Tekanan udara bertambah berat, membuat nafasku sesak. Tolong, siapa pun, beri aku nafas buatan! Mulutku mengeluarkan suara tawa mengikik, "Perempuan cantik, mau jadi istri keenam Abang? Kalau mau habis ini Abang jemput." Woahhh gila! Malah ditawari jadi istri keenam? Makasih deh! Aku sudah bahagia banget jadi istri Alex, meskipun mungkin usianya tidak beda jauh dengan dukun tua bangka ini! Namun, dari segi packaging beda jauh bak langit dan neraka! Nyebut diri sendiri 'abang' pula! Ih ... Sebagai catatan, meskipun tubuhku digerakkan oleh roh si dukun, aku tetap sadar. Panca indraku tetap bekerja normal, hanya tidak bergerak sesuai keinginan saja. Tidak nyaman deh pokoknya. Seperti terperangkap dalam mimpi buruk dan tidak tahu cara untuk bangun. "Salah besar kau menggoda istriku." Ups.

