10. Holiday (2)

1613 Words
                                                                                         *** Lisa telah berganti baju dan meminum teh manis buatan Hyena. Tubuhnya yang tadi dingin, sekarang sudah kembali menghangat. Ia juga sudah merasa tenang dan rileks. "Lo udah baikan, Lis ?" tanya Hyena khawatir. "Sudah, Hyen. Makasi ya," kata Lisa sambil tersenyum. "Iya. Santai aja. Selama ini kalo gue sakit, lo yang ngurus gue. Sekarang gantian gue yang ngurus lo hehehe. Oh ya, kaki lo udah gak keram?" tanya Hyena sambil melirik betis Lisa. "Udah gak keram. Tapi otot betis kaki kanan gue masih sakit," keluh Lisa sambil memegang betisnya. "Oh gitu. Yaudah coba kita minta tolong Andrew atau Rey. Siapa tau ada yang bisa pijat buat menghilangkan sakit dibetis lo itu," kata Hyena. "Gak usah deh, Hyen. Ngerepotin ntar. Biarin aja. Siapa tau nanti hilang sendiri." "Yah gak mungkin ilang sendiri. Kalo semua penyakit bisa ilang sendiri, dokter gak ada kerjaannya dong. Udah lo disini aja. Gak usah bawel. Gue panggil Andrew atau Rey." Hyena langsung ke luar kamar tanpa menunggu persetujuan dari Lisa. Hyena menghampiri Andrew dan Rey yang sedang makan biskuit di ruang makan. "Guys, otot betis kaki si Lisa katanya masih sakit. Ada yg bisa pijat otot gak? Atau diapain kek biar sembuh," kata Hyena sambil garuk-garuk kepala kebingungan. "Oh ya? Yaudah coba aku liat." Rey dengan cepat langsung beranjak dari kursinya dan berlari menuju kamar Lisa. Andrew dan Hyena terpana akan kecepatan respon Rey dalam membantu Lisa. Namun, Andrew hanya diam saja tak berkomentar demi menjaga perasaan Hyena. Sementara Hyena mencoba mengusir segala prasangka buruk yang hinggap didalam otaknya sekarang. "Ndrew, yuk kita liat si Rey bener gak nih pijatnya," ajak Hyena. "Gak usah diliat. Mending lo temenin gue disini sambil minum teh," ucap Andrew. Hyena tampak berpikir keras. Ia bingung apakah harus mempercayai Rey didalam kamar itu bersama Lisa ataukah tidak. Namun akhirnya ia berusaha untuk meyakinkan dirinya kalo kekasihnya itu tidak akan berbuat macam-macam dan mengkhianatinya. Hyena akhirnya memilih duduk dan menemani Andrew untuk makan biskuit dan minum teh. Meskipun sesungguhnya perasaannya tidak tenang.                                                                                          *** "Mana yang sakit, Lis?" Rey terlihat begitu khawatir dengan kondisi Lisa. Ia melihat betis kanan Lisa dengan panik. "Yang ini, Rey," kata Lisa sambil menunjuk betis kaki kanannya. Setelah tau titik mana yang dirasakan sakit oleh Lisa, Rey melakukan peragangan ringan pada kaki kanan Lisa untuk melemaskan ototnya. Kemudian memijat kaki Lisa dengan penuh kesungguhan. Setelah lima belas menit melakukan pemijatan, Rey merasa kondisi kaki Lisa kini telah membaik. "Sekarang gimana, Lis?" tanya Rey. "Sudah sangat enakan. Makasi ya, Rey," kata Lisa sambil tersenyum. "Yaudah. Lo istirahat sebentar aja dulu. Setelah 2 jam, baru deh lo boleh main-main sama kita," kata Rey. "Iya Rey." "Yaudah. Gue keluar dulu ya." Setelah Lisa mengangguk tanda setuju, Rey keluar kamar dan menghampiri Hyena dan Andrew yang terlihat sedang menikmati secangkir teh hangat. Rey mengambil posisi duduk disebelah Hyena dan ikut menikmati secangkir teh melati. "Gimana kondisi Lisa, Yang?" tanya Hyena. "Udah oke. Dia sekarang lagi istirahat dan tidur. Aku ngelarang dia keluar kamar sebelum dua jam istirahat," jawab Rey. "Oh gitu..." ucap Hyena singkat. "Kita pesen Ayam Bakar aja yuk buat makan siang," usul Rey tiba-tiba. "Boleh. pesen gih!" kata Andrew. "Nanti malam mau bakar jagung dan barbekyu gak?" tanya Hyena. "Boleh juga sih. tapi kita gak punya Daging sapi dan jagung di kulkas," kata Rey. "Yaudah. kalo gitu gue keluar buat beli. Gimana?" tanya Andrew. "Gue juga ikut deh. Nanti lo gak bisa bedain pula mana jagung yang buat dibakar dan mana yang buat disayur hahahaha," ledek Hyena. "Enak aja! Lo lupa gue kerja di kafe? Masa kayak gitu doang gak bisa bedain," Andrew menatap Hyena kesal. "kalo gitu aku gak ikut ya, Yang. soalnya masa si Lisa kita tinggal sendirian," kata Rey. Hyena terdiam beberapa detik. Rasa khawatir mulai kembali mengusik hatinya. Namun ia segera menepisnya. Selama ini Rey selalu menjadi pacar yang baik untuknya, mana mungkin ia akan berkhianat dan menusuknya dari belakang. "Ehm... yaudah deh. Aku sama Andrew aja," jawab Hyena. "Yaudah ayo kita berangkat nenek lampir! Jadi pas pulang kita bisa langsung makan ayam bakar." Andrew langsung menarik Hyena unuk segera bangkit dari kursinya. "Ih.. gak usah tarik-tarik bisa kaleee!" protes Hyena. Hyena dan Andrew pergi ke pasar yang tidak jauh dari villa Rey. Andrew dan Hyena dengan cepat menemukan toko daging dan membelinya. Mereka hanya tinggal mencari jagung manis. "Jagung dimana ya? Apa kita tanya ke kakek disana aja ya? daripada kita kelamaan keliling, gak nemu-nemu," usul Andrew. "Yaudah ayuk kita tanya!" kata Hyena sambil berlari menuju kakek yang di maksud. Namun, karena Hyena terlalu terburu-buru berlari, ia tidak melihat ada batu didepan kakinya, sehingga terjatuh ditengah kerumunan orang banyak. BUKK!!! "Aww.. aish.." Teriak Hyena kesakitan. Semua orang yang ada disana langsung mengarahkan pandangannya ke Hyena. Seketika Hyena langsung malu karna semua orang yang ada disana langsung memperhatikannya.  Andrew langsung menepuk jidatnya dan menghela nafas. "Makanya nek, kalo lari itu liat-liat. Kayak anak balita aja dah. Cuma lari doang bisa jatuh," kata Andrew sambil membantu Hyena untuk bangun. "Aaakh! Kayaknya kaki gue terkilir deh yang sebelah kanan," kata Hyena sambil meringis kesakitan. "Aduh... Huft... Yaudah sini gue gendong." Andrew langsung mengambil posisi untuk menggendong didepan Hyena. "What?! Menang banyak dong lo gendong gue! Ogah ah!" tolak Hyena sambil memukul punggung Andrew. "Terus lo mau apa? Mau gue pijat kaki lo ditengah jalan gini? Lo gak malu apa? Atau lo mau gue tinggal?" tanya Andrew ketus. "Yah jangan... kalo pijat disini, ya gue malu. Kalo gue ditinggal, gimana gue balik ke villa?" "Nah itu lo pinteran dikit. Yaudah mau digendong gak? Pegel ini gue kelamaan jongkok," protes Andrew. "Iya..." Hyena mulai naik ke punggung Andrew. Andrew berusaha bangkit berdiri dengan beban Hyena dipunggungnya. Meskipun terasa sedikit berat, tapi Andrew masih sanggup untuk membawa Hyena. "Gila! Ternyata lo lumayan berat juga ya, Hyen!" keluh Andrew "Yah berat ditulang kali hahaha. Ini kita gak jadi beli jagung?" tanya Hyena. "Yah menurut lo aja. Mau gimana bawa jagungnya. Gue ntar malah makin lama ngegendong lo! Bisa patah tulang belakanng gue," kata Andrew ketus. "Yaudah, nanti lo turunin gue dikursi sana aja. Itu ada kursi." Hyena menunjuk bangku yang ada diluar pasar. Lima menit kemudian Hyena di turunkan dibangku tersebut. Kemudian Andrew merenggangkan otot punggung dan tangannya yang terasa pegal, karena menggendong Hyena. "Coba gue liat pergelangan kaki kanan lo," kata Andrew sambil membuka sepatu dan kaus kaki Hyena. Kemudian Andrew bersiap untuk memijat bagian kaki yang dirasakan terkilir. "Tahan ya..." ucap Andrew sambil mulai memijat. "Awww! Sakittt! Pelan-pelan dong, Ndrew!" teriak Hyena sambil merintih kesakitan. "Iya tenang. Mau sembuh gak sih lo. Jadi tahan aja!" kata Andrew sambil tetap memijat pergelangan kaki Hyena. Setelah sepuluh menit melakukan pijatan dipergelangan kaki Hyena, Andrew berhenti dan menanyakan kondisi Hyena. "Gimana? udah mendingan?" tanya Andrew. "Ehm... Udah lumayan enak banget sih, Ndrew. Lumayan udah bisa dipake buat jalan," kata Hyena sambil mencoba berjalan. Setelah berjalan beberapa langkah, Hyena merasakan kini kondisi kakinya sudah sangat membaik. "Asal lo gak bawel, semua bisa di atasi. Makanya dengerin kalo gue ngomong!" kata Andrew. "Makasi ya, Ndrew. Ternyata lo baik juga. Meskipun kadang-kadang ngeselin. Galak...." "Woy! Lo mau makasi atau mau nyindir gue?!" ucap Andrew dengan melotot. "Hahaha Canda, Ndrew. Makasi ya..." ucap Hyena tulus. "Yaudah, pegang lengan tangan gue aja. Kita jalan balik ke villa sekarang. Udah bisa jalan ini kan lo. Rontok pinggang gue kalo harus gendong sampai villa," kata Andrew. "Iya iya... ayo kita pulang," kata Hyena berusaha jalan sambil memegang tangan Andrew agar tidak terjatuh.                                                                                        *** Rey mulai sibuk menata ayam bakar, nasi, dan piring di meja makan. Lisa yang telah keluar dari kamar, melihat kesibukan Rey dimeja makan. Lisa langsung menghampiri Rey untuk membantunya. "Eh Lis, lo duduk aja. Istirahat aja!" pinta Rey sambil menaruh garpu dan sendok dimeja makan. "Gue udah satu jam tiduran Rey. Bosen juga gue," kata Lisa. Namun semua makanan dan perlengkapan makan sudah selesai ditata dengan rapi diatas meja makan oleh Rey, sehingga tidak ada yang bisa dibantu oleh Lisa. "Nah udah selesai. Lo gak perlu bantu. Udah rapi kok semua," kata Rey bangga. "Boleh juga pekerjaan lo ini. Gak nyangka gue! Ternyata lo bisa juga ngelakuin pekerjaan rumah tangga gini," kata Lisa dengan tersenyum. "Ini cuma menata doang, Lis. Gampang banget ini hahaha," kata Rey. "Oh ya, makasi ya Rey tadi udah nyelamatin gue. Gue belum sempet bilang makasih tadi," kata Lisa sambil tersenyum. "Iya sama-sama. Tadi salah gue juga sih. Harusnya gue gak dorong lo ke kolam renang secara paksa. Jadi lo gak sempet pemanasan dulu sebelum berenang. Maaf ya, Lis." "Gak papa kok. Kesalahan lo terbayar lunas dengan lo nyelamatin gue hahaha," kata Lisa sambil tersenyum. "Oh ya, kok Andrew dan Hyena lama banget ya. Padahal pasarnya tuh gak jauh dari sini," kata Rey dengan ekspresi heran. Namun tidak berapa lama Hyena dan Andrew muncul dihadapan mereka. Terlihat Hyena berjalan tertatih dengan berpegangan pada Andrew. "Itu Mereka datang Rey. Lho itu Hyena kenapa?" ucap Lisa. Rey langsung berlari menghampiri Hyena dengan diikuti oleh Lisa. "Kamu kenapa, Yang?" tanya Rey khawatir. "Tadi kesandung abis itu terkilir, Yang," cerita Hyena. "Jadi Rey, cewek lo ini kesenengan liat kakek-kakek. Abis itu kesandung karna terpesona liat ketampanan tuh kakek. Jadi gak liat ada batu. Jatuh deh," canda Andrew. "Enak aja! Gak gitu ceritanya, Yang." Kata Hyena sambil memukul tangannya Andrew. "Sudah... sudah... Yaudah kamu duduk dulu. Ini udah ada nasi ayam bakar. kita makan aja dulu yuk," ajak Rey. "wah ini keliatannya enak banget!" kata Hyena. Hyena langsung berjalan menuju meja makan dan langsung mencicipi ayam bakar yang terlihat lezat. "Woy... udah mangap aja itu mulut. Doa dulu kek sebelum makan," kata Andrew sambil geleng-geleng kepala memperhatikan kelakuan Hyena. "Laper gue. Udah ayok makan. Ngapain sih cuma diliatin doang," kata Hyena sambil mengunyah. "yaudah ayo kita makan," kata Lisa. CONTINUED
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD