Dilarang Menolak

1148 Words

Pagi harinya mereka baru sampai di Indonesia. Reiner memilih ikut pulang ke rumah Yara yang sudah lama ia kosongkan. Hanya ada Bi Isah dan juga tukang kebun yang ada di sana. “Nanti Bi Isah kerja di rumah kita yang baru saja kalau sudah menikah,” ucap Reiner sembari menyimpan kopernya di samping sofa. “Iya, Reiner. Aku tahu kamu suka sama makanannya.” Reiner terkekeh pelan. “Karena kamu juga, Sayang.” Yara mengendikan bahunya kemudian menghela napasnya dengan panjang. “Kemarin Pak Damian ngomong apa aja? Katanya minta kamu segera pulang. Bukan diminta untuk kembali ke rumah sakit itu lagi?” Reiner menggeleng dengan pelan. “Rumah sakit harapan dipindah alih oleh keluarga besar Pak Damian yang di London. Nanti dia ke sana untuk mengurus semuanya. Rifky kalah di pengadilan karena terbukt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD