Bab 10 - Api yang Mulai Membakar

250 Words
Aku memulai aksiku dengan langkah kecil namun mematikan. Malam itu, aku sengaja berdandan anggun, memakai gaun merah yang Adrian paling benci karena menurutnya terlalu mencolok untuk seorang 'istri palsu' sepertiku. Tapi aku ingin dia melihat. Aku ingin dia tahu... aku mulai berubah. Saat aku melangkah ke ruang tamu, dia menatapku dengan alis terangkat. "Mau ke mana?" tanyanya, nada suaranya seperti biasanya—dingin, menghakimi. Aku tersenyum, melangkah pelan mendekatinya, membuatnya terpojok di sofa kulit hitam kesayangannya. "Aku hanya ingin menghadiri undangan gala dari investor baru Erlangga Corp," jawabku santai, menyebut nama acara yang kutahu sangat penting baginya. Matanya menyipit. "Kamu tidak perlu menghadiri acara bisnis. Itu tugasku." Aku menggeleng manja. "Salah, Tuan Adrian. Kita ini pasangan publik, bukan? Bukankah aku harus tampil sebagai istrimu yang sempurna?" Dia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berdiri, mendekatiku, menatapku tajam. "Kamu mulai aneh, Nayara." Aku tertawa kecil. "Kamu yang bilang sendiri, aku harus belajar berperan." Tanpa menunggu izinnya, aku pergi. Malam itu, aku bermain di panggung para pebisnis dengan wajah tersenyum, tapi di baliknya, aku mulai menanam benih kebingungan di lingkaran Adrian. Aku mulai dekat dengan rivalnya. Aku mulai menyebarkan rumor-rumor kecil yang bisa merusak citra sempurna Erlangga Corp. Dan aku tahu, Adrian mulai mencium keanehan. Dia mulai mengawasiku lebih ketat. Tapi semakin dia mengawasi... semakin aku menikmati permainan ini. Aku tahu... api kecil ini akan segera membakar semuanya. Termasuk hatiku yang mulai kehilangan arah. Tapi aku tidak peduli. Aku sudah terlanjur menyalakan api ini. Dan aku tidak akan berhenti... sampai semuanya terbakar habis.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD