingin berendam?" Tanya max
"Berendam ? dmn?" ucap jane
Max pun mengajak jane keluar halaman belakang rmh , disana sdh terdapat sebuah jacuzzi. sesampainya disana max langsung melepaskan seluruh bajunya. jane yg melihatnya langsung menutup kedua matanya.
"knp jane? bukankah kamu sdh melihat semuanya?" ucap max
Jane yg tdk menjawab hanya berjalan pergi , max yg melihat nya langsung mengejar jane.
"Ayolah jane , aku hanya bercanda oke " ucap max sambil menarik tangan jane
"Ayo ikut berendam , kamu ingin ku bantu melepaskan pakaianmu?" Tanya max lg
"Tdk perlu"ucap jane ketus
"Baik lah kalau begitu" ucap max kembali masuk ke dalam jacuzzi
Setelahnya , jane pun melepaskan seluruh pakaiannya , kecuali pakaian dalamnya lalu jane ikut bergabung bersama max.
"Nikmati lah jane" ucap max
Jane hanya mengangguk dan menikmati pemandian air panas itu sambil ditemani dgn pemandangan yang indah.
"Max , blh kah aku bertanya lg?" Tanya jane
"Tentu saja , kau ingin bertanya ap?" Ucap max
"Tadi pagi sebelum kita berangkat ke sini kamu pergi ke mana?" Tanya jane
Tiba" Keringat dingin mulai keluar dr tubuh max. Jane yg melihatnya pun mulai sedikit panik.
"Kamu knp max? Apakah ad yg salah dgn pertanyaan ku?" Tanya jane lg
"Tdk ad , mungkin hr ini aku terlalu lelah , kita akhiri dulu berendamnya" ucap max langsung keluar dr tempat jacuzzi tersebut.
Jane yg melihatnya pun dibuat semakin bingung , apakah pertanyaan nya salah. Setelah itu jane pun ikut keluar bersama max dan kembali masuk ke dalam rumah.
Selesai bilas , jane segera mencari dmn keberadaan max. Pasalnya sesudah ia masuk , ia sdh tdk melihat keberadaan max.
Hampir 15 menit jane mercari dmn keberadaan max. Ia sdh mencari seisi rmh akan tetapi tetap tidak menemukan dmn max berada.
Jane akhirnya menyerah dan masuk kekamar. Sesampainya di kamar jane pun naik ke atas kasur dan langsung tertidur.
Di tempat lain , max ternyata sedang berada di ruang rahasianya. Ia sedang melihat beberapa kertas medis yg berada di atas mejanya.
Setelahnya ia menyuntikan sesuatu ke dalam tubuhnya setelah itu ia juga meminum beberapa obat.
"Mengapa percobaan ini msh blm berhasil kepada ku" ucap max kesal
Ternyata , setelah jane menanyakan pertanyaan itu , penyakit max tiba" kambuh dan dgn secepat kilat , max lari ke ruang rahasia untuk mengambil obat penawar nya.
Selesai melakukannya , max pun keluar dr ruang rahasianya itu dan mencari keberadaan jane.
Max yg menemukan jane sedang tdr di kamarnya langsung naik ke atas kasur dan ikut tdr di samping jane.
Saat Tengah mlm , tiba" jane merasa perutnya sangat lapar dan akhirnya terbangun dr tdrnya. Saat ingin bangun , ia terkejut dgn keberadaan tangan kekar yang melingkar di perutnya itu. Jane yg tau pemilik dr tangan tersebut , memindahkannya secara perlahan lalu pergi ke dapur untuk mencari makanan.
Sesampainya di dapur , jane membuka isi kulkas dan melihat ad beberapa bahan untuk ia masak.
Setelah mengambil beberapa bahan tersebut , lalu jane langsung memasaknya. Mendengar ad suara bunyi berisik di bawah , max pun terbangun dan melihat jane yg sdh menghilang lg.
Max akhirnya turun dan mencari dr mana suara itu berasal dan akhirnya berhenti di tempat jane.
Max yg melihat jane sedang memasak pun mulai mendekatinya lalu memeluknya dr belakang.
"Astaga max , bisakah kau tdk mengaketkanku" ucap jane
"Hehe , kamu sedang masak ap tengah mlm begini?" Ucap max
"Hanya memasak sandwich , kamu mau?" Tanya jane
"Tdk , kamu saja . Aku akan menemanimu disini" ucap max
"Baiklah" ucap jane
Selesai memasak , jane langsung duduk sambil memakannya sambil ditemani oleh max. Jane yg makannya tdk enak karna hanya ia yg makan akhirnya menyuapi max sepotong sandwich nya itu.
"Aaaa...." Ucap jane sambil menyuapi sepotong sandwich ke mulut max
Max yg menurut langsung menerima suapan dr jane
"Enak" ucap max
Lalu mereka terdiam kembali hingga jane selesai menghabiskan makanannya itu.
"Ayo kembali ke kamar" ajak jane
"Sebentar " ucap max sambil menarik tangan jane
"Knp?" Tanya Jane
Max yg tdk menjawab lalu membawa jane pergi ke suatu tempat. sesampainya disana , jane terkejut dgn apa yang ia lihat di depannya itu.
"Ini tempat ap max?"tanya jane yg bingung karna di bawa ke tempat seperti lab
"Ini adalah tempat yg ku buat khusus untuk mencoba berbagai obat"-an" ucap max sambil menunjukan beberapa hasil percobaannya itu
"Lalu , untuk ap kamu membawa ku kemari max?" ucap jane yg msh dalam keadaan terkejut
"bukan kah ini menjawab semua pertanyaan yang ad di kepala mu itu" ucap max
"tp ini semua untuk ap max?" ucap jane semakin bingung
"untuk menyembuhkan penyakit ku jane" ucap max
ternyata max membawa jane ke ruang rahasianya , dmn semua obat"-an dan juga beberapa hasil percobaannya berada. jane yg msh tidak mengerti dengan semua hal yg di tunjukan oleh max hanya terdiam dan secara mencerna semua itu.
"ku harap setelah kamu melihat ini , kamu tidak meninggalkan ku jane" ucap max sedih
mendengar hal itu , jane langsung berlari memeluk max.
"Mengapa kamu berpikir seperti itu?" Ucap jane
"Karna , sdh banyak wanita yg ku percaya dan setelah mengetahui ini semua , mereka semua meninggalkan ku" ucap max
"Dan kamu mengira aku sama seperti mereka?" Ucap jane
"Tidak , hanya saja aku takut itu terjadi oleh mu. Aku tak ingin kamu pergi lg jane" ucap max membalas pelukan jane
jane yang mendengar pernyataan tersebut semakin mengeratkan pelukannya kepada max.
sdh hampir 15 menit jane memeluk max , lalu perlahan max melepaskan pelukan dari jane dan pergi mengambilkan sesuatu dari laci meja tersebut.
"Sdh berapa lama kamu melakukan ini semua?" Tanya jane
"Semenjak aku lulus SMA" ucap max
"Apakah orangtua mu mengetahuinya max?" Ucap jane
"Mereka tau , hanya saja mereka tidak peduli dgn ku" ucap max
"Mengapa kamu tdk pergi ke dokter saja max , bukankah semua penyakit ad obatnya?" Ucap jane
"Itu tidak berlaku untuk penyakit ku ini jane" ucap max
Jane akhirnya melihat beberapa hasil percobaan yg di lakukan oleh max. Sdh hampir 30 menit mereka berada di sana.
"Ayo kita tdr max"ajak jane yg sdh mulai mengantuk
Max hanya mengangguk lalu mengikuti jane untuk pergi tdr. Sesampainya dikamar , jane langsung naik ke atas kasur dan segera tertidur. Sedangkan max hanya naik ke atas kasur sambil memandangi wajah jane yg sedang tertidur.