Beautiful Boss 6

1379 Words
Setiap pukul 04.30 difia selalu bangun selain menjalankan kewajibannya sebagai muslimah dia sudah terbiasa untuk bangun pagi apalagi sekarang dia menjabat sebagai CEO. Prinsip seorang difia adalah jika bangun pagi saja kamu tidak bisa bagaimana kamu mau bekerja, karena difia yakini rezeki itu berada di awal pagi jadi dia berusaha untuk bangun pagi untuk menjemput rezekinya dan bangun pagi juga menyegarkan badan. Dan menurutnya sebagai pemimpin yang baik kita harus memberi contoh yang baik pula untuk karyawan kita, salah satunya datang tepat waktu ke kantor,nah kalau kalian bangun siang bagaimana caranya kalian akan memberikan contoh yang baik? Sedangkan jam kantornya masuk 08.00 jadi sekitar 06.30 difia sudah meninggalkan rumahnya karena tidak ingin terjebak macet terlalu parah dan jadinya kesiangan masuk kantor. Pagi ini baru pukul 06.00 difia sudah duduk di kursi makan untuk sarapan karena pukul 9.00 dia ada rapat di kantornya makanya dia harus cepat cepat datang untuk mempersiapkan semuanya. "Morninggggg sayang" "Morning pi" difia tersenyum ke papinya yang sudah ikut bergabung untuk sarapan sedangkan maminya masih di kamar untuk dandan, biasa ibu ibu karier. " sudah mau berangkat ke kantor ta, pagi sekali" " Iya pi, tata ada rapat jam 9 , jadinya harus cepat datang" Papinya hanya mengangguk. Kalau di rumah difia biasa di sapa tata kata mami nya biar gampang di panggilnya sih jadi keluarga difia manggil nya tata, singkatan dari Clarynta . " Morning mi" sapa difia ke maminya ketika sudah gabung juga di meja makan "Morning my tata sayang, morning papi sayang" ucap maminya sambil mengecup dahi difia dan duduk di antara difia dan pak afdal. Di saat difia asik makan roti, mami papinya malah saling lirik lirik seakan ada yang ingin mereka katakan tapi sedikit ragu, difia yang menyadari nya pun menatap orang tuanya dan bertanya. "Mami sama papi mau bicara apa? Kenapa saling lirik lirikan begitu?" Maminya malah nyengir dan memberi kode menyuruh papi difia yang bicara, dengan helaan nafas papi difia pun mulai bicara.. " Ta, ada yang papi sama mami ingin bicarakan tapi tata janji jangan marah ya" Dahi difia mengkerut seakan berpikir apa yang akan orang tuanya katakana, apakah orang tuanya akan katakana kalau difia sebenarnya bukan anak kandung mereka? Seperti yang di sinetron-sinetron, pikiran difia mulai kemana mana saat papinya memberi jeda sedikit lama sebelum berbicara. " ada apa si pi?" difia pun mulai bertanya karena pensaran juga apa yang orang tuanya akan bicarakan. "begini ta, dengar papi baik-baik ya. minggu lalu papi sama mami ke bogor eh tidak taunya kami ketemu teman lama papi , kami pun cerita-cerita sampai teman lama papi mengungkit janji kita waktu muda kalau kita punya anak nanti yang beda jenis kelamin, kami berniat menjodohkan anak-anak kami agar hubungan kami terus dekat, nah berhubung anak teman papi cowok jadi kami berniat menjodohkan kamu nak " Hening "Gimana ta?" " Pi, tata kan masih 26 . Tata masih mau kejar karir tata dan papi taukan tata masih belum bisa buka hati tata lagi" ucap tata menatap lekat papinya "Sayang karir apa lagi yang mau kamu kejar, sekarang kamu itu sudah jadi CEO bahkan sudah masuk 5 CEO yang berpengaruh di dunia dan kami tau kamu belum membuka hati lagi sampai saat ini makanya papi sama mami berharap dengan adanya perjodohan itu kamu bisa buka hati kamu lagi sayang. Mami sedih tau lihat kamu selalu menyibukan diri kamu seperti ini karena tidak mau kepikiran dia lagi dan umur kamu sudah matang tau untuk nikah " kali ini mami difia lah yang bicara " Maaf mi, tapi tata kan tidak kenal sama pria itu" " Kami juga tidak buru buru nuntut kalian nikah, kenalan saja dulu. mami yakin kalian bisa cepat dekat karena mami sudah pernah ketemu calon mu ini, Anaknya baik sekali, ramah, ceria pokoknya enaklah di ajak bicara dan tentunya sopan dan ganteng lagi, hehehhe" " Hmmm, kalau menurut papi sama mami ini yang terbaik buat tata ya sudah " " Ahhh tataku sayang, makasi banyak ya sayang. I love you tata nya mami" ucap mami tata sambil memeluk tata dan papi tata hanya tersenyum menyaksikan anak dan istrinya itu " Ya sudah ta, besok malam keluarga adit akan berkunjung kamu sempatkan waktu ya nak" ucap papi difia " Iya, ya sudah tata berangkat ya. Assalamu alaikum" kemudian difia pun salim dan kedua orang tuanya kemudian berangkat ke kantor di antar pak adi Sedangkan Di kediaman daniel, Daniel, kedua orang tua dan adiknya lagi sarapan juga, mereka sedang berbincang bincang santai juga sebelum berangkat ke kantor dan adik daniel berangkat ke kampus. " kak , aku ikut ya ke kampus " " No, aku buru buru karena mau ada rapat pagi ini " " Pelit sekali si kamu kak . Bilang saja mau jemput cewek kan jadi tidak mau sama aku. ehh sebentar kakak kan jomblo ya, cewek mana yang mau kakak jemput. Hahhahahha" ucap adik daniel sambil tertawa terbahak bahak sedangkan yang di ledek hanya diam " Lala sudah, kenapa kamu malah godain kakak kamu sih. Tapi memang benar kak kamu jomblo?" ucap mama daniel "Mamaaaaaaa" ucap daniel kesel karena mama nya juga ikut ikutan menggodanya. "Iya iya, sorry. Serius kak mama nanya, emang kamu jomblo sekarang?" Sebelum daniel menjawab claudia atau lala malah duluan yang menjawab " Ma bukan sekarang saja dari dulu memang kakak jomblo. Dia tuh jomblo lumutan, sorry to say ya kak, hahhaha" " Mulut mu minta di cabein ya la" ucap daniel kesal " Ma pa, kakak " rengek lala " sudah sudah, kalian ini kerjaannya berantem terus . Abang jawab papa, benar kamu jomblo?" Daniel cuman mengangguk malas dan kedua orang tuanya malah senyum " Mama sama papa kenapa senyum sih? Bahagia sekali ya abang jomblo" ucap daniel sedikit kesal bukan begitu dit tapi kalau kamu jomblo kan semakin mudah perjodohan kamu sama anak teman papa berjalan ucap papa daniel dan daniel kalau di keluarga nya di panggil adit. Daniel membulatkan matanya mendengar penuturan papanya sedangkan claudia sudah terpingkal pingkal karena merasa lucu abangnya akan di jodohkan tapi wajar orang sebentar lagi akan kepala tiga menurut lala. " Ma pa, adit juga baru 29 gini tidak usah lah di jodohkan. Nanti adit bisa cari calon sendiri kok,tenang saja adit kan ganteng jadi adit bisa milih cewek mana yang adit mau. Adit juga masih normal kalau papa sama mama khawatir" protesnya " 29 katamu dit? Itu anak teman mama umur segitu sudah punya anak 2. Kamu malah santai begitu, pokoknya mama sudah mau nimang cucu semprot mama Daniel tidak terima alasan Daniel. Mama sama papa mau cucukan? Ya sudah gampang, nanti adit pulang kerja cari perempuan terus bawa ke hotel untuk buat cucu ucap adit santai dan langsung mendapat pelototan tajam dari mama nya sekaligus lemparan penutup selai, sadis kan. hehheh berani kamu melakukan itu , titit mu mama potong dan mama keluarkan kamu dari KK ancam mama Daniel jangan dong ma, sadis sekali ancaman mama. kalau mama potong nanti adit tidak bisa bikin cucu buat mama sudah sudah, mama adit kalian ini pagi pagi sudah cekcok saja, malu kalau tetangga dengar ucap papa Daniel menengahi perdebatan anak dan ibu itu. bener tuh pa, kakak aku yang paling ganteng nurut saja lagian kan kak adit udah tua tau, upsss ucap lala langsung menutup mulutnya karena Daniel sudah mentapnya pokoknya mama tidak mau tau kamu harus ikut makan malam dan bertemu dengannya kami juga tidak mendesak kalian untuk nikah cepat, kenalan saja dulu namanya tata anaknya baik cantik, cerdas pula pokoknya calon mantu idaman deh" ucap papa daniel dengan semangat "Papa juga semakin tua dit, papa mau setelah kamu nikah nanti kamu gantiin papa di perusahaan biar papa bisa istirahat di rumah saja, bukannya kerja di tempat orang lain. Kenapa sih kamu dari dulu malah kerja di tempat orang, bukannya langsung masuk di perusahaan lanjut papa daniel " Tapi adit sudah betah di kantor yang adit sekarang pa dan jawaban adit dari dulu tetap sama, adit masih mau cari pengalaman dulu sebelum mengembang amanah yang berat papa" " Pasti banyak cewek cantiknya jadi betah,iyakan kak?" Tiba tiba claudia ikut nimbrung lagi " Iya memang, cantik sekali bahkan model seperti kamu itu di sana itu OB tau. bayangkan bagaimana karyawan karyawan yang lainnya " ucap daniel sambil tertawa dan membuat adiknya kesal bukan main "sudah sudah adit, jadi bagaimana kamu mau kan kenalan dulu sama tata. Besok malam rencana kita akan berkunjung ke rumahnya jadi kamu pulang cepat ya dari kantor dan soal kamu gantiin papa kamu pikir pikir lagi ya" Daniel pun hanya mengangguk dan berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke kantor.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD