Shabila's Birthday

1078 Words

Reiner menggaruk rambutnya kemudian menghela napas kasar. “Pak Damian nggak mau kehilangan aku, Yara. Sama, kayak aku nggak mau kehilangan kamu. Aku nggak akan jadi dirut di sana kok. Hanya menjadi pemegang saham aja. “Dia kasih dua pilihan yang akhirnya harus aku pilih dua-duanya. Tanah dan bangunan pun dia sudah dapat. Katanya, klinik aku dan rumah sakit harapan itu akan terhubung. Kalau nanti ada yang harus operasi, langsung dirujuk ke rumah sakit harapan. Dan ya. Tetap aku yang bertanggung jawab.” Yara manggut-manggut dengan pelan. “Ya udahlah, biarin aja. Lagian bukan kamu juga yang minta. Tapi, Pak Damian sendiri yang udah kasih semua itu buat kamu. Congratulations, Reiner. Udah jadi pengusaha sekarang.” Reiner geleng-geleng kepala sembari mengulas senyumnya. “Berkat kamu, Yara.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD