Adu Kekuatan - 2

1105 Words

Baru kali ini aku melihat hantu bengong. Kalau orang yang bengong 'kan—katanya—bisa kesambet. Kalau hantu? Apa kesambet manusia? Coba dibayangkan deh. Aduh, pikiranku. 'Pikiranmu random sekali.' Memang. Aku 'kan terbiasa think out of the box. Desainer grafis gitu loh. Kalau tidak bisa berpikir kreatif aku bakal dipecut atasan. Alex menghela nafas, 'Sepertinya ini efek obat pereda nyeri. Kamu cuma minum satu, 'kan?' "Maksud lo? Memangnya aku mabuk??" Aku memukulnya. Si hantu berdeham, "Jadi, kapan dimulai?" Oh iya, kok kami malah asyik ngobrol sendiri? Ayo lah, Suami, cepat tangani Firza. Aku juga ingin cepat pulang dan rebahan. Alex menatap si hantu, "Pertama-tama, mulai dari ibunya. Siapa namamu?" "Rosa," jawab si hantu. Oh, nama yang cantik. Hantu Rosa tersenyum padaku, "Terima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD